
INDRAMAYU -Pemerintah Kabupaten Indramayu terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai program strategis. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan irigasi perpompaan untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan usaha tani, terutama saat menghadapi musim kemarau.
Bantuan irigasi perpompaan menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan keterbatasan air yang kerap dihadapi petani. Dengan dukungan sarana pengairan tersebut, petani diharapkan dapat memanfaatkan sumber air yang tersedia secara lebih optimal sehingga kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu, Rory Firmansyah, mengatakan penguatan sarana dan prasarana pertanian menjadi perhatian pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan usaha tani dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca.
Menurutnya, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian. Karena itu, optimalisasi fasilitas pengairan perlu terus dilakukan agar petani memiliki dukungan memadai dalam mengelola lahan.
Penyaluran bantuan irigasi perpompaan ditandai dengan penyerahan papan informasi program serta sejumlah sarana pendukung. Bantuan tersebut meliputi mesin pompa air dan selang irigasi yang dapat digunakan kelompok tani untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan.
“Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani untuk menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian,” ujar Rory, Jumat (30/10/2026).
Melalui program irigasi perpompaan, petani diharapkan memiliki alternatif pengairan ketika pasokan air dari saluran irigasi konvensional mengalami keterbatasan. Ketersediaan mesin pompa memungkinkan sumber air yang ada dimanfaatkan untuk mengairi lahan sesuai kebutuhan tanaman.
Langkah ini juga penting untuk menjaga pertumbuhan tanaman agar tidak terganggu akibat kekurangan air. Dengan pengairan yang lebih terjamin, risiko penurunan produktivitas pertanian akibat perubahan musim diharapkan dapat ditekan.
Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bantuan. Pengelolaan dan pemeliharaan sarana irigasi juga harus menjadi perhatian agar fasilitas yang diberikan dapat digunakan dalam jangka panjang.
Rory menegaskan, kelompok tani memiliki peran penting dalam memastikan bantuan dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran. Selain itu, pendampingan dari petugas pertanian diperlukan untuk membantu petani mengoptimalkan penggunaan fasilitas tersebut.
“Peran aktif kelompok tani serta pendampingan petugas pertanian juga diperlukan untuk memastikan pemanfaatan bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, petugas pertanian, dan kelompok tani terus diperkuat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar berbagai program pembangunan pertanian memberikan manfaat nyata bagi petani.
Menurut Rory, dukungan irigasi perpompaan diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun sektor pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan musim. Dengan ketersediaan air yang lebih terjaga, keberlangsungan produksi pertanian dapat dipertahankan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Program ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan, baik di tingkat Kabupaten Indramayu maupun nasional. Sebab, keberhasilan sektor pertanian daerah menjadi salah satu penopang penting dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. (tar)















