
CIREBON – Gangguan penglihatan ternyata cukup banyak ditemukan pada siswa SD Negeri Kemakmuran 2, Kelurahan Pegambiran, Kota Cirebon.
Dari 243 siswa yang menjalani pemeriksaan kesehatan mata, sebanyak 127 siswa diketahui mengalami gangguan penglihatan dan kemudian mendapatkan kacamata secara gratis.
Kegiatan pemeriksaan sekaligus pembagian kacamata tersebut digelar MSP melalui program sosial peduli kesehatan mata, Rabu (16/9/2026).
Penanggung Jawab MSP Cirebon, Pdt Tomas Agus Handoko, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi penglihatan para siswa. Program tersebut sekaligus menjadi upaya membantu anak-anak yang mengalami gangguan penglihatan tetapi belum menyadarinya.
“Dari 243 siswa yang diperiksa, ada 127 yang mengalami gangguan penglihatan. Mayoritas minus, kemudian silinder,” ujar Pdt Tomas di sela kegiatan.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena sebagian siswa selama ini menjalani aktivitas belajar tanpa mengetahui bahwa penglihatannya mengalami masalah.
Bahkan, tim pemeriksa menemukan siswa dengan kondisi mata minus cukup tinggi. Salah satunya memiliki minus hingga mencapai tujuh.
“Bahkan, kami menemukan ada anak yang minusnya mencapai tujuh,” katanya.
Menurut Pdt Tomas, gangguan penglihatan pada anak terkadang baru diketahui setelah memengaruhi aktivitas mereka di ruang kelas.
Ia mencontohkan seorang siswa yang terbiasa meminta duduk di bangku paling depan karena kesulitan melihat tulisan di papan tulis. Meski sudah berada di posisi terdepan, pandangannya tetap belum jelas.
Kondisi tersebut tentu dapat berpengaruh terhadap proses belajar. Siswa bisa mengalami kesulitan mengikuti materi, membaca tulisan di papan, hingga berkonsentrasi selama pembelajaran.
Melalui pemeriksaan mata, kondisi tersebut akhirnya dapat diketahui. Siswa yang membutuhkan bantuan penglihatan kemudian mendapatkan kacamata sesuai hasil pemeriksaan.
Suasana pembagian kacamata di SDN Kemakmuran 2 pun berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias ketika satu per satu kacamata diserahkan.
Perwakilan MSP turut membantu memasangkan kacamata dan memastikan posisi lensa sesuai. Sejumlah siswa terlihat tersenyum setelah mengenakan kacamata dan mencoba melihat kembali lingkungan di sekitar mereka.
Pdt Tomas mengatakan, kesehatan mata merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian sejak anak berada di usia sekolah.
Terlebih, aktivitas anak saat ini tidak terlepas dari penggunaan perangkat digital. Penggunaan gawai secara berlebihan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kebiasaan anak dalam menjaga kesehatan mata.
Karena itu, kegiatan MSP tidak sebatas pemeriksaan dan pembagian kacamata.
Tim dokter yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga memberikan edukasi kepada para siswa mengenai cara menjaga kesehatan mata. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga jarak pandang, beristirahat dari aktivitas melihat layar, serta membatasi penggunaan perangkat digital.
“Kami berharap anak-anak dapat belajar lebih baik dan lebih berkonsentrasi di kelas,” tutur Pdt Tomas.
Ia menambahkan, kegiatan peduli kesehatan mata tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan di sekolah-sekolah lain di Kota Cirebon.
Program serupa sebelumnya juga pernah dilakukan MSP. Pada tahun lalu, kegiatan pemeriksaan mata dan bantuan kacamata digelar di SDN Pegambiran 2.
Selain program kesehatan mata, MSP juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial lainnya. Di antaranya pembagian makanan melalui food bank serta pemberian bantuan sembako bagi anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Sementara itu, pihak SDN Kemakmuran 2 menyambut positif kegiatan tersebut. Pemeriksaan mata dinilai membantu sekolah mengetahui kondisi kesehatan penglihatan siswa, terutama mereka yang selama ini belum terdeteksi mengalami gangguan.
Bagi para siswa, penggunaan kacamata baru juga menjadi pengalaman tersendiri.
Setelah kacamata terpasang, mereka tampak mencoba menyesuaikan posisi lensa sambil melihat lingkungan sekolah. Bagi sebagian siswa, kacamata tersebut diharapkan membuat aktivitas membaca dan mengikuti pelajaran di kelas menjadi lebih nyaman.
Kegiatan tersebut pada akhirnya tidak hanya memberikan kacamata gratis. Pemeriksaan juga membantu mendeteksi gangguan penglihatan yang sebelumnya tidak diketahui.
Dari total 243 siswa yang diperiksa, 127 siswa mendapatkan kacamata sesuai hasil pemeriksaan. Program ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pemeriksaan mata secara berkala penting dilakukan sejak usia sekolah, terutama ketika anak mulai banyak beraktivitas menggunakan perangkat digital. (ade)















