Bukan GCM Lagi, GCH Kini Jadi Pusat Kehidupan

Pasca GCM, GCH menjadi pusat kehidupan

CIREBON – Grage City Hub (GCH) resmi menjadi lokasi baru operasional Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon. Perpindahan tersebut diresmikan pada Selasa (11/8/2026), sekaligus menandai babak baru transformasi GCH dari pusat perbelanjaan menjadi kawasan yang mengintegrasikan berbagai aktivitas masyarakat.

Kehadiran Kantor Setda melengkapi sejumlah fasilitas yang sebelumnya telah hadir di kawasan tersebut, salah satunya Imigrasi Lounge. Langkah ini semakin memperkuat posisi GCH sebagai pelopor konsep integrated hub di wilayah Ciayumajakuning, yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

Transformasi GCH dilakukan dengan melihat perubahan perilaku masyarakat urban yang kini memanfaatkan ruang komersial bukan sekadar untuk berbelanja. Kawasan tersebut juga menjadi tempat bekerja, bersosialisasi, mencari hiburan, menikmati kuliner, menjalankan aktivitas komunitas, hingga mengakses layanan publik.

CEO Grage Group, Dekon Gunawan Boediman, mengatakan perubahan pola hidup masyarakat menjadi salah satu alasan utama GCH bertransformasi dari pusat perbelanjaan menjadi pusat kehidupan dan aktivitas masyarakat.

“Mall itu sekarang kita transformasikan menjadi hub. Kita melihat zaman pusat perbelanjaan akan berganti. Karena itu, kita mentransformasikan diri menjadi pusat kehidupan, kegiatan, dan aktivitas seluruh masyarakat,” katanya.

Menurut Dekon, perubahan perilaku masyarakat semakin terlihat setelah pandemi Covid-19. Perkembangan teknologi digital turut mengubah pola belanja dan bekerja masyarakat yang kini semakin mengutamakan kemudahan serta efisiensi.

Aktivitas belanja yang sebelumnya banyak dilakukan secara langsung kini bergeser ke platform digital karena menawarkan kemudahan, harga kompetitif, hingga layanan pengantaran.

“Kalau tidak bisa berubah, kita akan ketinggalan. Generasi milenial sampai generasi Z memiliki perilaku yang sangat jauh berbeda, termasuk dalam berbelanja dan bekerja. Selama ada internet, orang sekarang bisa bekerja dari mana saja,” ujarnya.

Karena itu, GCH diarahkan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu kawasan. Mulai dari pendidikan, hiburan, kuliner, ruang kerja, aktivitas sosial, hingga pelayanan pemerintahan.

Selain mengintegrasikan pusat pelayanan publik, GCH juga diarahkan menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dekon mengatakan pihaknya ingin menjadikan GCH sebagai ruang bagi pelaku UMKM, khususnya pengrajin batik, untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan pamor produk lokal.

Ia berharap manajemen GCH dapat memanfaatkan kawasan tersebut untuk memberikan ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, tetapi selama ini terkendala akses dan tempat pemasaran.

“Bagaimana pamornya bisa naik, bagaimana pengrajinnya bisa naik. Saya berharap Grage City Hub ini salah satunya bisa mengangkat UMKM, terutama batik,” ungkapnya.

Menurut Dekon, perkembangan dunia usaha saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan kelompok usaha besar. Kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk menghadapi perubahan zaman.

“Tidak ada lagi zamannya seperti 10 atau 15 tahun lalu. Bukan konglomerasi, tetapi kolaborasi. Siapa yang mempunyai ide baik dan strategi baik, dia yang akan menguasai masa depan,” jelasnya.

Konsep GCH juga diperkuat dengan berbagai fasilitas kreatif, seperti Amphitheatre dan Stage-Ku. Kedua ruang tersebut dapat digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya, kegiatan komunitas, konser, serta berbagai aktivitas yang mengikuti perkembangan gaya hidup masyarakat modern.

Perpaduan fasilitas retail, ruang kreatif terbuka, komunitas, dan pusat pelayanan publik diharapkan menciptakan kawasan yang dinamis dan inklusif. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat.

“Orang-orang mencari tempat yang bisa mengakomodasi semua kebutuhan mereka dalam satu waktu. Mulai dari kebutuhan sosial, hiburan, ruang kerja kreatif, hingga interaksi dengan layanan publik,” tuturnya.

Manajemen Grage Group optimistis integrasi berbagai fungsi tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal sekaligus menciptakan ruang aktivitas publik yang nyaman dan mudah diakses masyarakat. (its)