Baznas Majalengka Kenalkan Program SIGAP dan ASIK di Sekolah

Baznas Majalengka Dorong Budaya Berbagi Lewat Program SIGAP dan ASIK

MAJALENGKA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Majalengka terus mendorong tumbuhnya budaya berbagi di lingkungan pendidikan melalui program Sedekah Infak Generasi Anak Peduli (SIGAP) dan Aksi Sedekah dan Infak Karyawan (ASIK).

Upaya tersebut dilakukan dengan memperluas edukasi dan literasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), terutama di kalangan pelajar. Salah satunya melalui sosialisasi program SIGAP yang digelar di SMA Negeri 1 Sumberjaya, Jumat (28/8/2026).

Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H Agus Asri Sabana, mengatakan program SIGAP tidak hanya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya infak dan sedekah, tetapi juga mendorong mereka membangun kebiasaan berbagi sejak dini.

“Kegiatan ini juga sekaligus mengajak guru dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama membangun kebiasaan berbagi di lingkungan sekolah,” kata Agus.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam infak dan sedekah. Kebiasaan berbagi diharapkan dapat menumbuhkan empati, kepedulian sosial, rasa syukur, serta akhlakul karimah pada generasi muda.

Agus menegaskan, pesan yang ingin dibangun melalui program SIGAP bukan semata-mata mengenai besar kecilnya nominal yang diberikan. Lebih dari itu, program tersebut menanamkan keikhlasan dan kemauan untuk berbagi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Pesan yang dibangun dalam program ini bukan semata-mata mengenai nominal yang diberikan, melainkan tentang keikhlasan dan kemauan untuk berbagi sesuai dengan kemampuan,” ujarnya.

Menurut Agus, kebiasaan melakukan kebaikan secara konsisten dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter positif generasi muda. Karena itu, budaya berbagi perlu dikenalkan dan dibiasakan sejak lingkungan pendidikan.

Selain menyasar pelajar melalui program SIGAP, Baznas Kabupaten Majalengka juga memperkenalkan program ASIK yang ditujukan bagi guru, tenaga kependidikan, dan karyawan sekolah.

Melalui program ASIK, Baznas berharap lingkungan sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan keteladanan dan kepedulian sosial.

“Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam memberikan contoh kepada siswa bahwa berbagi dan peduli terhadap sesama merupakan bagian dari akhlak mulia,” katanya.

Baznas Kabupaten Majalengka pun terus mendorong sinergi dengan lembaga pendidikan untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan karakter yang baik.

“Dari kebiasaan kecil, lahir kepedulian. Dari kepedulian yang terus dirawat, tumbuh karakter. Dan dari karakter yang baik, diharapkan lahir generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tandas Agus. (ono)