INDRAMAYU – Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu berkomitmen mendukung dan melakukan pendampingan untuk menyukseskan program ketahanan pangan pemerintah di Kabupaten Indramayu.
Komitmen tersebut disampaikan Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo seusai menghadiri Panen Perdana Masa Tanam II Musim Gadu pada lahan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Plosokerep, Blok Suketbaju, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, belum lama ini.
Menurut Tulus, capaian panen tersebut menjadi bukti keberhasilan penerapan teknologi pertanian modern sekaligus sinergi antara pemerintah, TNI, penyuluh pertanian, dan petani.
Kodim 0616/Indramayu, kata dia, siap terus memberikan dukungan dan pendampingan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Pemanfaatan teknologi pertanian modern harus terus kita dorong agar produktivitas meningkat, petani semakin sejahtera, dan swasembada pangan nasional dapat terwujud,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tulus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut melakukan panen perdana menggunakan combine harvester. Berdasarkan hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas lahan PM-AAS tercatat lebih dari 10 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare.
Tulus berharap panen perdana PM-AAS dapat menjadi momentum untuk memperluas penerapan pertanian modern di Kabupaten Indramayu.
“Kami berharap, panen perdana PM-AAS ini menjadi momentum untuk memperluas penerapan pertanian modern di Kabupaten Indramayu serta semakin memperkuat posisi Indramayu sebagai salah satu lumbung pangan nasional,” katanya.
Kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Jawa Barat tersebut turut dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, jajaran Kementerian Pertanian RI, BBPMP Jawa Barat, Forkopimcam Terisi, penyuluh pertanian, serta kelompok tani.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mendorong modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. Ia mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kabupaten Indramayu.
Menurut Lucky, dukungan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi menjadi modal penting bagi petani, terutama di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan air.
“Walaupun sekarang ada El Nino, tentu ada kekeringan, tapi ini bisa menjadi penyemangat petani Indramayu untuk selalu optimisme hasil panen tetap bagus,” ujarnya. (oni)
















