CIREBON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu (PTQT) Al Hikmah Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Hafiz Azzam Ziyadwian berhasil meraih juara 1 dalam ajang Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) tingkat Cirebon yang digelar di Sumber, Kabupaten Cirebon, belum lama ini.
Prestasi tersebut diraih melalui SMP Al Hikmah 2 Dukupuntang. Keberhasilan Azzam sekaligus menambah deretan prestasi yang sebelumnya telah ditorehkan oleh lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al Hikmah Dukupuntang.
Azzam, sapaan akrabnya, merupakan santri kelahiran Semarang, 28 Agustus 2012. Putra pertama dari tiga bersaudara pasangan Ade Widianto, S.Pt., dan Anantasia Indriani, S.Pt., tersebut dikenal memiliki ketertarikan terhadap olahraga.
Bahkan, di tengah aktivitasnya sebagai santri penghafal Al-Qur’an, Azzam bercita-cita menjadi atlet basket. Ia juga mengidolakan legenda basket dunia, Michael Jordan.
Prinsip hidup yang dipegang Azzam sederhana, tetapi penuh motivasi. “Semangat terus belajar, jangan menyerah,” menjadi pedoman yang terus ia terapkan dalam menjalani pendidikan dan menghafal Al-Qur’an.
Azzam meninggalkan rumah sejak dua tahun lalu untuk menempuh pendidikan di PTQT Al Hikmah Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Saat pertama kali masuk pesantren, ia tidak menyangka perjalanan tersebut akan membawanya menjadi juara 1 MHQ tingkat Cirebon.
Menurut Azzam, keberhasilan tersebut awalnya terasa seperti sesuatu yang mustahil. Namun, berkat proses belajar, doa, dan bimbingan yang terus dilakukan, pencapaian itu akhirnya menjadi kenyataan.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang terus memberikan dukungan, termasuk melalui doa-doa yang dipanjatkan pada malam hari. Apresiasi juga diberikan kepada para pembimbing yang dengan tekun mendampingi proses belajar dan hafalannya.
Kepala SMP Al Hikmah 2 Dukupuntang, Sudomo, Lc., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Tahfidz, Muhammad Daud Arrosyidin, S.Ag., Al Hafidz, berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Azzam untuk terus meningkatkan hafalannya hingga lengkap 30 juz.
“Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pembimbing yang telah membentuk Azzam tumbuh seperti sekarang ini. Juara MHQ, kreatif, disiplin dan bertanggung jawab,” ujar Sudomo.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al Hikmah Dukupuntang-Cirebon, Nina Nurohmah, M.Si., Al Hafidzah, mengatakan Yayasan Al Hikmah menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga MA.
Yayasan tersebut memiliki visi menjadi lembaga dakwah, sosial, dan pendidikan Islam yang unggul dalam mencetak generasi Al-Qur’an yang berilmu dan berakhlak mulia.
Menurut Nina, siswa SMP dan MA diwajibkan tinggal selama 24 jam di asrama. Seluruh aktivitas pendidikan dan pembinaan santri dilakukan dalam lingkungan pesantren.
Yayasan Al Hikmah, kata dia, berupaya memfasilitasi berbagai potensi yang dimiliki santri agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Harapannya, selain hafal dan dekat dengan Al-Qur’an, santri juga bagus secara akademis dan mampu mengembangkan potensi dirinya,” katanya.
Prestasi Azzam menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan yang dilakukan di lingkungan pesantren dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi santri.
Setelah meraih juara 1 MHQ tingkat Cirebon, Hafiz Azzam Ziyadwian selanjutnya berkesempatan mewakili Kabupaten Cirebon untuk berlaga di tingkat Provinsi Jawa Barat. (abd)
















