INDRAMAYU – Di tengah ancaman kekeringan akibat musim kemarau, warga Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, mendapat solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Kodim 0616/Indramayu telah menyelesaikan pembangunan sumur bor yang kini mulai dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan sumur bor tersebut menjadi solusi bagi warga yang selama ini kerap mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Air tersebut dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari minum, memasak, mandi hingga mencuci.
Komandan Kodim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, mengatakan pembangunan sarana air bersih merupakan bagian dari upaya TNI membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan.
“Pembangunan dan penyediaan sarana air bersih ini merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Tulus usai peresmian sumur bor di Desa Cibeber, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, program penyediaan air bersih yang dijalankan TNI telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Secara nasional, sekitar 3.000 sumur bor dan 2.500 jembatan telah dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Khusus di Kabupaten Indramayu, Tulus menyebut TNI telah membangun enam sumur bor dan enam jembatan yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pembangunan diprioritaskan di wilayah yang memiliki keterbatasan akses air bersih maupun sarana pendukung transportasi.
“Untuk sumur bor ada di Cibeber, Sukagumiwang, Jatibarang, Kroya, dan wilayah lain yang terdampak kekeringan. Sedangkan jembatan sudah dibangun di Sukagumiwang, Juntinyuat, Kroya, dan Haurgeulis,” ungkapnya.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengapresiasi program penyediaan air bersih tersebut. Menurutnya, pembangunan sumur bor sangat membantu masyarakat, terutama ketika sejumlah wilayah mulai menghadapi kesulitan air akibat musim kemarau.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan TNI, khususnya Kodim 0616/Indramayu. Program ini sangat membantu masyarakat, apalagi saat ini beberapa wilayah mulai mengalami kesulitan air,” kata Lucky.
Ia menjelaskan, posisi Kabupaten Indramayu yang berada di wilayah hilir membuat ketersediaan air sangat bergantung pada kondisi daerah hulu. Ketika curah hujan di kawasan hulu menurun, debit air yang mengalir ke Indramayu turut berkurang dan berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat serta sektor pertanian.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah, di antaranya pengerukan saluran irigasi dan pengaturan distribusi air agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Sementara itu, warga Desa Cibeber, Jumiati Prihatini, mengaku keberadaan sumur bor sangat membantu kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya, sebagian warga masih mengandalkan air Sungai Cimanuk untuk mencuci, sementara kebutuhan air minum dipenuhi dengan membeli air galon isi ulang.
“Kalau untuk minum kami biasanya membeli air galon isi ulang. Sekarang dengan adanya sumur bor ini sangat membantu karena airnya bagus dan bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga,” tuturnya.
Bagi warga Desa Cibeber, sumur bor tersebut bukan sekadar fasilitas baru. Kehadirannya menjadi solusi nyata untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih layak sekaligus membantu masyarakat menghadapi ancaman kekeringan yang kerap terjadi setiap musim kemarau. (tar)















