
CIREBON – Upaya menjaga warisan budaya leluhur terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukasi dan pelestarian tradisi. Salah satunya diwujudkan lewat Pameran Gugah Gaman Cirebon 2026 yang menghadirkan beragam koleksi keris sekaligus memperkenalkan nilai sejarah dan filosofi senjata tradisional kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Cirebon pada Jumat hingga Minggu (30 Oktober–1 November 2026) ini menjadi ruang pertemuan bagi para pecinta keris, empu, komunitas budaya, serta masyarakat umum.
Peserta pameran berasal dari berbagai daerah, mulai Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa keris masih memiliki tempat penting dalam kehidupan budaya masyarakat Indonesia.
Tidak sekadar memamerkan benda pusaka, Pameran Gugah Gaman Cirebon 2026 juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, mengatakan pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih, berbagai peninggalan sejarah memiliki nilai penting yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurut Imron, keris tidak bisa hanya dipandang sebagai senjata tradisional atau benda pusaka. Di balik bentuk dan proses pembuatannya, terdapat perjalanan sejarah, keterampilan tinggi, nilai estetika, serta filosofi kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Karena itu, ia berharap kegiatan seperti Pameran Gugah Gaman dapat meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap kebudayaan lokal.
“Harapannya anak-anak muda sekarang mengetahui budaya dan peninggalan zaman dulu yang perlu dilestarikan,” ujarnya.
Imron menilai, tantangan pelestarian budaya semakin besar seiring perkembangan globalisasi. Arus informasi dan masuknya berbagai budaya dari luar dapat memengaruhi pola pikir serta kebiasaan masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa menjaga tradisi bukan berarti harus menolak perubahan zaman. Masyarakat tetap bisa menerima perkembangan baru selama nilai-nilai budaya yang baik tidak ditinggalkan.
Menurutnya, budaya lokal justru perlu diperkuat agar masyarakat memiliki identitas yang jelas di tengah perkembangan global.
Salah satu bentuk penguatan identitas tersebut adalah mengenalkan kembali kekhasan budaya Cirebon kepada masyarakat luas. Termasuk penggunaan salam khas Cirebon, yakni Pangkur, sebagai bagian dari kekayaan tradisi daerah.
Dengan cara tersebut, pelestarian budaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Namun, dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Pameran Gugah Gaman Hadirkan Demonstrasi Pembuatan Keris
Sementara itu, Ketua Pelaksana Pameran Gugah Gaman Cirebon 2026, Angga Maradeka, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan penyelenggaraan yang keempat.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia menghadirkan konsep kegiatan yang lebih beragam. Pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai koleksi keris, tetapi juga mengikuti sejumlah kegiatan pendukung yang berlangsung selama tiga hari.
Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah demonstrasi pembuatan keris secara langsung oleh empu. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses panjang di balik pembuatan benda pusaka tersebut.
Salah satu empu yang dijadwalkan mengisi demonstrasi adalah Linda Nugraha, empu asal Kabupaten Cirebon.
Melalui demonstrasi tersebut, pengunjung dapat menyaksikan proses penempaan keris sekaligus memahami keterampilan dan ketelitian yang dibutuhkan dalam setiap tahapan pembuatannya.
Bahkan, masyarakat juga berkesempatan merasakan pengalaman menempa keris bersama empu. Pengalaman ini diharapkan memberikan pemahaman bahwa pembuatan keris bukan pekerjaan sederhana, melainkan membutuhkan pengetahuan, keterampilan, dan proses panjang.
Selain demonstrasi, panitia juga menyiapkan pertunjukan kesenian daerah untuk memperkaya pengalaman pengunjung selama mengikuti pameran.
Angga berharap Pameran Gugah Gaman Cirebon dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda budaya unggulan di Kabupaten Cirebon.
Ia juga berharap adanya dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon agar kegiatan tersebut memiliki keberlanjutan serta jangkauan pengunjung yang semakin luas.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ikhtiar melestarikan budaya. Mudah-mudahan ke depan bisa menjadi agenda rutin,” katanya.
Diharapkan Berkembang Menjadi Pameran Berskala Nasional
Dukungan terhadap penyelenggaraan Pameran Gugah Gaman Cirebon 2026 juga disampaikan Kasubbag Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Edi Gunawan.
Ia berharap komunitas keris dan para pemerhati budaya terus menghadirkan kegiatan yang inovatif. Dengan begitu, upaya pelestarian warisan budaya tidak hanya berjalan di lingkungan komunitas, tetapi juga mampu menarik minat masyarakat secara lebih luas.
Menurut Edi, pameran budaya perlu terus dikembangkan melalui konsep yang menarik dan kegiatan edukatif. Langkah tersebut penting agar generasi muda semakin mudah mengenal serta memahami kekayaan budaya daerah.
Bahkan, ia berharap Pameran Gugah Gaman dapat berkembang menjadi kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan di Kabupaten Cirebon.
Edi juga menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki sejumlah fasilitas pemajuan kebudayaan yang dapat dimanfaatkan komunitas maupun para pelaku budaya.
Fasilitas tersebut bisa menjadi peluang untuk mengembangkan berbagai kegiatan pelestarian, mulai dari pameran, pertunjukan seni, hingga program edukasi kebudayaan.
Ia menyebut Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penerima fasilitas pemajuan kebudayaan terbanyak secara nasional. Kabupaten Cirebon juga termasuk daerah yang mendapatkan dukungan tersebut.
Melalui penyelenggaraan Pameran Gugah Gaman Cirebon 2026, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal keris bukan hanya sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga sebagai karya budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi.
Pelestarian warisan leluhur membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas budaya, para empu, hingga generasi muda.
Dengan semakin banyaknya ruang edukasi dan apresiasi budaya, tradisi keris diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang, sekaligus memperkuat identitas budaya Cirebon di tengah perkembangan zaman. (zen)















