CIREBON – Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kota Cirebon mulai mengerucut. Hingga pendaftaran calon ketua ditutup pada Minggu (13/9) malam, hanya satu kader yang resmi mengambil sekaligus mengembalikan formulir pencalonan.
Nama tersebut adalah Andrie Sulistio, yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon.
Dengan hanya satu kandidat yang mendaftar, Andrie menjadi satu-satunya nama yang berada di jalur resmi pencalonan dan berpeluang kembali memimpin Partai Golkar di Kota Cirebon.
Ketua Panitia Musda XI Partai Golkar Kota Cirebon, Erry Yudhistira Ramadhan, mengatakan pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak Jumat (11/9) hingga Minggu (13/9).
“Sampai hari terakhir kemarin, hanya ada satu kandidat yang mendaftar dan mengembalikan formulir,” kata Erry, Senin (14/9).
Menariknya, Andrie Sulistio menyerahkan formulir pencalonan pada menit-menit terakhir sebelum masa pendaftaran resmi ditutup.
Penyerahan berkas tersebut diterima langsung panitia dan disaksikan Ketua Steering Committee (SC) Musda XI, Deden, serta Ketua Organizing Committee (OC), Tiffa Intifada Palestine.
Erry memastikan berkas yang diserahkan Andrie telah diterima dalam kondisi lengkap. Meski demikian, status calon tunggal tersebut belum otomatis membuat Andrie langsung ditetapkan sebagai ketua.
Panitia masih harus melakukan proses verifikasi terhadap keabsahan dokumen dan seluruh persyaratan pencalonan sesuai mekanisme organisasi Partai Golkar.
Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum proses pencalonan dibawa ke forum Musda XI. Sebab, meskipun hanya terdapat satu nama, seluruh tahapan dan aturan organisasi tetap harus dijalankan.
“Untuk pelaksanaan musda belum, masih menunggu jadwal dari Jabar. Tapi saat ini, satu tahap sudah kita jalankan,” ujar Erry.
Hingga kini, waktu pelaksanaan Musda XI DPD Partai Golkar Kota Cirebon masih menunggu arahan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat.
Namun, dengan ditutupnya pendaftaran dan hanya Andrie Sulistio yang mengembalikan formulir, konstelasi perebutan kursi ketua mulai terlihat.
Andrie praktis menjadi kandidat dengan peluang paling besar untuk kembali memegang kendali Partai Golkar Kota Cirebon. Kendati demikian, keputusan final tetap berada di forum musda dan harus mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku.
Effendi Edo Tak Ikut Mendaftar
Sementara itu, nama Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang sebelumnya sempat disebut-sebut berpotensi masuk dalam bursa calon ketua, dipastikan tidak mendaftarkan diri hingga batas waktu berakhir.
Edo mengaku memilih berkonsentrasi menjalankan tugasnya sebagai kepala daerah.
“Dari awal saya katakan, saya ingin fokus dan konsentrasi di pemerintahan. Yang di partai mangga yang muda-muda saja,” kata Edo.
Meski tidak ikut mengambil bagian dalam pendaftaran, Edo tidak sepenuhnya menutup kemungkinan jika nantinya ada arahan dari struktur partai yang lebih tinggi.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya instruksi khusus dari DPP Partai Golkar, Edo menyebut kader partai harus siap menjalankan tugas apabila mendapat mandat.
“Ya kalau begitu lain persoalan, kader partai siapa pun harus siap,” tukasnya.
Dengan kondisi tersebut, untuk sementara Andrie Sulistio menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Kota Cirebon dalam Musda XI. Tinggal menunggu tahapan verifikasi dan pelaksanaan musda yang jadwalnya masih menanti arahan dari DPD Partai Golkar Jawa Barat. (sep)
















