
CIREBON – SMPN 2 Palimanan kembali membidik prestasi di tingkat nasional. Sekolah yang berada di bawah kepemimpinan H Abdul Ajid Arifin itu sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi yang diraih SMPN 2 Palimanan dalam dua tahun terakhir. Selain SSK, sekolah tersebut juga mencatat prestasi sebagai sekolah unggulan olahraga dan Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.
“Alhamdulillah, dua tahun terakhir ini sekolah kami berhasil meraih sejumlah prestasi. Mulai dari sekolah unggulan olahraga, Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, dan Sekolah Siaga Kependudukan yang alhamdulillah prosesnya cukup luar biasa,” ujar Abdul Ajid kepada Rakyat Cirebon, kemarin.
Setelah menjadi yang terbaik di tingkat Jawa Barat, SMPN 2 Palimanan kini menunggu hasil seleksi administrasi untuk melaju dalam kompetisi SSK tingkat nasional.
Ajid berharap dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Cirebon agar sekolahnya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
“Kami minta doa dari warga Kabupaten Cirebon. SMP Negeri 2 Palimanan ingin meraih kembali prestasi tingkat nasional,” katanya.
Menurut Ajid, program SSK bukan sekadar ajang untuk mengejar prestasi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membekali siswa agar mampu menghadapi berbagai persoalan kependudukan dan sosial yang berkembang di kalangan remaja.
Persoalan tersebut di antaranya pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga kebiasaan merokok.
“SSK ini sesuai program yang ada di SMP Negeri 2 Palimanan dalam rangka mengantisipasi penyakit-penyakit siswa yang sekarang ini sedang marak, seperti pergaulan bebas, narkoba, merokok, dan sebagainya,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon H Ronianto SPd MM mengatakan, salah satu kekuatan SMPN 2 Palimanan dalam menjalankan program SSK terletak pada pola penerapannya.
Isu kependudukan tidak diberikan sebagai materi yang berdiri sendiri. Sebaliknya, materi tersebut diintegrasikan ke dalam pembelajaran dan berbagai kegiatan sekolah.
“Anak-anak tidak melakukan kegiatan tersendiri. Tetapi terintegrasi pada pembelajaran melalui kurikulum yang ada maupun kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Itu titik beratnya, sehingga kemarin kita menjadi juara di tingkat provinsi,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Cirebon Imron mengatakan, prestasi SMPN 2 Palimanan menjadi bukti bahwa sekolah di Kabupaten Cirebon mampu bersaing di tingkat Jawa Barat.
Menurut Imron, capaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Ini bukan sekadar kemenangan, tetapi menjadi bukti bahwa sekolah di Kabupaten Cirebon mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di Jawa Barat,” ujar Imron dalam keterangan rilis, Kamis, 20 Agustus 2026.
Ia menilai keberhasilan SMPN 2 Palimanan juga menjadi gambaran hasil penyelenggaraan Sekolah Siaga Kependudukan di Kabupaten Cirebon.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Bupati Cirebon Nomor 46 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Siaga Kependudukan.
Regulasi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah dalam mendorong penguatan pendidikan kependudukan di satuan pendidikan. (zen)















