CIREBON – Musim kemarau panjang biasanya identik dengan kekeringan, tanah gersang, dan berkurangnya ketersediaan air. Namun, kondisi berbeda justru terlihat di Embung Wanakaya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.
Embung yang selama ini berfungsi sebagai fasilitas penampungan air tersebut kini mengering. Surutnya debit air hingga menyentuh titik terendah membuat dasar embung yang biasanya terendam berubah menjadi hamparan rumput hijau.
Fenomena tersebut kemudian menarik perhatian warga. Area yang sebelumnya relatif sepi kini berubah menjadi lokasi wisata dadakan yang ramai dikunjungi, terutama pada sore hari menjelang matahari terbenam.
Hamparan rumput yang tumbuh di dasar Embung Wanakaya tampak seperti karpet hijau raksasa. Gulma dan rerumputan liar tumbuh cukup merata sehingga menciptakan pemandangan yang kontras dengan kondisi cuaca kemarau yang panas.
Keunikan pemandangan tersebut semakin dikenal setelah sejumlah pengunjung membagikan foto dan video suasana Embung Wanakaya melalui media sosial. Unggahan di berbagai platform, termasuk Reels dan TikTok, membuat semakin banyak warga penasaran untuk datang secara langsung.
Setiap sore, puluhan hingga ratusan pengunjung terlihat mendatangi kawasan tersebut. Mereka datang bersama keluarga maupun teman untuk sekadar bersantai, menikmati suasana sore, hingga mengabadikan momen dengan kamera ponsel.
Hamparan rumput hijau yang berpadu dengan langit sore menjadi salah satu daya tarik utama. Ketika matahari mulai tenggelam, cahaya jingga keemasan menciptakan suasana yang menarik bagi pengunjung yang ingin mendapatkan foto dengan latar alam.
Di sejumlah bagian dasar embung, masih terlihat retakan tanah akibat kondisi kering. Tekstur tanah pecah-pecah yang berpadu dengan vegetasi hijau justru memberikan karakter tersendiri pada lanskap Embung Wanakaya.
“Awalnya cuma lihat di Reels dan TikTok, kelihatannya bagus sekali seperti padang savana mini. Pas datang langsung ke sini sore-sore, ternyata memang sejuk untuk tempat kumpul-kumpul santai sambil lihat sunset,” ujar Rina (24), salah seorang pengunjung.
Menurutnya, suasana Embung Wanakaya saat mengering cukup berbeda dibandingkan lokasi wisata pada umumnya. Pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menikmati pemandangan tersebut.
Fenomena mengeringnya Embung Wanakaya juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar. Sejumlah pedagang makanan ringan, minuman, es kelapa, hingga penyedia mainan anak mulai memanfaatkan ramainya pengunjung untuk berjualan.
Kondisi tersebut membuat kawasan embung yang sebelumnya tidak terlalu ramai kini memiliki aktivitas baru setiap sore. Warga datang untuk menikmati pemandangan, sementara pedagang memperoleh peluang tambahan untuk mendapatkan penghasilan.
Meski demikian, fenomena wisata dadakan ini diperkirakan hanya bersifat sementara. Ketika musim hujan kembali datang dan curah hujan meningkat, dasar embung yang kini menjadi hamparan rumput kemungkinan akan kembali terendam air.
Untuk sementara, Embung Wanakaya menghadirkan wajah berbeda. Kekeringan yang biasanya menjadi persoalan justru menciptakan lanskap unik yang menarik perhatian masyarakat dan menjadikan dasar embung sebagai salah satu spot wisata alternatif di Kabupaten Cirebon.
(wan)
















