Gandeng PDAM, BPBD Salurkan Tandon Air untuk Warga Argasunya Korban Kekeringan

BPBD ganden PDAM untuk salurkan tandon air untuk warga Argasunya yang kekeringan

CIREBON — Kekeringan yang melanda Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mencari solusi untuk memudahkan warga mendapatkan air bersih. Bersama PDAM Tirta Giri Nata, BPBD menyalurkan bantuan tandon air di sejumlah titik terdampak, Jumat (21/8/2026) sore.

Tandon air tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi yang mengalami kondisi darurat kekeringan agar warga dapat mengambil air bersih dengan lebih mudah.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Eko Kuswantoro, mengatakan BPBD saat ini mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih menyusul dampak musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kota Cirebon.

Berdasarkan Keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 179 Tahun 2026, status darurat kekeringan atau hidrometeorologi kering di Kota Cirebon diberlakukan mulai 30 Juli hingga 30 September 2026.

Eko menjelaskan, puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung hingga akhir Agustus 2026, sesuai informasi dan edaran dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Untuk mengatasi krisis air bersih, BPBD menggandeng PDAM Tirta Giri Nata. Distribusi air juga mendapat dukungan armada dari Kodim, PMI, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).

Sejak 30 Juli 2026, sekitar 100.000 liter air bersih telah didistribusikan khusus untuk warga Kelurahan Argasunya.

Pasokan air bersih dikirim secara rutin setiap hari dengan volume mencapai sekitar 10.000 liter. Distribusi difokuskan pada sejumlah titik terdampak, di antaranya RW 5, RW 8, Cadas Ngampar, dan Kopi Luhur.

“Sore ini, BPBD bersama PDAM juga mendistribusikan tandon air dengan kapasitas mulai dari 1.500 hingga 2.500 liter yang ditempatkan di lokasi-lokasi darurat kekeringan,” kata Eko.

Menurutnya, Kelurahan Argasunya menjadi wilayah dengan laporan dampak kekeringan paling dominan yang diterima BPBD Kota Cirebon.

Selain persoalan kekeringan, BPBD juga menerima laporan kebakaran lahan di dua kelurahan, yakni Kelurahan Kalijaga dan Kelurahan Argasunya.

Terkait hujan ringan yang sempat turun di beberapa titik Kota Cirebon pada malam 17 Agustus 2026, Eko mengatakan curah hujan tersebut belum cukup signifikan untuk memulihkan kondisi kekeringan yang dialami warga.

“Pemerintah Kota Cirebon bersama instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan mengoptimalkan layanan distribusi air bersih bagi masyarakat hingga masa darurat kekeringan berakhir pada September mendatang,” pungkasnya. (abd)