Perbaikan Gedung Setda Kota Cirebon Segera Dimulai, Tunggu Tahapan MC0

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menyatakan bahwa perbaikan gedung setda akan segara dilakukan

CIREBON – Perbaikan Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon segera memasuki tahap pelaksanaan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyelesaikan proses kontrak pekerjaan, sementara pembangunan kini tinggal menunggu pelaksanaan Mutual Check 0 (MC0) di lokasi gedung.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, seluruh proses administrasi yang menjadi tahapan awal perbaikan Gedung Setda telah diselesaikan. Tahapan tersebut mencakup penyusunan Detail Engineering Design (DED), penetapan pemenang pekerjaan hingga penandatanganan kontrak.

“Alhamdulillah sudah berkontrak di tingkat provinsi. Saya tinggal menunggu kapan MC0-nya untuk dijalankan di Gedung Setda. Kayaknya tidak terlalu lama lagi sudah melakukan proses pembangunan,” ujar Effendi Edo.

Menurutnya, tidak ada lagi tahapan administrasi utama yang harus diselesaikan. Pemerintah Kota Cirebon kini tinggal menunggu pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.

“Sudah selesai semua. Tinggal pelaksanaannya saja. DED sudah, penetapan pemenang sudah, berkontrak sudah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cirebon Rachman Hidayat menjelaskan, pekerjaan perbaikan yang dilakukan pada tahun ini belum mencakup seluruh bagian Gedung Setda.

Anggaran bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tersedia tahun ini difokuskan untuk basement dan lantai 1. Pekerjaan tahap awal tersebut diprioritaskan pada penguatan struktur bangunan.

“Nanti yang diperbaiki itu bagian basement dengan lantai satu. Kita penguatan strukturnya dulu. Soalnya kan menyesuaikan dengan kondisi keuangan,” jelas Rachman.

Ia menyebut, penguatan struktur mencakup sejumlah pekerjaan teknis, di antaranya penambahan dimensi beton dan kolom bangunan serta penguatan tulangan.

“Hanya cukup buat basement sama lantai 1. Pekerjaannya perkuatan struktur, misalnya beton, kolom-kolomnya kita tambah dimensinya. Termasuk di dalamnya penguatan tulangan,” ungkapnya.

Karena sumber pendanaan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pelaksanaan pekerjaan juga berada di bawah pemerintah provinsi. Termasuk proses lelang hingga pengerjaan teknis di lapangan.

“Pelaksanaan nanti oleh Provinsi, termasuk lelang,” kata Rachman.

Adapun bagian Gedung Setda lainnya, mulai dari lantai 2 hingga lantai paling atas, belum masuk dalam pekerjaan tahun ini. Pemkot Cirebon berharap perbaikan tersebut dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya melalui dukungan anggaran dari Pemprov Jawa Barat.

“Ya mudah-mudahan di tahun berikutnya bisa dilanjutkan. Kita sesuaikan dengan kondisi keuangan dulu, tahun depan kita coba ajukan lagi,” tuturnya.

Di tengah rencana perbaikan tersebut, aktivitas perkantoran di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Cirebon mulai dipindahkan secara bertahap ke Grage City Hub, kawasan Pegambiran.

Gedung Setda yang memiliki tujuh lantai tersebut kini mulai terlihat lengang. Sejumlah petugas masih melakukan pemindahan barang dan berbagai perlengkapan kantor menuju lokasi sementara.

Meski sebagian aktivitas mulai bergeser, sejumlah pejabat utama, termasuk wali kota, wakil wali kota, dan sekretaris daerah, masih menjalankan aktivitas kedinasan dari Gedung Setda.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman sebelumnya mengatakan, pemindahan aktivitas kantor ke Grage City Hub diperkirakan berlangsung cukup lama. Kantor sementara tersebut kemungkinan digunakan selama dua hingga tiga tahun, bergantung pada progres perbaikan Gedung Setda dan ketersediaan anggaran.

“Iya bisa dua atau tiga tahun, karena perbaikannya cukup lama. Untuk tahun 2027 mudah-mudahan ada anggarannya dan bisa dilanjutkan. Nanti kita coba ajukan anggaran lagi,” kata Iing.

Dengan dimulainya pekerjaan pada basement dan lantai 1, revitalisasi Gedung Setda Kota Cirebon akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah masih mengandalkan dukungan anggaran lanjutan agar penguatan struktur dapat diteruskan hingga seluruh bagian gedung selesai diperbaiki. (its)