99,9 Persen Lulusan Kabupaten Cirebon Lanjut Sekolah, Ini Datanya

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto menyebut 99,0 persen lulusan sekolah melanjutkan studinya

CIREBON – Hampir seluruh lulusan SD dan SMP di Kabupaten Cirebon tercatat melanjutkan pendidikan. Berdasarkan cut-off Data Pokok Pendidikan (Dapodik) per 31 Agustus 2026, tercatat 33 lulusan yang belum melanjutkan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto SPd MM, menjelaskan data tersebut merupakan hasil cut-off Dapodik yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pada jenjang SD, terdapat 32.016 siswa yang terdaftar mengikuti ujian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.012 siswa dinyatakan lulus dan 32.002 siswa tercatat melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, terdapat 10 lulusan SD yang belum tercatat melanjutkan pendidikan. Namun, tiga di antaranya diketahui telah meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah siswa yang benar-benar belum melanjutkan pendidikan tersisa tujuh orang.

“Jadi yang belum melanjutkan tinggal tujuh orang,” kata Ronianto.

Tujuh siswa tersebut tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Depok, Sumber, Susukan Lebak, Pangenan dan Jamblang.

Mayoritas lulusan SD melanjutkan pendidikan di dalam Kabupaten Cirebon. Jumlahnya mencapai 29.134 siswa.

Rinciannya, sebanyak 19.813 siswa melanjutkan ke SMP negeri, 3.107 siswa ke SMP swasta, 5.221 siswa ke MTs, 987 siswa ke pondok pesantren, lima siswa ke PKBM dan satu siswa ke sekolah inklusif.

Sedangkan 2.868 lulusan SD lainnya melanjutkan pendidikan di luar Kabupaten Cirebon. Rinciannya, 1.272 siswa masuk SMP negeri, 461 siswa ke SMP swasta, 491 siswa ke MTs dan 644 siswa melanjutkan ke pondok pesantren.

“Terdapat satu lulusan SD yang melanjutkan pendidikan ke luar negeri,” ujar Ronianto.

Menurutnya, siswa yang melanjutkan pendidikan di luar daerah dapat disebabkan berbagai kondisi. Di antaranya karena bersekolah di wilayah perbatasan seperti Kota Cirebon, Kuningan dan Brebes, maupun melanjutkan pendidikan di pondok pesantren yang berada di luar daerah.

26 Lulusan SMP Belum Melanjutkan

Sementara itu, pada jenjang SMP, sebanyak 26.828 siswa tercatat sebagai lulusan tahun 2026 dan seluruhnya dinyatakan lulus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.802 siswa tercatat melanjutkan pendidikan. Sebanyak 10.240 siswa masuk SMA dan 12.883 siswa melanjutkan ke SMK.

Selain itu, 1.937 siswa melanjutkan ke Madrasah Aliyah (MA), satu siswa ke Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dua siswa ke Pendidikan Diniyah Formal, 322 siswa ke PKBM, 188 siswa ke pondok pesantren dan satu siswa ke SLB.

Namun, masih terdapat 26 lulusan SMP yang belum melanjutkan pendidikan. Penyebabnya cukup beragam.

Sebanyak 17 siswa memilih bekerja. Kemudian dua siswa terkendala masalah kesehatan atau merupakan penyandang disabilitas.

Selanjutnya, satu siswa menikah, empat siswa terkendala biaya pendidikan, satu siswa tidak mau bersekolah dan satu siswa lainnya tidak memiliki alasan yang tercatat.

Dari 26 siswa tersebut, 11 orang merupakan warga Kabupaten Cirebon. Sedangkan 15 lainnya tercatat bersekolah di SMP Kabupaten Cirebon, tetapi berasal dari luar daerah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam membaca angka keberlanjutan pendidikan. Sebab, angka 99,9 persen yang disampaikan Dinas Pendidikan menggambarkan warga Kabupaten Cirebon yang tercatat melanjutkan pendidikan berdasarkan data yang tersedia.

Masih terdapat anak yang tidak melanjutkan pendidikan karena memilih bekerja, terkendala biaya, masalah kesehatan, menikah maupun memilih tidak bersekolah.

“Kalau persentase mungkin 99,9 persen warga Kabupaten Cirebon lulusan itu bisa melanjutkan seluruhnya,” ujarnya.

Ronianto menambahkan, data tersebut mencakup satuan pendidikan yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, baik negeri maupun swasta.

Sementara itu, lulusan MI dan MTs yang berada di bawah Kementerian Agama masih dalam proses koordinasi. Artinya, angka tersebut belum dapat dibaca sebagai gambaran mutlak seluruh lulusan pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Cirebon.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon juga masih menghadapi persoalan siswa yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal.

Dari empat siswa SD yang tidak lulus, terdapat siswa yang tidak mengikuti ujian karena sakit parah. Ada pula siswa yang sebelumnya sudah tidak bersekolah dalam kurun waktu tertentu.

Ronianto mengatakan, siswa yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal tetap didorong untuk masuk ke jalur pendidikan nonformal.

“Ketika tidak bisa lagi mengikuti pendidikan di formal, kami tarik ke pendidikan nonformal, ke Paket A dan sebagainya, yang memungkinkan lebih fleksibel,” pungkasnya. (zen)