CIREBON – Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon mengirimkan dua siswa, masing-masing satu putra dan satu putri, untuk mengikuti Jambore Nasional Pramuka.
Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Cirebon, Aripin, mengatakan keikutsertaan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon dalam Jambore Nasional terbuka bagi anggota Pramuka Penggalang yang masih aktif.
“Jambore ini sifatnya terbuka untuk umum. Jadi siapa pun yang penting dia adalah anggota Pramuka Penggalang aktif, maka dia berhak untuk mengikuti Jambore Nasional,” ujarnya, Selasa (11/8).
Menurut Aripin, Jambore Nasional menjadi ajang pertemuan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain kegiatan kepramukaan, peserta juga mendapatkan materi edukasi dan berbagai pengalaman baru.
“Intinya adalah Jambore Nasional itu pertemuan Pramuka Penggalang se-Indonesia. Di sana juga banyak kegiatan, di antaranya materi, edukasi tentang pemadam kebakaran, lingkungan, dan sebagainya. Juga ada game-game yang menarik untuk penggalang,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Ahmad Maulana, mengatakan sekitar 20 siswa mengikuti kegiatan pramuka di sekolahnya, baik putra maupun putri.
Ia menyebut kegiatan pramuka di sekolahnya tidak bersifat wajib. Siswa mengikuti kegiatan tersebut berdasarkan pilihan dan kemauan masing-masing.
“Untuk pramuka sendiri tidak wajib, jadi dipilih, niat dari sendiri,” katanya.
Maulana mengaku senang mengikuti kegiatan pramuka karena dapat bertemu dan beraktivitas bersama banyak teman. Ia telah mengikuti kegiatan tersebut selama sekitar satu tahun.
“Rasanya seru, banyak teman-teman. Teman-temannya juga aktif,” ujarnya.
Salah satu pengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon, Anugrah Agung Nurbayan, mengatakan materi kepramukaan yang diberikan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya.
Para siswa terlebih dahulu dikenalkan dengan dasar-dasar kepramukaan, termasuk Satya dan Darma Pramuka. Setelah memahami nilai-nilai tersebut, siswa kemudian dibekali berbagai keterampilan kepramukaan.
“Yang diajarkan seperti hal umum di sekolah lain juga. Dasar-dasarnya dulu, kita mengenalkan Satya dan Darma. Karena pramuka itu harus kuat dulu dalam Satya dan Darma,” katanya.
Selain materi dasar, siswa juga diajarkan keterampilan seperti baris-berbaris, membuat simpul, serta berbagai keterampilan kepramukaan lainnya.
“Kalau mereka sudah berpegang teguh pada itu, yang lain juga seperti baris-berbaris, simpul-simpul, kita ajarkan semuanya. Jadi sama saja dengan pada umumnya,” tuturnya.
Keikutsertaan dua siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Cirebon dalam Jambore Nasional menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, memperluas pertemanan, serta mengembangkan keterampilan kepramukaan bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia. (its)
















