CIREBON – Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, ikut memanen mangga bersama kader Kelompok Tani (Poktan) Hortipark Agrigardina di RW 15 Permata Harjamukti Selatan, Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon.
Mangga yang dipanen merupakan varietas yang dikembangkan sendiri oleh Poktan Hortipark Agrigardina dan diberi nama mangga Agrigardina.
Kebun tersebut menjadi salah satu aktivitas produktif warga di lingkungan yang telah dinobatkan sebagai Kampung Proklim. Tidak hanya mengembangkan tanaman buah, Poktan Hortipark Agrigardina juga mengelola berbagai sektor lain, mulai dari kebun sayuran, peternakan ayam petelur hingga perikanan.
Saat tiba di lokasi, Farida yang akrab disapa Rida mengaku terkesan melihat keberadaan lahan produktif di tengah kawasan perkotaan.
Menurutnya, kebun tersebut mampu mengubah lahan perkotaan menjadi ruang terbuka hijau yang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah saya diajak untuk panen mangga, jenisnya mangga Agrigardina. Rasanya sangat manis, seperti perkawinan harum manis dan lali jiwo,” ungkap Rida.
Rida bahkan turun langsung memetik mangga yang telah memasuki masa panen. Buah yang siap dipanen ditandai dengan warna yang mulai menguning serta aroma yang semakin harum.
Karena pohonnya tidak terlalu tinggi, Rida dapat memetik langsung buah mangga dari pohonnya. Ia juga sempat mencoba cara unik menikmati mangga yang dikupas menggunakan tangan tanpa pisau.
“Saya petik langsung dari pohonnya, sampai nyobain cara unik makan mangga yang dikupas langsung pakai tangan tanpa pisau. Rasanya manis, segar, dan wangi sekali,” ujarnya.
Usai panen mangga, Rida meninjau berbagai aktivitas produksi yang dikelola Poktan Hortipark Agrigardina. Mulai dari kebun sayuran, peternakan ayam petelur hingga kolam perikanan.
Ia menilai aktivitas tersebut tidak hanya menjadi kegiatan produktif warga, tetapi juga telah memberikan nilai ekonomi bagi para kader.
Produk yang dihasilkan Poktan Hortipark Agrigardina bahkan telah memiliki pasar tersendiri. Dalam kondisi tertentu, hasil produksi yang tersedia belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.
Rida pun ikut membeli telur hasil peternakan ayam petelur yang kebetulan sedang dipanen. Telur tersebut kemudian diberikan kepada masyarakat setempat.
“Saya ikut membeli telur hasil peternakan yang kebetulan dipanen juga. Kemudian saya berikan untuk masyarakat di sana,” katanya.
Selain menikmati hasil perkebunan dan peternakan, Rida juga diajak mencicipi hasil perikanan yang dikembangkan warga, seperti ikan lele dan mujair.
Di tengah cuaca siang yang cukup panas, Rida bersama warga kemudian menikmati makan siang yang dimasak secara bersama-sama. Hidangan tersebut menggunakan bahan-bahan yang sebagian berasal dari hasil kebun dan produksi warga sendiri.
“Panen hari ini sempurna, kita makan siang bersama ibu-ibu di sini. Nikmat sekali, makan hasil kebun sendiri, dimasak pagi-pagi, lalu disantap bareng-bareng. Masya Allah, nikmatnya luar biasa,” tuturnya.
Rida berharap semangat Poktan Hortipark Agrigardina dapat menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di berbagai RW di Kota Cirebon.
Menurutnya, gerakan berbasis masyarakat seperti itu dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan perekonomian warga.
“Alhamdulillah bapak-bapak dan ibu-ibu pengurus di sini konsisten untuk kebersamaan. Saya sangat bangga melihat semangat dan kekompakan warga di sini. Semoga inisiatif luar biasa ini bisa terus berkembang dan menginspirasi wilayah-wilayah lain di Kota Cirebon untuk wujudkan kemandirian pangan dan lingkungan yang asri,” pungkasnya. (sep)















