Warga Desa Krasak Tolak Bala Kekeringan

Warga Desa Krasak Kabupaten Indramatu menggelar tradisi ratib keliling untuk menolak bala kekeringan

INDRAMAYU – Pemerintah Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, menggelar tradisi Ratib Keliling sebagai bentuk ikhtiar batin menghadapi musim bala, termasuk ancaman wabah penyakit dan krisis kekeringan. Kegiatan tersebut berlangsung Selasa (11/8) malam.

Tradisi dipimpin langsung Kuwu Krasak Khairul Isma Arif bersama para tokoh agama dan sejumlah elemen masyarakat. Mengenakan busana serba putih, rombongan berangkat dari Alun-alun Desa Krasak, kemudian menyusuri sejumlah sudut desa sambil melantunkan zikir dan memanjatkan doa.

Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, perlindungan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan marabahaya.

Kuwu Krasak Khairul Isma Arif mengatakan, Ratib Keliling merupakan tradisi yang telah dilakukan masyarakat pada bulan yang dianggap sebagai bulan bala. Tradisi tersebut biasanya dilaksanakan ketika terdapat ancaman wabah penyakit maupun saat masyarakat menghadapi musibah, termasuk kondisi kekeringan seperti yang terjadi saat ini.

Menurutnya, pelaksanaan Ratib Keliling dilakukan secara berkala pada waktu yang dianggap rawan datangnya musibah atau ketika desa menghadapi ancaman nyata seperti wabah penyakit dan kemarau panjang.

Penentuan waktu pelaksanaan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama melalui musyawarah antara ulama dan umaro atau pemerintah desa.

“Sekarang kita semua, bukan hanya di Kabupaten Indramayu, tetapi di daerah lainnya juga sama sedang dilanda kekeringan. Melalui Ratib Keliling ini, kita berdoa bersama agar apa yang dialami saat ini, khususnya kekeringan, bisa segera berakhir,” ujar Arif.

Pelaksanaan tradisi tersebut memiliki nuansa unik dan sakral. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan pakaian berwarna putih. Selain itu, seluruh lampu penerangan di wilayah Desa Krasak dipadamkan selama prosesi berlangsung hingga seluruh rangkaian Ratib Keliling selesai.

Arif menuturkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama yang melibatkan pemerintah desa, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi bagian dari usaha masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan.

“Semoga dengan ikhtiar kami bersama, baik itu dari pemerintah desa, tokoh agama, dan seluruh masyarakat, kekeringan bisa segera berakhir. Karena warga kami mayoritas petani yang membutuhkan air untuk sawah, sehingga kegiatan bertani bisa berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang maksimal,” katanya.

Selain berharap kekeringan segera berakhir, Arif juga berharap seluruh masyarakat Desa Krasak senantiasa diberikan kesehatan dan perlindungan serta dijauhkan dari wabah penyakit, bahaya, dan berbagai bentuk marabahaya.

Ratib Keliling menjadi salah satu bentuk kebersamaan warga Desa Krasak dalam menghadapi kondisi yang tengah terjadi. Pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat bersama-sama melakukan ikhtiar melalui zikir dan doa agar desa beserta seluruh warganya senantiasa mendapatkan keselamatan dan keberkahan. (oni)