Bupati Kuningan Ajak Pelajar Berani Melapor untuk Lawan Bullying

Siswa SMP Negeri 1 Kuningan diajak berani melapor untuk lawan bullying

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan mempertegas komitmennya dalam melindungi anak dari segala bentuk perundungan melalui Kampanye Nasional Stop Bullying di SMP Negeri 1 Kuningan, Jumat (21/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, menyerukan kepada para pelajar agar berani bersuara dan melaporkan setiap tindakan bullying, baik yang terjadi secara langsung maupun di dunia maya.

Menurut Bupati, para siswa perlu memahami perbedaan antara gurauan dan tindakan perundungan. Perlakuan yang membuat seseorang merasa tersakiti, minder, tertekan, atau terancam tidak bisa dianggap sebagai candaan biasa.

“Bentuknya bisa berupa ejekan fisik, pengucilan, hingga ancaman melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Semua itu tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Ia menekankan, upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan bullying bukan hanya menjadi tugas guru dan kepala sekolah, tetapi juga membutuhkan peran aktif siswa, orang tua, serta seluruh warga sekolah.

Bupati juga mengingatkan agar korban maupun saksi perundungan tidak memilih untuk diam. Keberanian melaporkan kejadian kepada guru, pihak sekolah, atau orang tua dinilai menjadi langkah penting untuk memutus rantai perundungan.

“Korban maupun saksi jangan tinggal diam. Keberanian untuk menyampaikan laporan kepada pihak sekolah atau orang tua menjadi kunci utama dalam memutus rantai perundungan,” ujarnya.

Sebagai alumni SMPN 1 Kuningan, Bupati turut memberikan motivasi kepada para siswa. Ia mengajak mereka untuk menjaga nama baik sekolah yang telah melahirkan banyak tokoh sukses. Bahkan, ia memiliki kedekatan khusus dengan sekolah tersebut karena istri dan ketiga anaknya juga merupakan bagian dari keluarga besar SMPN 1 Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Bupati mengapresiasi panitia penyelenggara yang mengemas kampanye anti-bullying dengan pendekatan edukatif, salah satunya melalui pemutaran film berjudul “Aku Bukan Musuhmu”.

Melalui metode tersebut, para siswa diharapkan dapat lebih mudah memahami dampak buruk bullying serta pentingnya membangun sikap saling menghormati dan menghargai.

Bupati pun berpesan agar para pelajar terus belajar dengan sungguh-sungguh, menaati nasihat orang tua, menghormati guru, serta menjaga hubungan baik dengan sesama teman.

“Belajar dengan sungguh-sungguh dan rajin, patuhi nasihat kedua orang tua, hormati arahan guru di sekolah, dan jaga hubungan baik serta saling menghargai antarteman,” pungkasnya.

Melalui kampanye tersebut, seluruh siswa SMPN 1 Kuningan secara terbuka menyatakan komitmen untuk melawan segala bentuk perundungan demi mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. (iim)