CIREBON – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon menggelar Madrasah Expo dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi madrasah untuk menampilkan berbagai potensi dan program unggulan, sekaligus memperkenalkan penerapan kurikulum berbasis cinta kepada masyarakat.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Cirebon, H Jajang Badruzzaman, mengatakan Madrasah Expo tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan produk madrasah, tetapi juga memperlihatkan penerapan nilai-nilai pendidikan di lingkungan madrasah.
Salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis cinta yang diwujudkan dalam konsep ekoteologi. Para siswa didorong memiliki kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan pemanfaatan sampah, penghijauan, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan.
Selain itu, expo juga menampilkan budaya literasi, produk unggulan madrasah, serta seni dan budaya. Kreativitas siswa turut ditampilkan melalui berbagai karya dan inovasi yang dihasilkan madrasah.
“Yang kita harapkan dari expo ini antara lain penerapan kurikulum berbasis cinta, kemudian ekoteologi, budaya literasi, produk unggulan, serta seni budaya,” ujar Jajang.
Menurutnya, Madrasah Expo digelar selama satu hari. Keterbatasan tempat membuat jumlah peserta harus dibatasi. Untuk madrasah negeri, sekitar 26 madrasah turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Cirebon, H Slamet, mengatakan Madrasah Expo merupakan salah satu rangkaian kegiatan Kemenag Kabupaten Cirebon dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia menyebut sejumlah kegiatan telah disiapkan Kemenag, mulai dari doa dan dzikir serta doa kebangsaan, napak tilas ke makam Sunan Gunung Jati, Gerakan Bersih Masjid (Geber Masjid), hingga Madrasah Expo.
Rangkaian kegiatan juga diisi berbagai perlombaan antarpegawai di lingkungan Kemenag sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan. Selain itu, Kemenag akan menggelar Jalan Santai Harmony Kebangsaan.
Menurut Slamet, seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari Asta Protas atau program prioritas Kemenag yang diarahkan untuk semakin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini diharapkan akan memperkuat hubungan antara Kemenag, satuan pendidikan madrasah, pegawai, serta masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan kepedulian sosial,” ucapnya. (awr)















