Santri Al Hikmah Raih Medali Perak Olimpiade Matematika

Santri Al Hikmah Cirebon, Muhammad Farras Haidar meraih medali perak Olimpiade Matematika.

CIREBON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu (PTQT) Al Hikmah Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Muhammad Farras Haidar, siswa SMP Al Hikmah 2 Dukupuntang, berhasil meraih medali perak dalam Olimpiade Matematika pada ajang Festival Olimpiade Sains Nasional.

Prestasi tersebut semakin melengkapi deretan capaian yang telah diraih Farras selama menempuh pendidikan di lingkungan Al Hikmah. Selain berprestasi di bidang akademik, siswa yang bercita-cita menjadi dokter itu juga telah menghafal 16 juz Al-Qur’an.

Farras merupakan anak bungsu dari dua bersaudara pasangan Eri Febriyanto, S.T., ASN di Kecamatan Klangenan, dan Ros Nija, S.E., ASN di DPMPTSP. Lahir di Cirebon pada 3 November 2016, Farras dikenal memiliki hobi bermain futsal.

Ia juga memiliki prinsip hidup yang menjadi pegangannya, yakni, “Seburuk apa pun yang kamu temui, tetaplah jadi baik.”

Sejak dua tahun lalu, Farras meninggalkan rumah untuk menempuh pendidikan sekaligus mondok di PTQT Al Hikmah Bobos, Dukupuntang. Awalnya, ia tidak menyangka dapat menghafal Al-Qur’an hingga 16 juz.

Apa yang sebelumnya terasa sulit dan hampir mustahil, perlahan berhasil diwujudkan. Farras mengaku capaian tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua, doa, serta motivasi yang terus diberikan kepadanya.

“Terima kasih kepada pembimbing yang senantiasa tekun membersamai hingga hasilnya seperti sekarang,” ujar Farras, yang juga mengagumi pemain Mobile Legends ONIC Kairi.

Orang tua Farras, Eri Febriyanto, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih putranya. Ia berharap hafalan Al-Qur’an Farras terus bertambah dan cita-citanya menjadi dokter sekaligus hafiz Al-Qur’an dapat terwujud.

“Semoga cita-citanya menjadi seorang dokter yang hafiz Al-Qur’an bisa terwujud. Semoga pula raihan medali perak di olimpiade matematika menjadi motivasi agar ke depan bisa meraih medali emas di olimpiade lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMP Al Hikmah 2 Dukupuntang, Sudomo, Lc., didampingi Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Adah Sa’adah, S.Pd.I., berharap Farras dapat melanjutkan pendidikan ke MA Al Hikmah.

Dengan melanjutkan pendidikan di lingkungan Al Hikmah, Farras diharapkan dapat menuntaskan hafalan Al-Qur’annya hingga 30 juz.

Menurutnya, selama tinggal di pondok, Farras juga menunjukkan perkembangan positif. Ia tumbuh menjadi santri yang mandiri, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab.

Ketua Yayasan Al Hikmah Bobos Dukupuntang Cirebon, Nina Nurohmah, M.Si., Al Hafidzah, mengatakan Yayasan Al Hikmah merupakan lembaga dakwah, sosial, dan pendidikan yang menaungi jenjang TK, SD, SMP hingga MA.

Untuk jenjang SMP dan MA, para siswa diwajibkan tinggal selama 24 jam di asrama dan mengikuti berbagai aktivitas pendidikan serta pembinaan di lingkungan pesantren.

Yayasan, kata Nina, berupaya memfasilitasi berbagai potensi yang dimiliki santri agar dapat berkembang secara optimal.

“Harapannya, selain hafal dan dekat dengan Al-Qur’an, santri juga bagus secara akademis dan memiliki kemampuan pengembangan diri,” katanya.

Menurut Nina, capaian Muhammad Farras Haidar menjadi salah satu bukti bahwa pembinaan di lingkungan Al Hikmah dapat berjalan seiring antara pendidikan agama dan prestasi akademik.

Farras tidak hanya mampu menghafal 16 juz Al-Qur’an, tetapi juga berhasil membawa pulang medali perak dari Olimpiade Matematika. (abd)