CIREBON – Persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) mulai dilakukan SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Sebanyak 428 siswa kelas 9 mengikuti tryout TKA untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus mengetahui sejauh mana kesiapan mereka menghadapi tes.
Tryout tersebut digelar melalui kerja sama SMPN 4 Kota Cirebon dengan Genza Education. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah karena tidak hanya menjadi ajang latihan, tetapi juga menjadi sarana untuk memetakan kemampuan awal siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 4 Kota Cirebon, Ahmad Yani, mengatakan tryout menjadi bagian dari strategi sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi TKA.
“Alhamdulillah, di awal ini kami mengadakan kegiatan tryout TKA sebagai persiapan untuk mengetahui kemampuan awal anak-anak dan persiapan menghadapi TKA,” ujar Ahmad Yani.
Menurutnya, seluruh siswa kelas 9 SMPN 4 Kota Cirebon yang berjumlah 428 orang mengikuti tryout perdana tersebut. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi sekolah untuk melihat materi maupun kemampuan yang masih perlu ditingkatkan.
Persiapan menghadapi TKA, lanjut Ahmad Yani, tidak berhenti pada tryout pertama. Siswa masih akan menghadapi sejumlah tahapan persiapan lain, termasuk simulasi dan gladi bersih yang nantinya diselenggarakan pemerintah.
“Ini kan tryout pertama yang diikuti 428 siswa kelas 9 di SMPN 4 Kota Cirebon. Ke depan tentunya ada tahapan lagi. Biasanya sebelum TKA juga dari pemerintah ada simulasi dan gladi bersih,” katanya.
Dengan adanya evaluasi secara bertahap, siswa diharapkan tidak hanya terbiasa dengan model soal, tetapi juga dapat mengetahui bagian mana yang masih menjadi kelemahan.
Sekolah bahkan memasang target peningkatan nilai yang cukup signifikan dibandingkan capaian sebelumnya.
Ahmad Yani menyebut rata-rata nilai TKA sebelumnya masih berada di kisaran 40 untuk dua mata pelajaran. Tahun ini, SMPN 4 Kota Cirebon menargetkan rata-rata capaian siswa dapat meningkat ke angka 60 hingga 70.
“Targetnya kita bisa di 60-an, atau 70-an, dari yang sebelumnya itu hanya di 40-an dan untuk dua mata pelajaran,” ungkapnya.
Menurut Ahmad Yani, peningkatan capaian TKA menjadi perhatian penting sekolah karena hasil tes tersebut berkaitan dengan proses pendidikan siswa setelah lulus SMP.
Ia menjelaskan, hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) ke jenjang SMA, terutama dalam jalur prestasi.
“TKA ini sekarang penting sehingga menjadi perhatian sekolah karena hasilnya nanti akan digunakan dalam proses SPMB ke jenjang SMA,” jelasnya.
Genza Education Berikan Pembahasan Soal
Sementara itu, Branch Manager Genza Education, Astika Riani, mengatakan pihaknya mendapat kesempatan untuk menggelar tryout TKA pertama di SMPN 4 Kota Cirebon.
Menurut Astika, kegiatan tersebut diberikan secara gratis sebagai bagian dari kontribusi Genza Education dalam mendukung persiapan akademik siswa.
“Pada hari ini Genza Education diberi kesempatan oleh SMP 4 Kota Cirebon untuk mengadakan tryout TKA yang pertama kali dan itu gratis. Harapannya ke depan tryout ini bisa bersinergi dan terus berkelanjutan,” ujar Astika.
Tidak hanya menggelar tryout, Genza Education juga akan memberikan pembahasan terhadap soal-soal yang dikerjakan siswa. Para siswa nantinya dapat mengikuti pembahasan untuk mengetahui pola kesalahan sekaligus strategi dalam menyelesaikan soal.
Astika menjelaskan, TKA membutuhkan kemampuan literasi yang baik. Sementara pada materi matematika, siswa tidak hanya dituntut menguasai rumus, tetapi juga mampu memahami soal secara kontekstual.
“Kami dari Genza akan ikut berkontribusi untuk pembahasan soal-soal TKA nanti. Jadi anak-anak nanti akan kami undang untuk datang ke Genza untuk diadakan pembahasan dari soal-soal tryout yang dikeluarkan pada hari ini,” katanya.
Dalam persiapan tersebut, Genza Education juga memperkenalkan metode pengerjaan soal yang disebut G-Solution.
Metode ini dirancang untuk membantu siswa menemukan pola penyelesaian soal secara lebih cepat, tepat, dan efisien. Selain kemampuan akademik, siswa juga diarahkan agar memiliki kesiapan mental ketika menghadapi tes.
“Jadi bagaimana cara menjawab soal dengan tepat, mudah, dan efisien. Anak-anak akan dipersiapkan secara akademik dan juga mental supaya mereka lebih siap menghadapi TKA,” jelas Astika.
Siswa Perlu Kuasai Manajemen Waktu
Astika menambahkan, kemampuan mengatur waktu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan siswa ketika mengerjakan TKA.
Menurutnya, siswa harus memiliki strategi agar tidak terlalu lama menghabiskan waktu pada satu soal. Dalam latihan, satu soal idealnya dapat diselesaikan sekitar dua menit, sehingga siswa perlu memahami cara memilih soal dan menentukan prioritas pengerjaan.
Tryout juga diharapkan memberikan pengalaman kepada siswa mengenai karakter soal yang akan mereka hadapi.
Dengan mengenali pola dan tingkat kesulitan soal sejak awal, siswa dapat melakukan evaluasi dan memperbaiki kemampuan sebelum pelaksanaan TKA sebenarnya.
Genza Education menyatakan peluang kerja sama serupa juga terbuka bagi sekolah negeri maupun swasta lainnya di Kota Cirebon.
Astika berharap kegiatan tryout tidak hanya menjadi agenda sekali jalan. Hasil tryout dapat dimanfaatkan siswa dan orang tua untuk memantau perkembangan kemampuan akademik secara berkala.
“Anak-anak bisa bersaingnya lebih sehat dan mereka juga tahu karakter model soal yang sesungguhnya. Pencapaian mereka tentunya akan diketahui orang tua ataupun anak-anak, sehingga persiapannya bisa lebih matang lagi,” pungkasnya. (its)
















