Siswa RA Tahfiz Quran Attaqwa Ikuti Manasik Haji, Kenalkan Rukun Islam Kelima Sejak Dini

Siswa RA Tahfiz Quran Attaqwa mengikuti manasik haji tingkat Kota Cirebon untuk mengenal rukun Islam kelima dan menanamkan nilai islami sejak usia dini.

CIREBON – Pengenalan ibadah haji sejak usia dini menjadi salah satu upaya penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak-anak. Hal itu dilakukan RA Tahfiz Quran Attaqwa dengan mengikuti kegiatan Peragaan Manasik Haji tingkat Raudhatul Athfal (RA) se-Kota Cirebon, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Kota Cirebon tersebut berlangsung di lapangan olahraga MAN 1 Cirebon. Puluhan lembaga RA se-Kota Cirebon turut ambil bagian dalam kegiatan edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan tata cara ibadah haji kepada peserta didik melalui praktik secara langsung.

Bagi siswa RA Tahfiz Quran Attaqwa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal salah satu rukun Islam, yakni ibadah haji, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Anak-anak tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga diajak mempraktikkan sejumlah rangkaian ibadah haji sebagaimana yang dilakukan oleh jemaah di Tanah Suci.

Kepala RA Tahfiz Quran Attaqwa, Sri Rahayu Sulastri, SPdI, menjelaskan bahwa keikutsertaan peserta didiknya dalam manasik haji tingkat RA se-Kota Cirebon merupakan bagian dari upaya pendidikan agama Islam sejak usia dini.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ayu tersebut, kegiatan manasik haji memiliki sejumlah tujuan penting. Di antaranya mengenalkan tata cara pelaksanaan ibadah haji, menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam, serta membangun karakter religius dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kota Cirebon, jajaran pengurus IGRA Kota Cirebon, serta siswa dan guru RA dari berbagai lembaga pendidikan di Kota Cirebon.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan mengikuti tahapan-tahapan ibadah haji. Mulai dari mengenakan pakaian ihram, mengenal pelaksanaan wukuf di Arafah, tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Safa dan Marwah, hingga rangkaian manasik lainnya.

Seluruh tahapan disesuaikan dengan kemampuan dan tingkat pemahaman anak usia dini. Dengan demikian, siswa dapat mengenal setiap rangkaian ibadah secara bertahap tanpa merasa terbebani oleh materi pembelajaran yang terlalu kompleks.

Ayu menegaskan, peragaan manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial atau agenda rutin antarlembaga pendidikan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan pengetahuan agama anak.

“ Kegiatan peragaan manasik haji bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman bermakna bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia berharap, melalui praktik secara langsung, peserta didik dapat memahami gambaran pelaksanaan ibadah haji dengan lebih baik. Metode pembelajaran di luar kelas seperti ini juga dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menarik, dan berkesan bagi anak-anak.

Selain mengenalkan tata cara ibadah, kegiatan manasik haji juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, kesabaran, serta kepatuhan dalam menjalankan ajaran agama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.

RA Tahfiz Quran Attaqwa berharap pengalaman mengikuti manasik haji dapat menumbuhkan semangat beribadah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta membangun kecintaan anak-anak terhadap ajaran Islam.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan cita-cita kepada peserta didik agar suatu saat nanti dapat berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama keluarga.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pengurus Yayasan Attaqwa, Dr. H. Ahmad Yani, M.Ag. Ia mendukung pelaksanaan manasik haji bagi siswa RA se-Kota Cirebon sebagai bagian dari penguatan pendidikan agama Islam.

Dukungan yayasan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam membangun fondasi keagamaan dan membentuk karakter islami sejak usia dini.

Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan yayasan, pendidikan agama diharapkan tidak hanya berhenti pada pembelajaran di ruang kelas. Anak-anak juga perlu mendapatkan pengalaman nyata agar nilai-nilai Islam dapat lebih mudah dipahami dan tertanam dalam kehidupan mereka.

Keikutsertaan RA Tahfiz Quran Attaqwa dalam peragaan manasik haji ini menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan pembelajaran agama yang edukatif, menyenangkan, sekaligus membekali generasi muda dengan kecintaan terhadap ibadah sejak usia dini. (abd)