Antrean BBM Mengular hingga 100 Meter, Ini yang Dilakukan Marshal SPBU di Cirebon

Mengenal tugas marshal SPBU di Cirebon. Rahmat Buntoro sigap mengatur antrean BBM, menenangkan konsumen hingga menghadapi kendaraan mengular.

CIREBON – Pagi hari menjadi waktu paling sibuk bagi Rahmat Buntoro (26). Di tengah aktivitas masyarakat yang bergegas menuju tempat kerja maupun mengantar anak ke sekolah, ia justru bersiap menghadapi kesibukan lain. Mengenakan rompi khusus bertuliskan marshal, Rahmat berdiri di area SPBU Coco 31.45101 By Pass Cirebon untuk memastikan antrean kendaraan pengisi bahan bakar minyak (BBM) tetap tertib dan lancar.

BAGI Rahmat, mengatur antrean kendaraan bukan sekadar mengarahkan pengendara menuju jalur pengisian BBM. Ada tanggung jawab lebih besar yang harus dijalankan, mulai dari memberikan informasi kepada konsumen, menjaga ketertiban, hingga membantu meredam emosi pengendara yang tidak sabar menunggu giliran.

Selama empat tahun bekerja sebagai petugas keamanan di SPBU Coco 31.45101 By Pass Cirebon, tahun ini Rahmat mendapatkan tugas baru sebagai marshal. Perubahan peran tersebut membuat aktivitas hariannya semakin dekat dengan konsumen yang datang untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan.

Tugasnya mulai terasa ketika kendaraan roda dua maupun roda empat berdatangan dalam waktu bersamaan. Terutama pada pagi hari, ketika masyarakat memulai aktivitas dan membutuhkan BBM sebelum melanjutkan perjalanan.

Pada situasi tersebut, Rahmat harus sigap mengatur posisi kendaraan. Ia memastikan setiap pengendara masuk ke jalur antrean sesuai jenis produk BBM yang hendak dibeli. Informasi mengenai ketersediaan bahan bakar juga menjadi hal penting agar konsumen tidak membuang waktu mengantre untuk produk yang sedang kosong.

“Agar lebih tertib, saya arahkan antrean sesuai produk. Saya informasikan juga kalau misalnya BBM sedang kosong, jadi konsumen tak perlu antre,” jelas Rahmat kepada Radar Cirebon, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, kondisi antrean pada pagi hari relatif masih bisa dikendalikan. Sebagian besar pengendara cukup tertib dan mengikuti arahan petugas. Namun, situasinya bisa berbeda ketika memasuki siang hari hingga menjelang jam pulang kerja.

Pada waktu tersebut, jumlah kendaraan yang datang terkadang meningkat. Panjangnya antrean ditambah cuaca panas khas Cirebon menjadi tantangan tersendiri bagi petugas marshal.

Tidak sedikit konsumen yang datang dengan kondisi terburu-buru. Ketika harus menunggu cukup lama di bawah terik matahari, kesabaran pengendara terkadang ikut diuji.

Rahmat mengaku pernah menghadapi konsumen yang meluapkan kekesalan karena terlalu lama mengantre. Dalam kondisi seperti itu, ia tidak hanya dituntut mampu mengatur kendaraan, tetapi juga harus menjaga komunikasi agar situasi tidak semakin memanas.

“Pernah ada yang marah-marah, mungkin karena kondisi panas, tak sabar menunggu antrean dan sedang buru-buru. Di sinilah tugas saya juga untuk membuat konsumen tenang,” ungkapnya.

Berbagai pendekatan dilakukan Rahmat untuk membantu konsumen merasa lebih nyaman. Salah satunya dengan membagikan air mineral kepada pengendara yang sedang menunggu giliran pengisian BBM.

Langkah sederhana tersebut menjadi salah satu cara untuk mencairkan suasana sekaligus menunjukkan bahwa petugas marshal tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas kendaraan di area SPBU.

Pernah Hadapi Antrean Mengular hingga 100 Meter

Salah satu pengalaman yang cukup berkesan bagi Rahmat adalah ketika menghadapi antrean kendaraan yang mengular hingga sekitar 100 meter dari area stasiun pengisian.

Situasi tersebut membutuhkan kesigapan ekstra. Ia harus memastikan kendaraan tetap berada dalam barisan yang teratur, mengarahkan konsumen sesuai jalur, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap kelancaran kendaraan lain.

Dalam kondisi antrean panjang, kecepatan memberikan arahan menjadi faktor penting. Sebab, semakin lama antrean tidak tertata, semakin besar pula kemungkinan terjadi penumpukan kendaraan dan kesalahpahaman antarkonsumen.

“Harus sigap. Jadi meski ada antrean, cepat terurai,” ujarnya.

Bagi Rahmat, pengalaman tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani setiap hari. Ia menyadari bahwa pelayanan di SPBU tidak hanya ditentukan oleh proses pengisian BBM, tetapi juga bagaimana konsumen mendapatkan pengalaman yang aman, tertib, dan nyaman sejak memasuki area SPBU.

Keberadaan marshal pun menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pelayanan yang lebih teratur. Terlebih, SPBU merupakan salah satu fasilitas publik yang setiap hari melayani kebutuhan energi masyarakat dengan karakteristik konsumen dan kendaraan yang beragam.

Pertamina Perkuat Peran Marshal di SPBU

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Reno Fri Daryanto, mengatakan penyiagaan petugas marshal merupakan salah satu langkah Pertamina untuk meningkatkan kelancaran pelayanan pengisian BBM di SPBU.

Sebelumnya, personel yang menjalankan tugas tersebut merupakan bagian dari petugas keamanan SPBU. Kemudian, dilakukan penyeragaman nama dan peran agar masyarakat lebih mudah mengenali petugas yang bertanggung jawab mengatur antrean serta membantu kelancaran pelayanan.

Program marshal telah dihadirkan sejak awal 2026. Keberadaan mereka diharapkan mampu memperkuat aspek keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan konsumen ketika melakukan pengisian BBM.

“Program marshal ini telah kita hadirkan sejak awal tahun 2026. Mereka memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan, ketertiban, dan kelancaran pelayanan di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU),” paparnya.

Selain memperkuat pelayanan melalui petugas marshal, Pertamina Patra Niaga juga terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur. Pemantauan dilakukan terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di SPBU untuk menjaga kelancaran distribusi energi.

Reno menjelaskan, pemantauan pasokan dilakukan secara berkelanjutan di seluruh SPBU wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

“Sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan BBM, Pertamina Patra Niaga memastikan pemantauan pasokan dilakukan secara berkelanjutan di seluruh SPBU wilayah Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, terdapat 14 SPBU yang beroperasi di wilayah Kota Cirebon. Sementara itu, Kabupaten Cirebon memiliki 58 SPBU yang melayani kebutuhan bahan bakar masyarakat.

Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus memastikan distribusi energi berjalan lancar. Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai produk maupun layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.

Di balik aktivitas pengisian BBM yang terlihat sederhana, keberadaan marshal seperti Rahmat menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pelayanan. Mereka berada di garis depan ketika kendaraan mulai memadati SPBU, memastikan antrean tidak semrawut, serta membantu konsumen mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

Bagi Rahmat, tugas tersebut bukan hanya tentang mengurai kendaraan yang mengular. Lebih dari itu, ia juga harus menjaga suasana tetap kondusif agar setiap konsumen bisa mendapatkan pelayanan dengan aman dan nyaman. (apr)