Pembangunan Dua Flyover di Kota Cirebon Dapat Lampu Hijau, Krucuk Ditargetkan Mulai 2027

Rencana pembangunan 2 titik flyover di Kota Cirebon telah disetujui, salah satunya di Jalan Slamet Riyadi Krucuk

CIREBON – Kabar baik datang bagi pembangunan infrastruktur di Kota Cirebon. Rencana pembangunan flyover di dua titik perlintasan sebidang, yakni Jalan Slamet Riyadi atau Krucuk dan Jalan Kesambi, disebut telah mendapat persetujuan dari pemerintah.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, mengatakan usulan pembangunan dua flyover tersebut telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan layak untuk dilaksanakan.

“Alhamdulillah pembangunan flyover yang kita ajukan sudah di-ACC,” ujar Edo saat diwawancarai wartawan, Senin (24/8).

Menurut Edo, pembangunan kedua flyover tersebut akan ditangani oleh pemerintah dengan sumber anggaran berbeda. Flyover di kawasan Krucuk akan dibangun oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menggunakan anggaran APBN.

Sementara itu, flyover di Jalan Kesambi akan ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Hal itu karena ruas Jalan Kesambi merupakan jalan dengan status jalan provinsi.

“Yang Krucuk ditangani oleh pemerintah pusat, yang Kesambi ditangani oleh pemerintah provinsi. Nah, itu sudah masuk, datanya sudah terverifikasi dan dinyatakan lulus, layak untuk dilaksanakan,” katanya.

Edo menjelaskan, proses persiapan pembangunan flyover Krucuk sudah berjalan lebih cepat. Pemerintah pusat pada tahun ini disebut telah mulai menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai tahapan awal sebelum pelaksanaan konstruksi fisik.

Dengan adanya penyusunan DED tersebut, pembangunan fisik flyover Krucuk diperkirakan dapat dimulai pada 2027.

“Mudah-mudahan nanti 2027 yang Krucuk bisa mulai dilakukan. Karena informasi DED-nya sudah dilakukan di tahun ini. Jadi kelihatannya yang Krucuk duluan,” jelas Edo.

Berbeda dengan Krucuk, rencana pembangunan flyover di Jalan Kesambi masih berada pada tahapan awal. Pemerintah Provinsi Jawa Barat direncanakan baru akan menyusun DED proyek tersebut pada 2027.

“Untuk yang Kesambi mudah-mudahan 2028 ada kabar baik lagi,” ujarnya.

Terkait kebutuhan pembebasan lahan di kedua lokasi, Edo mengatakan Pemerintah Kota Cirebon masih akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pasalnya, Pemkot Cirebon dalam proyek tersebut berperan sebagai daerah penerima manfaat, sementara perencanaan desain hingga pelaksanaan pembangunan akan ditangani oleh pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.

Untuk flyover Krucuk, seluruh proses teknis pembangunan akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Sedangkan flyover Kesambi akan berada dalam penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Untuk pembebasan lahan nanti dikoordinasikan lagi. Ini kan baru bulan Agustus, nanti kita tunggu informasi selanjutnya. Tapi yang Krucuk, mudah-mudahan 2027 sudah dimulai pengerjaan fisik,” tandasnya. (sep)