DK2UKM Majalengka Buka Peluang Kerja bagi 120 Pencari Kerja Lewat Vokasi Baznas

DK2UKM Majalengka menggandeng industri melalui Vokasi Baznas untuk membuka peluang kerja bagi 120 pencari kerja dan menekan angka pengangguran.

MAJALENGKA – Pemerintah Kabupaten Majalengka membuka akses lebih luas bagi pencari kerja untuk memasuki dunia industri melalui pelatihan kerja berbasis penempatan. Skema tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tetapi juga memberikan akses seleksi dan peluang bekerja setelah pelatihan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemkab Majalengka menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang saat ini berada di angka 3,62 persen. Pemerintah menargetkan TPT turun mendekati 3,5 persen pada 2026.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DK2UKM) Kabupaten Majalengka, H Solehudin SHut MSi, mengatakan pola pelatihan kerja kini diarahkan agar tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi memiliki akses penempatan yang jelas.

“Kita ingin setiap pelatihan itu sudah jelas penempatannya. Jadi mereka tidak hanya mendapat pelatihan, tetapi setelah tamat sudah bisa mengikuti seleksi dan ditampung perusahaan yang memang sudah MoU dengan kita,” ujar Solehudin, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, skema tersebut diwujudkan melalui Program Beasiswa Vokasi Baznas 2026 hasil kolaborasi DK2UKM dengan Baznas RI dan Baznas Kabupaten Majalengka.

Sebanyak 120 pencari kerja mengikuti pelatihan di BLK Cakra Ningrat yang dilaksanakan dalam dua tahap. Peserta juga mendapat akses penempatan melalui kerja sama dengan PT Harapan Global Apparel dan Glory Star Wisesa.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta dapat mengikuti proses seleksi sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan mitra.

“Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan sehingga peluang penempatannya menjadi lebih konkret. Dengan semakin banyak pelatihan dan penempatan, insya Allah TPT bisa terus turun dan diharapkan melewati target 3,5 persen,” katanya.

Solehudin menambahkan, akses pelatihan dan penempatan kerja juga diperluas melalui Program MATAHATI. Sepanjang 2025, sebanyak 5.305 orang telah mengikuti pelatihan dan penempatan kerja.

Sementara hingga Agustus 2026, jumlah peserta program tersebut telah mencapai lebih dari 4.700 orang.

Pemkab Majalengka menargetkan capaian tersebut dapat melampaui realisasi tahun sebelumnya. DK2UKM juga menjajaki kerja sama dengan Balai Vokasi, unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Ketenagakerjaan, serta sejumlah perusahaan untuk memperluas pilihan pelatihan dan akses lapangan kerja.

“Dengan keterbatasan anggaran daerah, kita harus mencari terobosan melalui kerja sama. Kuncinya bagaimana kita berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pihak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Majalengka H Agus Asri Sabana SAg MSi mengatakan, Beasiswa Vokasi Baznas tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka dan keluarga.

“Pelaksanaan Beasiswa Vokasi Baznas menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana dana zakat dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan,” kata Agus.

Ia menilai kolaborasi Baznas Kabupaten Majalengka, Baznas RI, dan DK2UKM menjadi langkah penting untuk mempertemukan kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan industri.

“Baznas Kabupaten Majalengka berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan semangat untuk terus belajar,” ujarnya.

Program Beasiswa Vokasi Baznas diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi mampu mengubah keterampilan menjadi kompetensi yang membuka akses menuju pekerjaan dan kemandirian ekonomi. (ono)