
CIREBON – Persoalan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Cirebon tidak semata-mata berkaitan dengan banyaknya pencari kerja. Kesiapan dunia usaha dalam menyediakan dan membuka lowongan pekerjaan secara berkelanjutan juga menjadi faktor penting dalam menekan angka pengangguran.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja (PKPTK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cirebon, Dra. Fatwa Alfatiyah, di sela-sela kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Konsultasi Produktivitas bagi perusahaan di Kota Cirebon, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Disnaker Kota Cirebon tersebut diikuti sekitar 20 peserta dari sejumlah perusahaan.
Menurut Fatwa, perusahaan yang sehat dan berkembang secara konsisten diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka kesempatan kerja secara berkesinambungan bagi masyarakat.
“Perusahaan yang sehat dan berkembang secara konsisten diharapkan mampu membuka lowongan pekerjaan secara berkesinambungan bagi para pencari kerja,” ujar Fatwa.
Ia menjelaskan, kegiatan sosialisasi dan pembekalan tersebut bertujuan membimbing perusahaan agar mampu meningkatkan daya saing dan produktivitas secara berkelanjutan.
Dengan meningkatnya produktivitas perusahaan, kata dia, diharapkan pertumbuhan dunia usaha di Kota Cirebon dapat berjalan seimbang dengan peningkatan ketersediaan lapangan kerja.
Fatwa menyebut, perusahaan yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai sektor. Di antaranya sektor kesehatan, jasa dock pelabuhan, ritel, hingga perusahaan swasta lainnya.
“Kita ingin pengukuran produktivitas ke depannya juga terbuka dan dimungkinkan untuk diterapkan pada instansi-instansi daerah,” tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Disnaker Kota Cirebon menghadirkan narasumber profesional yang merupakan mitra langsung Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), yakni perwakilan dari Asosiasi Trisakti Sustainable Productivity Center, Leonardo.
Disnaker berharap kegiatan konsultasi produktivitas tersebut dapat kembali dilaksanakan pada tahun depan dengan format yang lebih komprehensif.
Program lanjutan itu direncanakan berlangsung selama tiga hari. Materinya mencakup pembekalan, praktik pengukuran produktivitas secara langsung, hingga ujian untuk memperoleh sertifikasi produktivitas.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Cirebon pada 2025 tercatat sebesar 6,41 persen.
Pada periode yang sama, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sekitar 175,37 ribu orang, sedangkan jumlah angkatan kerja mencapai sekitar 185,92 ribu orang. Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Kota Cirebon berada di angka 69,02 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya membutuhkan peningkatan kompetensi pencari kerja, tetapi juga perlu diiringi dengan pertumbuhan dunia usaha dan perluasan kesempatan kerja.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan tenaga kerja menjadi salah satu kunci dalam menekan angka pengangguran terbuka di Kota Cirebon. (abd)















