MAJALENGKA – Polres Majalengka merespons keluhan masyarakat terkait minimnya rambu lalu lintas serta kerusakan warning light atau lampu peringatan di salah satu jalur yang dinilai rawan kecelakaan.
Jajaran Satlantas Polres Majalengka bersama Polsek Sumberjaya turun langsung melakukan pengecekan di Jalan Raya Nasional Cirebon-Bandung. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan fasilitas keselamatan lalu lintas di jalur tersebut dalam kondisi yang memadai bagi pengguna jalan.
Selain mengecek kondisi fasilitas yang ada, petugas juga memasang sejumlah rambu peringatan di titik yang dinilai membutuhkan perhatian lebih dari pengendara.
Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan masyarakat yang disampaikan melalui hotline Kapolres Majalengka.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman melalui Kasat Lantas AKP Pandu Renata Surya mengatakan, laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan kondisi di lapangan.
“Respons terhadap keluhan masyarakat kami tindak lanjuti dengan pengecekan fasilitas keselamatan lalu lintas, pemasangan rambu rawan kecelakaan, serta koordinasi untuk perbaikan warning light,” ujar Pandu.
Dalam pengecekan tersebut, petugas turut memeriksa sistem kelistrikan dan komponen warning light yang mengalami kerusakan.
Polres Majalengka juga melakukan koordinasi dengan PT Pertamina lantaran fasilitas warning light tersebut berada di lingkungan atau akses yang berkaitan dengan Pertamina.
“Koordinasi dilakukan untuk mendukung perbaikan teknis sehingga lampu peringatan dapat kembali berfungsi dan memberikan informasi dini kepada pengguna jalan,” katanya.
Menurut Pandu, pemasangan rambu peringatan menjadi langkah cepat untuk memberikan panduan visual kepada pengendara yang melintas di kawasan rawan kecelakaan.
Sementara itu, perbaikan warning light diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan keselamatan bagi pengguna jalan yang melintasi jalur nasional Cirebon-Bandung.
Polres Majalengka menyebut penanganan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.
Pandu menambahkan, laporan masyarakat melalui hotline Kapolres Majalengka dapat menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengetahui berbagai persoalan fasilitas keselamatan di lapangan.
“Respons tersebut juga memperlihatkan bahwa laporan masyarakat melalui hotline dapat menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk mengidentifikasi persoalan fasilitas keselamatan di lapangan dan segera mengambil langkah penanganan,” imbuhnya.
Ia berharap sinergi antara Polri, PT Pertamina, dan masyarakat dapat mempercepat pembenahan fasilitas keselamatan di jalur Cirebon-Bandung.
Dengan fasilitas keselamatan yang lebih baik, kewaspadaan pengendara diharapkan meningkat sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih aman dan lancar. (ono)
















