IKA SMANSA Gelar Temu Kangen dan Bazar Dodolan, Alumni Kompak Dorong SMAN 1 Cirebon Kembali Berjaya

IKA SMANSA gelar temu kangen, alumni kompak ingin kembalikan kejayaan SMAN 1 Cirebon

CIREBON – Semangat kebersamaan dan antusiasme para alumni mewarnai kegiatan Temu Kangen dan Bazar Dodolan yang digelar Ikatan Alumni SMAN 1 Cirebon (IKA SMANSA) di SMAN 1 Cirebon, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali berkumpul dan bernostalgia dengan almamater. Namun, di balik suasana penuh keakraban, tersimpan komitmen bersama untuk mendorong SMAN 1 Cirebon kembali menjadi sekolah unggulan.

Sejumlah alumni hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Eddy Danu, Kuswara S Taryono, Kombes Pol Imara Utama, SH, SIK, MH, Wati Musilawati, dan Kadini.

Ketua IKA SMANSA, Kuswara S Taryono, mengatakan Temu Kangen merupakan bentuk kerinduan para alumni untuk kembali ke almamater. Karena itu, kegiatan dikemas secara santai agar seluruh alumni dari berbagai angkatan dapat berbaur.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang hiburan dan nostalgia. Lebih dari itu, Temu Kangen menjadi momentum untuk menyatukan langkah para alumni dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan sekolah.

“Kita kembalikan SMAN 1 menjadi urutan seperti nomor satu,” ujar Kuswara.

Ia mengatakan SMAN 1 Cirebon memiliki fondasi dan sejarah panjang sebagai salah satu sekolah unggulan. Dengan sinergi antara alumni, sekolah, dan siswa, ia berharap kejayaan SMAN 1 Cirebon dapat kembali diraih.

Salah satu momen berkesan dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran Gatot, alumni lulusan tahun 1961 yang merupakan salah satu alumni paling senior. Meski telah puluhan tahun meninggalkan bangku sekolah, Gatot masih tampak sehat dan bersemangat mengikuti rangkaian sarasehan.

Kuswara menilai kehadiran alumni lintas generasi tersebut menunjukkan kuatnya ikatan emosional terhadap almamater.

“Kami ingin menyatukan langkah dari alumni tiap angkatan. Sesungguhnya masing-masing angkatan sudah punya program untuk membantu SMANSA. Hari ini, melalui ikatan alumni, kita mencoba punya program bersama dengan SMANSA,” katanya.

Ke depan, IKA SMANSA juga berencana menggalang dana untuk mendukung berbagai kegiatan sekolah maupun program kealumnian. Respons positif para alumni yang hadir menjadi modal awal untuk membentuk tim kerja dan menyusun program bersama.

“Poinnya adalah kita ingin SMANSA yang sudah hebat ini menjadi lebih hebat lagi. Ada kerinduan dari para alumni untuk membawa SMA Negeri 1 Cirebon kembali pada kejayaannya,” ungkapnya.

Satukan Alumni Lintas Generasi

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris Jenderal IKA SMANSA, Erris Januar, mengapresiasi para alumni yang menyempatkan diri kembali ke Cirebon untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Erris, para alumni datang dari berbagai latar belakang profesi, pekerjaan, hingga domisili luar kota. Meski demikian, mereka tetap menyempatkan diri untuk kembali berkumpul dan merajut kebersamaan di almamater.

“Acara ini berhasil menyatukan seluruh elemen, mulai dari angkatan paling senior hingga angkatan milenial yang paling muda,” ujar Erris.

Ia mengatakan sekolah tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada para alumni, tetapi juga membentuk kepribadian, adab, serta jejaring yang bermanfaat dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja.

Dalam kesempatan tersebut, IKA SMANSA juga memberikan apresiasi kepada para tokoh yang menjadi penggerak organisasi. Salah satunya Eddy Danu, selaku penasihat IKA SMANSA sekaligus salah satu motor utama berdirinya organisasi tersebut sejak 2014.

Erris mengatakan, menjelang usia 13 tahun, IKA SMANSA terus menunjukkan kepedulian terhadap almamater dan lingkungan sosial. Salah satunya melalui program beasiswa bagi siswa SMAN 1 Cirebon yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama seperti ITB, UI, dan universitas lainnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa, khususnya adik-adik kelas dan pengurus OSIS, agar bangga menjadi bagian dari SMAN 1 Cirebon dan aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah.

“Sekolah ini bukan hanya tempat menimba ilmu dan menambah wawasan, tetapi juga menjaga kepribadian dan adab. Jangan merasa rugi untuk aktif di sekolah karena ilmu dan keaktifan yang didapat saat ini terbukti sangat berfaedah di kemudian hari,” ujarnya.

Sekolah Siapkan Database dan Wall of Fame Alumni

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cirebon, Maman Dermawan, menyampaikan apresiasi terhadap potensi dan kualitas para alumni.

Berdasarkan pengalamannya memimpin di enam sekolah dalam tiga periode jabatan sebagai kepala sekolah, Maman menilai alumni SMAN 1 Cirebon memiliki keistimewaan tersendiri.

“Saya sudah memimpin di enam sekolah dalam tiga periode jabatan kepala sekolah, dan baru di SMAN 1 ini saya merasakan kualitas alumninya yang luar biasa. Bahkan jika dibandingkan dengan sekolah lain di Kota Cirebon seperti SMAN 2, alumni SMAN 1 memiliki daya tarik dan keunggulan tersendiri,” ungkapnya.

Menurut Maman, Temu Kangen bukan hanya menjadi ajang melepas rindu dan bernostalgia. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah strategis untuk menjembatani keinginan alumni dalam memberikan kontribusi nyata bagi almamater.

Ia mengakui masih terdapat kendala dalam pendataan alumni. Hingga kini, sekolah belum memiliki database alumni yang terintegrasi dengan baik sehingga kiprah para lulusan di berbagai bidang belum seluruhnya terdokumentasi.

“Kami terus terang kadang kehilangan informasi tentang alumni. Padahal banyak dari mereka yang hebat-hebat. Ini adalah awal bagi kami untuk mulai menyusun database alumni yang lebih baik,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya mengapresiasi prestasi alumni, pihak sekolah juga merancang program Wall of Fame di lingkungan SMAN 1 Cirebon.

Program tersebut nantinya menjadi ruang penghargaan bagi alumni yang berprestasi serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara sekolah, alumni, dan siswa, SMAN 1 Cirebon diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan reputasinya, tetapi juga terus melahirkan generasi unggul dan memperluas jejaring kolaborasi untuk kemajuan almamater. (abd)