Bertahun-tahun Rusak, Jembatan Penghubung Dua Desa di Dawuan Kini Direhab Kodim

Kodim 0617/Majalengka akan memperbaiki jembatan penghubung dua desa yang sudah rusak bertahun tahun

MAJALENGKA – Bertahun-tahun menjadi akses penting warga, jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, akhirnya mendapat perhatian. Kondisi jembatan yang sebelumnya mengandalkan papan kayu lapuk dan pagar bambu kini mulai diperbaiki oleh Kodim 0617/Majalengka.

Jembatan tersebut menghubungkan Blok Pakauman, Desa Bojong Cideres, dengan Blok Pasantren, Desa Gandu. Bagi masyarakat, keberadaan jembatan ini cukup vital karena menjadi salah satu akses penyeberangan untuk menunjang mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi jembatan cukup memprihatinkan. Alas lintasan masih menggunakan papan kayu yang sebagian telah lapuk dan melengkung. Sementara di sisi jembatan hanya terdapat pagar pengaman sederhana yang dibuat dari batangan bambu.

Selama ini, pemeliharaan jembatan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Namun, kondisi konstruksi yang semakin membutuhkan perbaikan membuat jembatan tersebut perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0617/Majalengka, Kapten Inf Mulyana, mengatakan rehabilitasi jembatan tersebut dilaksanakan melalui program Jembatan Perintis Garuda Merah Putih.

“Sebelumnya pemeliharaan jembatan ini murni mengandalkan swadaya masyarakat. Melalui pembangunan struktur yang lebih layak ini, kami berharap mobilitas serta aktivitas harian warga dapat berlangsung lebih aman dan nyaman,” kata Mulyana.

Dalam pengerjaannya, jembatan tersebut memiliki panjang bentang sekitar 25 meter dengan lebar lintasan 2 meter. Proses rehabilitasi ditargetkan berlangsung selama 35 hari.

Perbaikan ini diharapkan tidak sekadar membuat jembatan terlihat lebih layak, tetapi juga memberikan rasa aman bagi warga yang setiap hari menggunakannya untuk beraktivitas.

Antusiasme pun disampaikan warga setempat. Atip, salah seorang warga, mengapresiasi langkah perbaikan yang dilakukan terhadap fasilitas penghubung dua desa tersebut.

Ia berharap konstruksi jembatan yang telah diperbaiki nantinya memiliki daya tahan lebih kuat sehingga warga tidak lagi dihantui kekhawatiran ketika melintas.

Saat ini pekerjaan fisik masih berlangsung di lokasi. Setelah seluruh tahapan konstruksi selesai, jembatan tersebut dijadwalkan segera diresmikan dan kembali dimanfaatkan masyarakat sebagai akses penghubung antardesa.

Dengan perbaikan tersebut, warga Bojong Cideres dan Gandu diharapkan tidak lagi bergantung pada konstruksi lama yang selama ini dirawat secara swadaya. (iim)