Mahasiswa dari Berbagai Negara Bakal Terjun ke Ciayumajakuning, Ada Apa dengan KKN UGJ 2026?

UGJ kolaborasi dengan UUM Malaysia gelar KKN Internasional 2026 di Ciayumajakuning, fokus pada UMKM, pariwisata, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

CIREBON – Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional 2026. Kali ini, UGJ berkolaborasi dengan Universiti Utara Malaysia (UUM) untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat lintas negara di wilayah Ciayumajakuning.

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai 1 hingga 6 November 2026, tersebut menghadirkan mahasiswa dari berbagai negara untuk terlibat langsung dalam sejumlah agenda pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi sarana pertukaran pengalaman akademis, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal potensi ekonomi, pariwisata, serta keragaman budaya lokal di Cirebon dan sekitarnya.

Kolaborasi UGJ dengan UUM Malaysia ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi. Kedua universitas berupaya menghadirkan kegiatan akademis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.

Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Achmad Faqih, SP., MM., menjelaskan bahwa penyelenggaraan KKN Internasional 2026 bertujuan memperkuat kerja sama lintas negara, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, UGJ dan UUM tidak hanya menjalin hubungan kelembagaan, tetapi juga menghadirkan kontribusi langsung melalui edukasi, pelatihan, pendampingan, serta pengembangan sejumlah sektor potensial di tengah masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, UGJ bersama UUM hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, pendampingan, serta pengembangan di berbagai sektor penting,” jelasnya.

UMKM hingga Pariwisata Jadi Fokus KKN Internasional UGJ dan UUM

Dalam pelaksanaannya, KKN Internasional 2026 memiliki beberapa fokus utama. Salah satunya adalah penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mahasiswa yang terlibat akan memberikan edukasi, pelatihan, serta pendampingan kepada pelaku usaha. Materi yang diberikan diarahkan untuk membantu meningkatkan kemampuan pengelolaan bisnis, memperbaiki manajemen usaha, serta mendorong perkembangan UMKM agar memiliki daya saing lebih baik.

Sektor pariwisata juga menjadi perhatian dalam program pengabdian masyarakat tersebut. Potensi wisata dan kekayaan budaya di wilayah Ciayumajakuning akan diperkenalkan kepada peserta internasional sebagai bagian dari pembelajaran langsung mengenai karakteristik daerah.

Selain itu, kolaborasi lintas budaya menjadi agenda penting lainnya. Mahasiswa Indonesia dan Malaysia memiliki kesempatan untuk saling mengenalkan tradisi, kebiasaan, serta kekayaan budaya masing-masing negara.

Interaksi secara langsung di tengah masyarakat diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai keberagaman sosial dan budaya. Dengan demikian, KKN Internasional tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademis, tetapi juga membangun pemahaman antarbangsa.

Program ini melibatkan mahasiswa UGJ dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa internasional yang sedang menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Beberapa peserta berasal dari Radboud University Belanda, Afghanistan, Sudan, Malaysia, serta sejumlah negara lainnya. Kehadiran mahasiswa lintas negara ini semakin memperkaya suasana pertukaran budaya selama kegiatan berlangsung.

Di sisi lain, UGJ juga mempersiapkan mahasiswa untuk mengikuti program pengabdian masyarakat di luar negeri. Malaysia menjadi salah satu negara tujuan, selain sejumlah negara mitra yang berpotensi menjalin kerja sama pada masa mendatang.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya UGJ meningkatkan kinerja internasionalisasi perguruan tinggi. Kampus mendorong mahasiswa dan dosen agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademis di dalam negeri, tetapi juga memiliki pengalaman dan kontribusi di tingkat global.

Desa Binaan UGJ Jadi Lokasi Pengenalan Budaya Lokal

Salah satu keunggulan pelaksanaan KKN Internasional 2026 adalah pemanfaatan desa-desa binaan UGJ sebagai bagian dari agenda pengenalan potensi daerah.

Rektor UGJ menjelaskan, kampus memiliki sejumlah desa binaan dengan karakteristik dan keunikan masing-masing. Beberapa di antaranya merupakan desa penghasil kopi, wilayah kelurahan di Kota Cirebon, hingga desa yang memiliki kekhasan budaya dan bahasa.

Di Kabupaten Kuningan, misalnya, terdapat desa dengan karakteristik masyarakat penutur bahasa Sunda. Sementara di wilayah lainnya, peserta dapat mengenal desa yang mempertahankan penggunaan bahasa Cirebon sebagai bagian dari identitas lokal.

Keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Ciayumajakuning kepada mahasiswa internasional.

Melalui kunjungan langsung atau city tour ke sejumlah desa binaan, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan masyarakat, potensi ekonomi lokal, serta tradisi yang masih dipertahankan.

Pendekatan ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan mampu membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkenalkan identitas lokal kepada komunitas internasional.

Rektor UGJ menyampaikan apresiasi kepada Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati Cirebon serta seluruh jajaran pimpinan dan pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut.

Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan kegiatan KKN Internasional berjalan sesuai rencana.

UGJ dan UUM Siapkan KKN Bersama di Malaysia

Kolaborasi antara UGJ dan UUM tidak berhenti pada pelaksanaan KKN Internasional di wilayah Ciayumajakuning. Kedua perguruan tinggi juga mulai merancang keberlanjutan kerja sama melalui program pengabdian masyarakat di Malaysia pada tahun mendatang.

Rektor beserta jajaran pimpinan UGJ telah memberikan dukungan terhadap rencana tersebut. Dengan demikian, hubungan akademis kedua universitas diharapkan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, maupun masyarakat.

Perwakilan UUM, Azfar, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan pelayanan yang diberikan UGJ selama kunjungan berlangsung.

Ia mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut dan berharap hubungan kerja sama kedua perguruan tinggi bisa terus berlanjut.

Azfar menjelaskan, kegiatan pengabdian masyarakat di Malaysia dikenal dengan istilah bakti siswa. Melalui program tersebut, mahasiswa dapat terlibat dalam aktivitas sosial sekaligus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi kesempatan bagi UUM untuk bertukar pengalaman dan mempelajari metode pelaksanaan KKN yang selama ini diterapkan UGJ.

Salah satu hal yang ingin dipelajari adalah pola pengelolaan program, mekanisme pelaksanaan, hingga keterlibatan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat.

“Melalui program ini, kedua universitas dapat saling berbagi pengalaman dan metode dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat,” ungkap Azfar.

Sebagai bentuk komitmen melanjutkan hubungan tersebut, UUM juga menyampaikan undangan terbuka kepada sivitas akademika UGJ untuk berkunjung ke Malaysia. Kunjungan itu diharapkan menjadi kesempatan bagi pihak UGJ untuk merasakan secara langsung kegiatan penyambutan dan pelaksanaan program serupa di lingkungan UUM.

Mahasiswa UUM Antusias Ikuti KKN Internasional di Cirebon

Antusiasme mengikuti KKN Internasional 2026 juga disampaikan mahasiswa UUM, Marna Afnanda binti Ariwowo. Mahasiswa semester akhir program Bachelor of Applied Linguistics and Business Administration tersebut mengaku senang mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat di Indonesia.

Baginya, program ini menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan, mengenal lingkungan sosial yang berbeda, serta berinteraksi langsung dengan mahasiswa UGJ dan masyarakat setempat.

Marna berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman baru, terutama dalam mengembangkan proyek pemberdayaan masyarakat yang memiliki manfaat nyata.

“Harapan kami dari program ini adalah dapat belajar lebih banyak, memperoleh pengalaman KKN internasional, serta berinteraksi dan menjalankan proyek komunitas yang bermakna atau meaningful community project bersama masyarakat dan mahasiswa UGJ,” ujarnya.

Selama dua hari pertama berada di Cirebon, Marna mengaku mendapatkan kesan positif. Ia mengapresiasi sambutan hangat panitia serta fasilitas yang disediakan UGJ untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Meski merasakan cuaca Cirebon yang cukup panas, ia tetap menikmati pengalaman mengenal lingkungan baru. Marna juga tertarik dengan sejumlah karakteristik lokal, mulai dari pemandangan pegunungan hingga kondisi lalu lintas yang didominasi kendaraan roda dua.

Menurutnya, perbedaan kondisi lingkungan tersebut menjadi pengalaman menarik karena memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat di daerah yang berbeda dengan negara asalnya.

Melalui KKN Internasional 2026, UGJ dan UUM berharap hubungan kerja sama pendidikan serta pengabdian masyarakat antara Indonesia dan Malaysia semakin kuat.

Lebih dari sekadar program pertukaran mahasiswa, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan pengalaman lintas budaya, memperkuat kapasitas akademis, serta menghadirkan kontribusi konkret bagi masyarakat.

Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai negara dan memanfaatkan potensi desa binaan, UGJ menunjukkan komitmennya untuk memperluas peran perguruan tinggi dalam jaringan pendidikan global. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi Ciayumajakuning untuk semakin dikenal melalui potensi UMKM, pariwisata, dan kekayaan budaya lokalnya. (abd)