Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, 75 Rumah di Kuningan Rusak, 289 Warga Terdampak

75 rumah rusak akibat hujan deras dan angin kencang di Maleber, Kuningan. Sebanyak 289 warga terdampak dan pohon tumbang menutup akses jalan.

KUNINGAN – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bencana tersebut mengakibatkan 75 rumah warga mengalami kerusakan, sementara 289 jiwa dari tiga desa terdampak. Selain merusak bangunan, puluhan pohon tumbang hingga sempat menutup akses jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.

Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, dampak bencana tersebar di Desa Maleber, Mekarsari, dan Buniasih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan, total terdapat 75 kepala keluarga (KK) atau 289 jiwa yang terdampak akibat peristiwa tersebut.

Dari jumlah tersebut, dua KK dengan total delapan jiwa terpaksa mengungsi karena kondisi rumah mereka mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Korban jiwa dalam kejadian ini nihil. Namun, terdapat 75 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi,” jelas Indra, Minggu (1/11).

Enam Rumah Rusak Berat, Puluhan Lainnya Mengalami Kerusakan Ringan

Dari hasil asesmen sementara BPBD Kuningan, tingkat kerusakan rumah warga terbagi dalam tiga kategori. Sebanyak enam rumah mengalami rusak berat, empat rumah rusak sedang, sedangkan 65 rumah lainnya masuk kategori rusak ringan.

Dengan demikian, mayoritas rumah yang terdampak mengalami kerusakan ringan. Meski begitu, kondisi tersebut tetap membutuhkan perhatian, terutama untuk memastikan bangunan masih aman ditempati oleh penghuninya.

Tidak hanya permukiman warga, bencana akibat cuaca ekstrem tersebut juga berdampak terhadap fasilitas umum. Satu bangunan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dilaporkan mengalami kerusakan dengan kategori sedang.

Salah satu rumah yang mengalami kerusakan adalah milik Anta Suanta (52), warga setempat. Rumahnya tertimpa pohon mangga yang tumbang saat hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut.

Pohon mangga dengan tinggi sekitar tujuh meter dan diameter 70 sentimeter itu menimpa bagian atap ruang tamu. Akibatnya, bagian bangunan berukuran sekitar 3 x 4 meter mengalami kerusakan.

Kerusakan juga terjadi pada kandang ayam milik warga. Dua pohon, masing-masing jenis petai dan mangga, tumbang dan mengenai bagian atap kandang hingga mengalami kerusakan.

Pohon Trembesi Berdiameter 2 Meter Tutup Akses Jalan

Selain merusak rumah dan bangunan milik warga, bencana tersebut menyebabkan sejumlah pohon berukuran besar tumbang. Kondisi ini sempat mengganggu akses transportasi masyarakat di Kecamatan Maleber.

Salah satu pohon yang tumbang merupakan jenis trembesi dengan tinggi sekitar 30 meter dan diameter mencapai dua meter. Ukurannya yang besar membuat pohon tersebut menutup seluruh badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

Situasi tersebut membuat petugas harus segera melakukan penanganan agar akses jalan kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.

BPBD Kabupaten Kuningan kemudian menerjunkan tim asesmen dan tim penanganan untuk melakukan pendataan kerusakan sekaligus membantu proses evakuasi material pohon tumbang.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan aparat pemerintah desa, pihak kecamatan, TNI, Polri, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

Petugas bersama masyarakat mulai melakukan pemangkasan dan pembersihan material pohon yang menutup jalan sekitar pukul 19.00 WIB.

Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan menggunakan peralatan yang tersedia. Setelah melalui penanganan darurat, material pohon yang menghalangi jalan berhasil disingkirkan.

Indra memastikan, akses jalan yang sebelumnya tertutup total kini sudah kembali dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

“Pembersihan pohon tumbang dilakukan bersama aparat desa dan masyarakat. Akses jalan yang sempat tertutup kini sudah kembali bisa dilalui kendaraan,” ungkapnya.

BPBD Koordinasikan Penanganan Rumah Warga

Meskipun akses jalan sudah kembali normal, penanganan dampak bencana belum sepenuhnya selesai. BPBD Kuningan masih melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya, khususnya terhadap rumah warga yang mengalami kerusakan.

Pendataan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan seluruh dampak bencana teridentifikasi. Terlebih, terdapat enam rumah dengan kategori rusak berat yang membutuhkan perhatian lebih serius dibandingkan bangunan dengan kerusakan ringan.

BPBD juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan. Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, hingga gangguan akses transportasi.

Masyarakat yang tinggal di sekitar pepohonan besar diimbau lebih berhati-hati, terutama ketika cuaca mulai memburuk. Pohon yang sudah rapuh, miring, atau memiliki cabang besar berpotensi tumbang ketika diterjang angin kencang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan waspada saat beraktivitas, terutama ketika terjadi hujan deras disertai angin kencang,” pungkas Indra.

Peristiwa di Kecamatan Maleber ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem perlu ditingkatkan. Selain kesiapan petugas, peran masyarakat dalam mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar juga penting untuk meminimalkan risiko bencana serupa. (ags)