
KUNINGAN – Gelar Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Kuningan bukan sekadar simbol kemenangan dalam sebuah kompetisi. Predikat tersebut merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, terutama dalam mempromosikan potensi daerah, mengembangkan pariwisata, dan melestarikan budaya lokal.
Pesan itu disampaikan Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, saat menghadiri Grand Final Pasanggiri Mojang Jajaka Kabupaten Kuningan 2026 di Auditorium SMKN 3 Kuningan, Kecamatan Cigugur, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dalam arahannya, Dian mengingatkan para finalis agar tidak menjadikan selempang dan mahkota juara sebagai tujuan akhir. Menurutnya, penobatan sebagai Mojang Jajaka justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai representasi generasi muda sekaligus duta daerah.
“Yang paling utama adalah makna ketika dianugerahi gelar ini, yaitu sebuah tanggung jawab,” ujar Dian di hadapan peserta dan tamu undangan.
Ia berharap Mojang Jajaka terpilih mampu mengambil peran aktif sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kuningan. Para pemenang diharapkan dapat membantu memperkenalkan berbagai destinasi wisata, mengangkat kekayaan budaya, serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Menurut Dian, peran tersebut penting karena generasi muda memiliki peluang besar untuk memperluas promosi potensi Kuningan melalui kreativitas, jejaring, dan pemanfaatan teknologi digital.
Mojang Jajaka Harus Jadi Representasi Positif Daerah
Dian menilai, proses pembekalan dan karantina yang dijalani para peserta selama mengikuti Pasanggiri Mojang Jajaka bukan sekadar tahapan untuk menghadapi malam final. Kegiatan tersebut menjadi sarana membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, memperluas wawasan kebudayaan, serta mengasah etika dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Karena itu, para pemegang gelar diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kompetisi dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya kemampuan generasi muda untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kemajuan teknologi, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas dan tradisi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Pemuda Kuningan idealnya memiliki kecerdasan, wawasan luas, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Namun, seluruh keunggulan tersebut perlu diimbangi dengan sikap rendah hati, kesantunan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Kompetisi ini hanyalah langkah awal. Kehormatan dan keberhasilan sejati dibentuk melalui konsistensi sikap serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat,” tandasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang Mojang Jajaka tidak cukup diukur dari pencapaian saat malam penobatan. Lebih dari itu, kualitas seorang duta daerah tercermin dari konsistensi dalam menjalankan peran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pasanggiri Moka Jadi Wadah Kaderisasi Pemuda
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, Drs H Ucu Suryana MSi, menjelaskan bahwa Pasanggiri Mojang Jajaka merupakan agenda tahunan yang dirancang sebagai wadah kaderisasi generasi muda.
Ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan pemuda yang kreatif, inovatif, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan potensi daerah.
Ucu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Dukungan Paguyuban Mojang Jajaka, panitia, dan sponsor dinilai berperan penting dalam menyukseskan rangkaian acara, mulai dari proses pendaftaran hingga malam grand final.
Ia berharap para finalis dan alumnus Pasanggiri Mojang Jajaka dapat terus berkontribusi setelah menyelesaikan kompetisi. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti ajang tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membawa nama baik Kabupaten Kuningan di tingkat yang lebih luas.
“Pemerintah berharap para alumnus ajang ini mampu menjadi representasi positif Kabupaten Kuningan di tingkat yang lebih luas,” pungkas Ucu.
Melalui Pasanggiri Mojang Jajaka, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif. Dengan demikian, gelar yang diraih tidak berhenti sebagai kebanggaan pribadi, tetapi berkembang menjadi bentuk pengabdian nyata bagi kemajuan daerah. (abd)















