MAJALENGKA – Sebanyak 51 mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Asia mengikuti CAPEU International Student Mobility 2026 yang digelar Universitas Majalengka (Unma), 23–28 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar, mengabdi kepada masyarakat, bertukar budaya, sekaligus mengeksplorasi kekayaan alam dan potensi agrowisata Kabupaten Majalengka.
Wakil Rektor III Unma, Dr Endi Rustandi SPd MPd, mengatakan kegiatan itu merupakan salah satu langkah nyata Unma dalam mendorong internasionalisasi kampus.
Peserta berasal dari Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia, Universiti Utara Malaysia, Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan Brunei Darussalam, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, serta Universitas Majalengka sebagai tuan rumah.
“Dari Universitas Negeri Surabaya juga hadir mahasiswa internasional asal India, Tanzania, dan Iran. Rangkaian kegiatan berbasis experiential learning, meliputi pengabdian masyarakat dan edukasi, pertukaran budaya, eksplorasi alam, serta agrowisata,” ujar Endi, Rabu (26/8/2026).
Selama kegiatan, peserta dipusatkan di kawasan Situ Ciranca dan Bukit Sampora. Mereka tidak hanya mengikuti agenda akademik, tetapi juga berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mengenal potensi lokal Majalengka.
Unma turut berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Majalengka agar para mahasiswa dari berbagai negara dapat merasakan langsung keindahan alam dan kekayaan budaya daerah tersebut.
Sementara itu, Rektor Unma Dr H Otong Syuhada SH MH menegaskan program tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial mahasiswa dari berbagai negara.
“Kehadiran para mahasiswa ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini penegasan komitmen kita meruntuhkan sekat geografis demi kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurut Otong, program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan comprehensive internationalization di lingkungan perguruan tinggi.
“Perguruan tinggi harus menjadi episentrum gagasan global yang transformatif,” pungkasnya. (ono)
















