MAJALENGKA – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 terlihat di berbagai sudut Kabupaten Majalengka. Bendera Merah Putih dan umbul-umbul menghiasi jalan protokol, perkantoran hingga permukiman warga.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, pedagang atribut kemerdekaan musiman justru menghadapi kondisi sebaliknya. Penjualan bendera, umbul-umbul, dan berbagai perlengkapan HUT RI tahun ini terbilang sepi.
Salah satunya dirasakan Juhadi, pedagang bendera musiman yang membuka lapak di sekitar Jalan KH Abdul Halim, Majalengka. Ia mengaku jumlah pembeli mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu banyak kantor-kantor dan warga yang membeli bendera atau umbul-umbul ke lapak kami, tapi sekarang hampir tidak ada. Mungkin mereka pesan online,” ujar Juhadi.
Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih dan memasang dekorasi kemerdekaan mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Menurut Juhadi, perubahan kebiasaan masyarakat dalam berbelanja menjadi salah satu faktor yang membuat pedagang musiman kehilangan pembeli. Masyarakat kini lebih mudah memesan berbagai atribut kemerdekaan melalui platform daring.
Selain itu, pembagian bendera secara gratis juga turut berdampak terhadap penjualan pedagang.
Sebagian warga memilih mendapatkan bendera gratis ketimbang membeli dari pedagang musiman. Kondisi tersebut membuat persaingan usaha semakin berat bagi mereka yang mengandalkan momentum HUT RI sebagai sumber penghasilan.
Harapan pedagang untuk mendulang penjualan pada hari-hari terakhir menjelang puncak perayaan kemerdekaan pun tak sepenuhnya terwujud.
Para pedagang sempat berharap masyarakat yang belum memasang bendera akan membeli atribut menjelang 17 Agustus. Namun, hingga hari peringatan Proklamasi Kemerdekaan, pembeli justru semakin sepi.
“Tadinya kami berharap di menit-menit terakhir menjelang upacara masih ada warga yang beli, ternyata nihil,” pungkas Juhadi. (pai)
















