Kabupaten Cirebon Sudah Terima 300 Becak Listrik, Ini Posisi Terbarunya di Jawa Barat

Kabupaten Cirebon menerima 300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo. Simak posisi di Jawa Barat, manfaat program, dan cara mengajukan bantuan.

CIREBON – Kabupaten Cirebon masuk dalam empat besar daerah penerima bantuan becak listrik terbanyak di Jawa Barat. Hingga saat ini, sebanyak 300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan kepada masyarakat di wilayah tersebut.

Jumlah tersebut menempatkan Kabupaten Cirebon sejajar dengan Kabupaten Majalengka. Sementara itu, posisi teratas ditempati Kota Tasikmalaya dengan sekitar 450 unit, disusul Kabupaten Indramayu yang telah menerima 320 unit.

Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Jawa Timur sekaligus Koordinator Becak Listrik Indonesia, Ana Setyawati, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah.

Kabupaten Indramayu, misalnya, telah menerima bantuan sebanyak 320 unit yang disalurkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, bantuan yang diberikan mencapai 100 unit, kemudian bertambah 220 unit pada tahap kedua.

“Jadi, Kota Tasikmalaya, Indramayu, baru Majalengka dan Cirebon,” ujar Ana saat menjelaskan daerah penerima becak listrik terbanyak di Jawa Barat.

Banyaknya bantuan yang diterima Kabupaten Cirebon menunjukkan luasnya jangkauan program tersebut. Meski demikian, keberhasilan penyaluran tidak hanya ditentukan oleh jumlah unit yang dibagikan, tetapi juga sejauh mana bantuan itu dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Becak Listrik Diharapkan Tingkatkan Pendapatan Pengemudi

Program bantuan becak listrik diharapkan mampu membantu pengemudi becak dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Kehadiran kendaraan bertenaga listrik ini juga diharapkan dapat mendukung produktivitas penerima sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.

Ana mengatakan, berdasarkan evaluasi yayasan di sejumlah wilayah, terdapat penerima bantuan yang merasakan perubahan positif dalam kondisi ekonomi mereka setelah mendapatkan becak listrik.

Sebagian pengemudi bahkan disebut mampu membiayai pendidikan anak hingga perguruan tinggi. Ada pula keluarga penerima yang mulai mengembangkan usaha setelah memperoleh manfaat ekonomi dari penggunaan becak listrik.

Namun, hasil tersebut tidak datang secara otomatis. Menurut Ana, pemanfaatan bantuan sangat bergantung pada kemauan dan keaktifan penerima dalam menggunakan becak listrik untuk bekerja.

Penerima yang aktif menjalankan pekerjaannya memiliki peluang lebih besar untuk merasakan manfaat bantuan. Sebaliknya, becak listrik yang tidak digunakan secara optimal berpotensi tidak memberikan dampak ekonomi sesuai harapan.

“Kalau pebecaknya aktif, hasilnya bisa dirasakan. Tapi kalau menerima, setelah itu tidak ada semangatnya, ya pasti tidak ada hasil,” tuturnya.

Karena itu, penggunaan becak listrik secara produktif menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan setelah bantuan disalurkan. Pendampingan dan evaluasi juga diperlukan agar kendaraan tersebut benar-benar mendukung penghidupan penerima.

Bagaimana Cara Mengajukan Bantuan Becak Listrik?

Ana menjelaskan, masyarakat yang ingin memperoleh bantuan becak listrik dapat mengajukan permohonan secara perorangan. Meski demikian, proses pengajuan tetap perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.

Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan calon penerima terdata dalam basis data pemerintah daerah yang menjadi salah satu acuan dalam proses penyaluran bantuan.

Dalam pendataan, sejumlah instansi dapat dilibatkan, antara lain Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Calon penerima juga dapat menghubungi pihak yayasan untuk menyampaikan permohonan. Namun, data yang diajukan tetap harus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah agar proses pendataan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Bisa juga langsung ke kami. Tapi tetap nanti koordinasi, karena memang harus ada datanya masuk ke database Pemda,” jelas Ana.

Ia juga menegaskan bahwa program bantuan becak listrik tidak bergantung pada partai politik tertentu. Pihak yang membantu pengajuan berperan sebagai fasilitator untuk menghubungkan calon penerima dengan proses pendataan dan pengajuan bantuan.

Dengan demikian, koordinasi antara calon penerima, yayasan, dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam proses pengusulan bantuan.

Evaluasi Dilakukan untuk Memastikan Bantuan Tepat Manfaat

Selain pendataan sebelum penyaluran, pemantauan terhadap penerima becak listrik juga dilakukan setelah bantuan diberikan. Menurut Ana, evaluasi tersebut dilaksanakan melalui pemerintah daerah masing-masing.

Di sejumlah wilayah, penerima bantuan dikumpulkan secara berkala dalam pertemuan yang berlangsung setiap satu hingga tiga bulan. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan becak listrik sekaligus membahas berbagai kendala yang dihadapi pengemudi.

Persoalan yang dibahas dapat mencakup kebutuhan operasional hingga berbagai hambatan yang muncul ketika becak listrik digunakan untuk bekerja.

Evaluasi berkala dinilai penting untuk mengetahui apakah bantuan telah dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat sesuai tujuan program.

Bagi Kabupaten Cirebon yang telah menerima 300 unit becak listrik, tantangan berikutnya adalah memastikan kendaraan tersebut terus digunakan secara produktif oleh para penerima.

Jumlah bantuan yang besar menjadi salah satu indikator jangkauan program. Namun, manfaat nyata bagi masyarakat tetap menjadi tolok ukur penting dalam menilai keberhasilannya.

Dengan pemanfaatan yang konsisten, pendataan yang baik, serta evaluasi berkelanjutan, bantuan becak listrik diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga membantu memperkuat ekonomi keluarga penerima di Kabupaten Cirebon. (zen)