
CIREBON – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon menggelar aksi bersih-bersih mushola dan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang bersama komunitas pecinta kereta api Edan Sepur Cirebon dan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program Community Relations.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mushola Al Abror yang berada di lingkungan Stasiun Cirebon serta perlintasan sebidang JPL 200 di Jalan Slamet Riyadi, Kota Cirebon. Melalui kegiatan ini, KAI Daop 3 Cirebon berupaya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan perjalanan kereta api.
Kolaborasi dengan komunitas dan mahasiswa tersebut juga menjadi upaya membangun hubungan positif antara perusahaan, komunitas pecinta kereta api, dan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada aspek sosial, kegiatan ini turut mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas, khususnya bagi pengguna jalan yang melintasi jalur kereta api.
KAI Daop 3 Cirebon Bersihkan Mushola Al Abror
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih Mushola Al Abror di lingkungan Stasiun Cirebon. Dalam kegiatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon bersama komunitas Edan Sepur Cirebon menyerahkan secara simbolis perlengkapan ibadah dan alat kebersihan untuk mendukung kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas ibadah tersebut.
Setelah penyerahan bantuan, para peserta bergotong royong membersihkan bagian dalam mushola hingga area di sekitarnya. Aksi ini diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah yang menjadi salah satu fasilitas pendukung bagi masyarakat di lingkungan stasiun.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan kegiatan Community Relations merupakan bentuk kepedulian perusahaan yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, menjaga kebersihan fasilitas umum membutuhkan partisipasi berbagai pihak. Karena itu, keterlibatan komunitas dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus mempererat hubungan antara KAI dan masyarakat.
“Melalui program Community Relations ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan sederhana seperti menjaga kebersihan mushola dapat menumbuhkan kepedulian bersama terhadap fasilitas umum, sekaligus mempererat hubungan antara KAI, komunitas, dan masyarakat,” ujar Muhibbuddin.
Melalui kegiatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon berharap kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas ibadah dapat terus tumbuh. Langkah sederhana seperti membersihkan mushola dan menjaga fasilitas bersama dinilai penting untuk menciptakan lingkungan stasiun yang lebih nyaman.
Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang JPL 200
Selain menjalankan aksi sosial, KAI Daop 3 Cirebon bersama Edan Sepur Cirebon dan mahasiswa memberikan edukasi keselamatan di perlintasan sebidang JPL 200, Jalan Slamet Riyadi, Kota Cirebon.
Dalam kegiatan ini, para peserta menyampaikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu, sinyal, dan aturan ketika melintasi jalur kereta api. Pesan keselamatan juga disampaikan melalui pembentangan spanduk sebagai pengingat bagi pengendara untuk tidak mengabaikan prosedur keselamatan di perlintasan.
Pengguna jalan diingatkan agar memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas. Kedisiplinan menjadi faktor penting karena kereta api memiliki karakteristik operasional yang berbeda dengan kendaraan di jalan raya, termasuk membutuhkan jarak pengereman yang panjang.
Muhibbuddin menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan setiap pengguna jalan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan sebidang. Jangan menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan karena kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa menerobos palang pintu atau mengabaikan sinyal peringatan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pengendara diharapkan tidak terburu-buru dan selalu mendahulukan keselamatan dibandingkan mengejar waktu perjalanan.
Kepatuhan terhadap aturan juga penting untuk mendukung kelancaran perjalanan kereta api. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, potensi kecelakaan di perlintasan sebidang diharapkan dapat ditekan.
Perkuat Sinergi dengan Komunitas dan Mahasiswa
Melalui aksi bersih mushola dan edukasi keselamatan tersebut, KAI Daop 3 Cirebon berharap kolaborasi dengan komunitas Edan Sepur Cirebon dan mahasiswa dapat terus berkembang. Sinergi ini diharapkan melahirkan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat nyata, mulai dari menjaga kebersihan fasilitas umum hingga membangun budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
Keterlibatan komunitas pecinta kereta api juga menjadi sarana untuk menyebarluaskan pesan keselamatan kepada masyarakat. Sementara itu, partisipasi mahasiswa diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi dan mendorong kepedulian generasi muda terhadap keselamatan transportasi.
KAI Daop 3 Cirebon mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum, menaati peraturan di perlintasan sebidang, serta meningkatkan kewaspadaan ketika berada di sekitar jalur kereta api.
Melalui kepedulian sosial dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, lingkungan perkeretaapian diharapkan menjadi semakin bersih, nyaman, dan aman bagi semua pihak. Keselamatan bukan sekadar imbauan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui perilaku disiplin setiap hari. (abd)















