Kabar Baik untuk Pengemudi Becak Indramayu! 220 Becak Listrik Dibagikan, Lansia Diprioritaskan

YGSN menyalurkan 220 becak listrik di Indramayu untuk membantu pengemudi lansia mencari nafkah. Simak target penerima dan garansi dari Pindad.

INDRAMAYU – Sebanyak 220 unit becak listrik dibagikan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) kepada pengemudi becak di Kabupaten Indramayu, Sabtu (24/10/2026). Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengemudi, terutama kelompok pralansia dan lanjut usia (lansia), yang masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Program 220 becak listrik dibagikan YGSN di Indramayu tersebut menjadi salah satu upaya membantu pengemudi becak agar tetap produktif tanpa harus mengandalkan kekuatan fisik sepenuhnya. Dengan dukungan tenaga listrik, mereka diharapkan bisa menjalankan pekerjaan sehari-hari dengan lebih ringan.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, bantuan becak listrik tersebut merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang disalurkan melalui YGSN. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu pengemudi becak, tetapi juga memberikan dukungan bagi keluarga mereka dalam mempertahankan penghasilan.

Lucky menyebutkan, Indramayu untuk sementara menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima bantuan becak listrik terbanyak di Jawa Barat. Ia mengapresiasi berbagai pihak yang turut mendorong percepatan penyaluran bantuan tersebut di wilayahnya.

Salah satu pihak yang mendapat apresiasi adalah Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Indramayu, Kasan Basari, yang dinilai turut berperan dalam mendorong realisasi program bagi para pengemudi becak.

Becak Listrik Diprioritaskan untuk Pengemudi Lansia

Ketua Koordinator Becak Listrik Indonesia sekaligus Ketua YGSN Jawa Timur, Ana Setiawati, menjelaskan bahwa program bantuan becak listrik direncanakan berlangsung hingga 2028.

Secara nasional, program tersebut menargetkan sekitar 70 ribu hingga 80 ribu pengemudi becak sebagai penerima manfaat. Data yang telah dihimpun sementara menunjukkan jumlah pengemudi becak yang masuk dalam pendataan sudah melampaui 70 ribu orang.

“Data becak yang sudah masuk sementara ini di seluruh Indonesia lebih dari 70 ribu, tetapi dibulatkan menjadi 80 ribu,” jelas Ana.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Salah satu faktor yang memengaruhi proses distribusi adalah kapasitas produksi becak listrik yang masih terbatas, sehingga pemenuhan kebutuhan penerima harus disesuaikan dengan ketersediaan unit.

Untuk menentukan penerima, YGSN saat ini memprioritaskan pengemudi becak berusia 55 tahun ke atas, terutama mereka yang sudah memasuki usia lanjut.

Kebijakan tersebut mempertimbangkan kondisi fisik pengemudi yang umumnya mulai mengalami penurunan kekuatan seiring bertambahnya usia. Setelah kelompok lansia di suatu wilayah terakomodasi, sasaran bantuan direncanakan dapat diperluas kepada pengemudi yang lebih muda.

Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat menjangkau kelompok yang paling membutuhkan dukungan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Ada Garansi Satu Tahun dari PT Pindad

Selain memberikan kemudahan dalam bekerja, program becak listrik juga dilengkapi dengan jaminan perbaikan apabila terjadi kerusakan selama masa garansi.

Ana Setiawati menyampaikan, becak listrik yang diproduksi PT Pindad (Persero) memiliki garansi selama satu tahun. Ketentuan ini diharapkan memberikan rasa aman kepada penerima agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk menunjang pekerjaan mereka.

Apabila becak listrik mengalami kerusakan dalam masa garansi, penerima dapat melaporkannya melalui Dinas Perhubungan atau pengurus DPC. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada YGSN untuk ditindaklanjuti bersama pihak produsen.

“Jika terjadi kerusakan dalam masa garansi, penerima dapat menyampaikan laporan melalui Dinas Perhubungan atau pengurus DPC untuk diteruskan kepada YGSN. Selanjutnya, YGSN akan meminta Pindad menindaklanjuti kerusakan tersebut,” terangnya.

Adanya mekanisme pelaporan ini menjadi bagian penting dalam memastikan becak listrik dapat digunakan secara berkelanjutan. Pasalnya, kendaraan tersebut menjadi sarana utama penerima untuk mencari penghasilan.

Penerima juga diharapkan menjaga dan merawat unit yang telah diberikan agar tetap berfungsi dengan baik dalam jangka panjang.

Pemkab Indramayu Siapkan Wacana Pengisian Daya Gratis

Bupati Lucky Hakim mengatakan, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengupayakan fasilitas pengisian daya gratis bagi pengemudi becak listrik.

Fasilitas tersebut direncanakan tersedia di sejumlah lokasi yang biasa digunakan pengemudi untuk mangkal. Jika dapat direalisasikan, keberadaan tempat pengisian daya akan membantu penerima mengoperasikan becak listrik tanpa terbebani biaya pengisian di lokasi tertentu.

Menurut Lucky, penggunaan tenaga listrik dapat menjadi solusi bagi pengemudi yang mulai mengalami keterbatasan fisik, khususnya pada bagian kaki dan otot. Dengan demikian, mereka tidak harus mengandalkan tenaga kayuh sepenuhnya ketika mengangkut penumpang.

Ia menilai bantuan ini penting karena banyak pengemudi becak yang tetap bekerja meskipun telah memasuki usia senja. Kebutuhan rumah tangga membuat mereka harus terus mencari penghasilan di tengah kondisi fisik yang tidak lagi sekuat saat masih muda.

Lucky juga mengingatkan agar becak listrik yang diterima tidak diperjualbelikan maupun disewakan kepada orang lain. Bantuan tersebut harus dimanfaatkan sesuai tujuan awal, yakni membantu pengemudi becak yang telah terdata.

Apabila penerima sudah tidak ingin atau tidak mampu lagi menggunakan becak listrik tersebut, unitnya dapat dikembalikan kepada pihak yang melakukan pendataan.

Muktadi, 74 Tahun, Berharap Tetap Bisa Menafkahi Keluarga

Manfaat bantuan becak listrik dirasakan langsung oleh Muktadi, warga Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu. Pada usia 74 tahun, ia masih menjalani pekerjaan sebagai pengemudi becak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Muktadi mengaku telah hampir 20 tahun menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut. Selama ini, ia mengandalkan becak kayuh yang mengharuskannya menggunakan tenaga kaki untuk mengantar penumpang ke tempat tujuan.

Kehadiran becak listrik menjadi harapan baru baginya untuk terus bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan membantu. Tadinya pakai kaki, sekarang pakai mesin. Jadi lebih ringan untuk mencari nafkah demi istri dan anak,” ungkap Muktadi.

Pengalaman Muktadi menggambarkan tantangan yang dihadapi sebagian pengemudi becak berusia lanjut. Di satu sisi, mereka harus menjaga kondisi fisik, tetapi di sisi lain tetap membutuhkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dengan bantuan tersebut, para penerima diharapkan dapat mempertahankan mata pencaharian sekaligus mengurangi ketergantungan pada kekuatan fisik.

Sementara itu, Kasan Basari berpesan agar seluruh penerima merawat becak listrik yang telah diberikan. Menurutnya, kendaraan tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan sarana untuk terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.

“Becak ini bukan hanya sekadar bantuan, tetapi jadikanlah alat perjuangan untuk memberikan nafkah buat keluarga yang ada di rumah. Mudah-mudahan ini membawa berkah,” tandasnya.

Melalui penyaluran 220 becak listrik di Indramayu, program ini diharapkan dapat membantu para pengemudi, khususnya kelompok lansia, agar tetap produktif dan memiliki kesempatan lebih baik untuk mempertahankan penghasilan keluarga. (tar)