
CIREBON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan santri Pesantren Tahfidz Qur’an Terpadu (PTQT) Al Hikmah Bobos, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Kali ini, Fanny Putri Maharani, siswi Madrasah Aliyah (MA) Al Hikmah Bobos, berhasil meraih predikat Karya Terpilih dalam lomba penulisan cerita pendek (cerpen) pada ajang World Book Day 2026 yang diselenggarakan Perpustakaan Bank Indonesia Perwakilan Cirebon.
Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kehidupan pesantren yang berfokus pada pendidikan agama dan hafalan Al-Qur’an juga dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, literasi, serta kemampuan menulis.
Prestasi Fanny sekaligus menambah deretan capaian positif yang diraih keluarga besar Yayasan Al Hikmah Bobos. Di tengah rutinitas belajar dan menghafal Al-Qur’an, ia mampu menunjukkan potensi di bidang kepenulisan melalui karya cerpen yang mendapatkan apresiasi dalam ajang World Book Day 2026.
Fanny, yang akrab disapa Fanny, merupakan remaja kelahiran Tangerang, 21 April 2009. Putri sulung dari dua bersaudara pasangan Irfan Kurniawan dan Anik Wulandari ini memiliki kegemaran membaca dan menulis. Ia juga mengagumi penulis Asma Nadia, yang turut menjadi inspirasi dalam menekuni dunia literasi.
Di balik prestasinya, Fanny memiliki prinsip hidup yang menjadi penyemangat dalam menjalani proses belajar dan mengembangkan diri.
“Jika gagal, jadikan pengalaman. Tengoklah ke belakang untuk melihat seberapa jauh kamu berkembang,” demikian semboyan yang dipegangnya.
Berawal dari Pesantren, Kini Hafal 11 Juz Al-Qur’an
Perjalanan Fanny di PTQT Al Hikmah Bobos menjadi bagian penting dalam perkembangan dirinya. Meninggalkan tempat kelahirannya sejak usia sekitar tiga tahun untuk menempuh pendidikan di pesantren, ia tidak menyangka mampu menghafal hingga 11 juz Al-Qur’an.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Fanny. Sesuatu yang semula terasa sulit dan nyaris tidak terbayangkan akhirnya dapat diwujudkan melalui proses belajar, kedisiplinan, serta pendampingan dari orang-orang di sekitarnya.
Fanny mengungkapkan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang senantiasa memberikan doa dan motivasi. Dukungan tersebut menjadi salah satu sumber kekuatan baginya untuk terus belajar dan menjalani kehidupan di lingkungan pesantren.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing yang dengan tekun mendampingi proses pendidikannya hingga mampu mencapai berbagai prestasi.
Bagi Fanny, menghafal Al-Qur’an dan menekuni kegemaran membaca serta menulis bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru menjadi bagian dari proses pengembangan diri yang dapat berjalan beriringan.
Selain berprestasi di bidang pendidikan agama, ia juga memiliki cita-cita untuk bekerja sebagai pegawai kantoran. Dengan bekal pendidikan, pengalaman, dan keterampilan yang terus dikembangkan, Fanny berharap dapat meraih masa depan sesuai dengan impiannya.
Orang Tua Bangga, Santri Tetap Produktif Berkarya
Prestasi Fanny turut menghadirkan kebahagiaan bagi keluarganya. Sang ayah, Irfan Kurniawan, mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas pencapaian yang diraih putrinya.
Menurut Irfan, keberhasilan Fanny menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Terlebih, putrinya mampu menghasilkan karya kreatif di tengah keterbatasan waktu dan interaksi dengan media sosial selama menjalani kehidupan sebagai santri.
“Di tengah keterbatasan waktu dan interaksi dengan media sosial seorang santri, tetapi masih bisa menyalurkan imajinasi dalam sebuah karya. Itu suatu kebanggaan bagi kami selaku orang tua,” ujar Irfan.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi Fanny untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan menulis, dan menghasilkan karya-karya yang bermanfaat.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan pendidikan Fanny. Selain memberikan motivasi, orang tua juga terus mengiringi prosesnya melalui doa agar ia dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berprestasi, dan memiliki masa depan yang baik.
MA Al Hikmah Dorong Pengembangan Potensi Santri
Kepala MA Al Hikmah Bobos, Meliana, MPdI, didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Ahmad Nasir, MPd, turut menyampaikan harapan agar Fanny terus meningkatkan prestasinya.
Pihak madrasah berharap Fanny dapat menambah hafalan Al-Qur’an yang saat ini telah mencapai 11 juz. Bekal tersebut diharapkan menjadi modal berharga bagi perjalanan pendidikannya, termasuk ketika melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Selama menempuh pendidikan di pondok pesantren, Fanny juga dinilai menunjukkan perkembangan positif. Ia tumbuh menjadi santri yang mandiri dan kreatif, sekaligus mampu memperlihatkan potensi di luar kegiatan akademik dan keagamaan.
Capaian dalam lomba menulis cerpen ini memperlihatkan pentingnya memberikan ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya. Dengan pendampingan yang tepat, kemampuan yang dimiliki santri dapat berkembang melalui berbagai kegiatan, termasuk membaca, menulis, dan mengikuti kompetisi literasi.
Al Hikmah Fasilitasi Pendidikan dan Kreativitas Santri
Ketua Yayasan Al Hikmah Bobos Dukupuntang Cirebon, Nina Nurohmah, MSi, Al Hafidzah, menjelaskan bahwa yayasan yang dipimpinnya merupakan lembaga dakwah, sosial, dan pendidikan yang menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga madrasah aliyah (MA).
Dalam sistem pendidikan yang diterapkan, siswa SMP dan MA diwajibkan tinggal di asrama selama 24 jam. Mereka menjalani berbagai aktivitas pendidikan dan pembinaan yang dirancang untuk mendukung perkembangan kemampuan akademik, keagamaan, serta kemandirian.
Menurut Nina, yayasan berupaya memfasilitasi potensi yang dimiliki setiap santri agar dapat berkembang secara maksimal. Pendidikan di pesantren tidak hanya diarahkan untuk membentuk generasi yang hafal dan dekat dengan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kemampuan akademik dan keterampilan pengembangan diri.
Ia menilai prestasi Fanny menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan di pesantren dapat berjalan seiring dengan pengembangan kreativitas dan literasi.
“Hari ini, Ananda Fanny Putri Maharani telah membuktikannya, hafal 11 juz Al-Qur’an dan meraih predikat Karya Terpilih dalam lomba penulisan cerita pendek di ajang World Book Day 2026 yang diselenggarakan Perpustakaan Bank Indonesia Perwakilan Cirebon,” ujar Nina.
Keberhasilan Fanny diharapkan dapat menginspirasi santri lainnya untuk terus menggali potensi diri. Dengan dukungan keluarga, pendampingan guru, serta fasilitas pendidikan yang memadai, santri memiliki kesempatan untuk berkembang dalam berbagai bidang tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya membaca dan menulis perlu terus ditumbuhkan di lingkungan pendidikan. Melalui literasi, santri tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat menuangkan gagasan, imajinasi, dan pengalaman menjadi karya yang bernilai.
Bagi Fanny, predikat Karya Terpilih dalam World Book Day 2026 menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuannya. Sementara itu, hafalan 11 juz Al-Qur’an menjadi pencapaian tersendiri dalam perjalanan pendidikannya di PTQT Al Hikmah Bobos, Cirebon. (abd)















