CIREBON – Memasuki usia ke-105 tahun, Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon meneguhkan kembali komitmennya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan mudah diakses masyarakat.
Momentum ulang tahun ke-105 yang diperingati pada Senin (31/8/2026) menjadi kesempatan bagi RSD Gunung Jati untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat langkah transformasi pelayanan kesehatan.
Mengusung tema “Terus Melayani”, peringatan tahun ini menegaskan tekad rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan modern, tetapi juga ramah serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan sejumlah inovasi layanan kesehatan. RSD Gunung Jati kini menghadirkan layanan baru yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, di antaranya Poliklinik Rara Jelita dan Poliklinik Sore.
Poliklinik Rara Jelita merupakan layanan khusus bagi perempuan yang berfokus pada penanganan kanker kandungan serta tindakan kanker payudara. Sementara Poliklinik Sore menghadirkan layanan medis dan spesialis pada sore hari sehingga masyarakat memiliki pilihan waktu yang lebih fleksibel untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan birokrasi dan pelayanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Transformasi inovasi ini diharapkan mampu bermuara pada satu tujuan utama, yakni terwujudnya kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” kata Edo.
Menurutnya, berbagai capaian dan apresiasi yang telah diraih RSD Gunung Jati tidak boleh membuat jajaran rumah sakit cepat berpuas diri. Kebutuhan dan ekspektasi masyarakat terus berkembang sehingga peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Edo menilai, sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama, RSD Gunung Jati memiliki kekuatan besar karena didukung oleh berbagai unsur tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.
Mulai dari dokter, perawat, bidan, tenaga administrasi, hingga petugas kebersihan dan keamanan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan kepada pasien berjalan optimal.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memperkuat komunikasi dan kolaborasi serta menghilangkan ego sektoral, ego profesi maupun kepentingan pribadi.
“Keselamatan dan kepuasan pasien harus ditempatkan di atas segalanya,” tegasnya.
Selain kualitas layanan, persoalan kedisiplinan juga menjadi perhatian Wali Kota. Menurutnya, rumah sakit merupakan fasilitas publik yang bekerja selama 24 jam sehingga ketepatan waktu petugas memiliki arti penting bagi masyarakat.
Kedisiplinan, kata dia, bukan hanya berkaitan dengan presensi atau kewajiban administratif. Lebih dari itu, ketepatan waktu merupakan bentuk penghormatan terhadap pasien yang datang untuk memperoleh pertolongan.
Edo juga mengingatkan seluruh aparatur, baik ASN maupun PPPK, agar menjadikan tugas pelayanan di RSD Gunung Jati sebagai bentuk amanah dan prioritas pengabdian.
Ia menegaskan, jangan sampai masyarakat yang datang membutuhkan pertolongan justru kesulitan mendapatkan layanan karena petugas tidak berada di tempat akibat mendahulukan kepentingan di luar tugas pelayanan.
“Jangan sampai masyarakat datang mencari pertolongan, tetapi petugas tidak berada di tempat karena mendahulukan kesibukan lainnya. Ini harus dihindari,” ujarnya.
RSD Gunung Jati Siapkan Regenerasi Tenaga Medis
Direktur RSD Gunung Jati Cirebon, dr. Katibi, mengatakan usia 105 tahun menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan rumah sakit sekaligus menyiapkan strategi menghadapi tantangan pelayanan kesehatan ke depan.
Menurut Katibi, peringatan ulang tahun tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk melakukan refleksi, proyeksi, dan menyusun perencanaan strategis dengan mempertimbangkan kondisi internal maupun perkembangan lingkungan eksternal rumah sakit.
Sejak berdiri pada 1921, RSD Gunung Jati telah menjadi salah satu rumah sakit yang memiliki perjalanan panjang dalam pelayanan kesehatan di Cirebon.
Katibi menyebut RSD Gunung Jati selama ini juga berupaya menjadi trendsetter dalam pelayanan kesehatan sekaligus mitra strategis bagi perkembangan rumah sakit lainnya, baik di Kota Cirebon maupun daerah lain.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), hingga pemenuhan fasilitas dan peralatan medis yang semakin modern.
Salah satu pengembangan yang saat ini menjadi perhatian adalah layanan unggulan di bidang onkologi ginekologi. Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas RSD Gunung Jati dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit kanker pada perempuan.
Di sisi lain, rumah sakit juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga medis seiring adanya sejumlah dokter dan tenaga kesehatan yang memasuki masa purna bakti.
Katibi memastikan persoalan tersebut telah menjadi bagian dari perencanaan tahunan rumah sakit. Pemetaan kebutuhan tenaga medis dilakukan secara proaktif, terutama terhadap kelompok spesialis yang mendekati masa pensiun.
Calon tenaga pengganti kemudian dipersiapkan melalui jalur pendidikan dan pelatihan sesuai kebutuhan layanan. Langkah tersebut dilakukan agar regenerasi tenaga medis dapat berjalan tanpa mengganggu kualitas pelayanan kepada pasien.
“Kami sudah melakukan perencanaan regenerasi. Ketika ada kelompok atau spesialis yang mendekati masa pensiun, calon penggantinya sudah dipetakan dan diarahkan mengikuti pendidikan maupun pelatihan,” jelas Katibi.
Saat ini, kekuatan SDM RSD Gunung Jati didukung 99 dokter spesialis dan 34 dokter umum.
Katibi optimistis kombinasi antara kekuatan SDM, regenerasi tenaga medis yang terencana, peningkatan fasilitas, dan inovasi layanan dapat membawa RSD Gunung Jati terus berkembang.
Memasuki usia 105 tahun, RSD Gunung Jati tidak hanya ingin mempertahankan sejarah panjangnya, tetapi juga memastikan keberadaan rumah sakit tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat “Terus Melayani”, inovasi layanan kesehatan diharapkan menjadi bagian dari perjalanan baru RSD Gunung Jati dalam memberikan pelayanan yang semakin berkualitas, profesional, humanis, dan berkeadilan bagi masyarakat Cirebon. (abd)
















