CIREBON – Menjelang Ramadan, permintaan kurma di Indonesia diperkirakan kembali mengalami peningkatan. Momentum tersebut mulai dipersiapkan sejumlah pelaku usaha, salah satunya Andalus Bangun Internasional yang menyiapkan impor kurma langsung dari Mesir.
Kurma tersebut diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan pedagang, grosir, hingga masyarakat, terutama di wilayah Cirebon, Jabodetabek, dan sejumlah daerah lainnya.
Dede Muharam dari Andalus Bangun Internasional mengatakan, perusahaannya bergerak di bidang perdagangan, termasuk komoditas kopi dan kurma. Untuk menjaga kualitas produk yang akan dipasarkan, pihaknya bahkan melakukan pengecekan langsung ke perkebunan kurma di Mesir sebelum memasuki masa panen.
Menurut Dede, proses tersebut penting dilakukan untuk memastikan kurma yang dipilih benar-benar sesuai dengan standar kualitas yang ditargetkan perusahaan.
“Sebelum panen saya harus cek ke lokasi. Dari Kairo sekitar enam jam menuju Al Wahat. Perkebunannya sangat luas dan banyak sekali,” ujar Dede.
Tak hanya mengecek kondisi perkebunan, pengawasan juga dilakukan hingga proses setelah panen. Kurma yang telah dipanen akan diperiksa kembali sebelum melalui tahap pengemasan dan dimuat ke dalam kontainer untuk dikirim menuju Indonesia.
Dede mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar kurma yang sampai ke pasar Indonesia merupakan produk pilihan dengan kualitas yang tetap terjaga.
“Memastikan kurma yang dikirim dari perkebunan, kemudian di-packing dan berangkat menuju Indonesia itu memang kurma pilihan, kurma yang bagus yang akan kita jual ke masyarakat di wilayah Cirebon dan sekitar Jabodetabek,” katanya.
Kurma Siwi atau Siwa dari Mesir
Jenis kurma yang disiapkan untuk didatangkan ke Indonesia adalah kurma Siwi atau Siwa. Kurma tersebut merupakan salah satu varietas yang dikenal berasal dari Mesir.
Untuk memperluas akses pembelian, Andalus menyiapkan beberapa skema bagi pedagang dan grosir. Salah satunya melalui sistem pre-order atau PO sebelum barang tiba di Indonesia.
Menurut Dede, pembelian melalui mekanisme PO memungkinkan pedagang mendapatkan harga lebih rendah. Namun, pemesanan tersebut dilakukan dengan sistem pembayaran uang muka atau down payment (DP).
“Kalau PO tadi harganya berbeda, harganya paling murah. Tentunya PO dan kemudian ada pembayaran DP,” jelasnya.
Selain sistem PO, pedagang juga dapat membeli kurma setelah barang tiba di Pelabuhan Jakarta. Setelah proses pengeluaran barang dari pelabuhan dan pembayaran selesai, kurma dapat diambil maupun dikirim langsung menuju daerah tujuan.
Andalus juga membuka pembelian ketika stok kurma sudah berada di Cirebon. Pedagang dapat mengambil dalam jumlah besar, mulai dari sekitar 100 karton hingga satu kontainer.
“Barang sampai di Cirebon, di Andalus, silakan yang mau mengambil satu truk, mengambil seratus karton juga bisa,” katanya.
Satu Kontainer Bisa 26 Ton
Untuk kapasitas pengiriman, satu kontainer berukuran 40 feet dapat menampung sekitar 26 ton kurma.
Jika setiap karton memiliki berat 10 kilogram, kapasitas tersebut setara dengan sekitar 2.600 karton kurma.
Besarnya kapasitas tersebut membuat impor kurma tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar eceran, tetapi juga membuka peluang bagi pedagang dan grosir yang ingin melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Dede menyebutkan, sejumlah calon pembeli bahkan telah melakukan pemesanan lebih awal. Salah satunya pedagang dari Pati, Jawa Tengah, yang telah melakukan booking satu kontainer.
“Beliau sudah booking untuk satu kontainer sehingga nanti dari Jakarta langsung menuju ke Pati,” ujarnya.
Kontainer kurma dari Mesir tersebut ditargetkan tiba di Indonesia pada awal Desember. Persiapan dilakukan jauh sebelum Ramadan agar proses distribusi kepada pedagang dapat berlangsung lebih awal.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Andalus dalam mengantisipasi meningkatnya kebutuhan kurma ketika memasuki bulan Ramadan.
Bisa Disimpan Suhu Ruang
Dari sisi penyimpanan, Dede mengatakan kurma Mesir memiliki daya tahan yang cukup baik. Produk tersebut tetap dapat disimpan pada suhu ruang.
Meski demikian, penyimpanan menggunakan lemari pendingin dinilai dapat membantu mempertahankan kondisi dan kualitas kurma dalam waktu lebih lama.
“Kurma dari Mesir tidak di-freezer pun juga bagus. Tentu di freezer atau di kulkas lebih bagus. Tapi di luar pun juga aman, di suhu ruangan,” ungkapnya.
Selain kualitas dan daya tahan, harga menjadi salah satu pertimbangan yang dinilai dapat menarik minat pedagang maupun konsumen.
Dede menyebutkan, kurma Mesir yang disiapkan Andalus memiliki harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan beberapa jenis kurma yang selama ini populer di pasar Indonesia, salah satunya kurma Sukari.
“Kurma Mesir tentu lebih murah daripada kurma seperti Sukari, hampir setengah harga dari harga Sukari,” pungkasnya. (cep)













