
CIREBON – Kontingen Kota Cirebon mulai bersiap menghadapi persaingan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat ke-15 tahun 2026. Sebanyak 388 atlet resmi dilepas oleh Wali Kota Cirebon Effendi Edo untuk berlaga di ajang olahraga tingkat provinsi yang akan digelar di Bekasi.
Pelepasan tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Cirebon untuk kembali menunjukkan kemampuan dan prestasi di bidang olahraga. Dengan mengandalkan ratusan atlet dari berbagai cabang olahraga (cabor), Pemerintah Kota Cirebon memasang target agar kontingen mampu menembus posisi 10 besar klasemen akhir Porprov Jabar 2026.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo berharap seluruh atlet yang diberangkatkan dapat memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa pulang medali sebanyak-banyaknya. Ia optimistis kekuatan kontingen yang terdiri dari 388 atlet dapat menjadi modal untuk mencapai target tersebut.
Menurut Edo, pelepasan kontingen Porprov bukan satu-satunya agenda yang dilaksanakan Pemerintah Kota Cirebon. Pada kesempatan yang sama, Pemkot Cirebon juga melepas peserta program pelatihan tenaga kerja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kedua kegiatan tersebut dinilai memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong peningkatan kapasitas masyarakat, baik melalui prestasi olahraga maupun keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
“Alhamdulillah, hari ini ada dua pelepasan. Pertama, pelepasan atlet Porprov ke-15 yang akan diberangkatkan ke Bekasi. Kedua, pelatihan tenaga kerja. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa menjadi salah satu solusi untuk persoalan tingkat pengangguran,” kata Edo.
388 Atlet Kota Cirebon Dibebani Target 10 Besar Porprov Jabar
Dalam arahannya kepada kontingen, Effendi Edo menekankan pentingnya menjaga semangat juang, disiplin, dan sportivitas selama mengikuti pertandingan. Ia meminta para atlet tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjaga kehormatan dan nama baik Kota Cirebon.
Target masuk 10 besar menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh atlet dan ofisial yang akan bertanding. Edo berharap setiap atlet mampu mengeluarkan kemampuan terbaik sesuai dengan persiapan yang telah dijalani.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan dalam kompetisi olahraga membutuhkan kerja keras, kekompakan, serta mental bertanding yang kuat.
“Dengan kekuatan 388 atlet, kontingen Kota Cirebon diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik, menjaga nama baik daerah, serta mewujudkan target menembus 10 besar Porprov Jawa Barat 2026,” ujarnya.
Pesan khusus juga disampaikan kepada seluruh atlet agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, baik ketika meraih kemenangan maupun saat menghadapi kekalahan.
“Jaga sportivitas, jaga nama baik Cirebon, dan raih juara,” tegasnya.
Pemkot Cirebon Siapkan Insentif dan Uang Pembinaan Atlet
Di balik persiapan menghadapi Porprov Jabar 2026, dukungan pembiayaan menjadi salah satu perhatian penting. Pemerintah Kota Cirebon menyatakan memberikan dukungan melalui insentif dan uang pembinaan bagi para atlet.
Namun, Effendi Edo mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan persiapan yang belum sepenuhnya ditanggung pemerintah. Khususnya untuk pembiayaan selama masa pemusatan latihan atau training center sebelum masuk ke dalam program yang telah ditetapkan, sebagian kebutuhan masih ditanggung secara mandiri.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mempersiapkan atlet agar dapat tampil maksimal di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Selain persoalan pembiayaan persiapan, perhatian juga tertuju pada bonus bagi atlet yang berhasil mempersembahkan medali untuk Kota Cirebon.
Effendi Edo menjelaskan, pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran khusus bonus peraih medali dalam APBD 2026. Kendati demikian, peluang pemberian bonus masih terbuka dan akan dibicarakan kembali bersama pihak terkait untuk penganggaran tahun berikutnya.
“Bonus insya Allah mudah-mudahan ya, tapi tidak dianggarkan di 2026. Nanti 2027, kita akan bicara lagi dengan teman-teman,” ungkapnya.
Dengan demikian, atlet yang berhasil meraih prestasi diharapkan tetap menjadikan Porprov sebagai ajang pembuktian kemampuan dan kesempatan mengharumkan nama daerah.
KONI Andalkan Basket, Muay Thai hingga Taekwondo
Sementara itu, Ketua KONI Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah, menyatakan pihaknya siap mengerahkan seluruh kemampuan untuk membawa kontingen Kota Cirebon kembali masuk jajaran 10 besar Porprov Jawa Barat 2026.
Menurut Handarujati, persiapan menghadapi kompetisi tingkat provinsi memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya berkaitan dengan pemerataan kemampuan keuangan daerah, baik di tingkat kota maupun kabupaten.
Meski demikian, ia mengapresiasi perhatian dan dukungan anggaran dari Wali Kota Cirebon yang telah dialokasikan untuk membantu keberangkatan serta memenuhi kebutuhan kontingen.
Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi para atlet untuk menjalani pertandingan dengan persiapan yang lebih baik.
“Harapan kita, dengan kembali masuk 10 besar, sebanyak 388 atlet Kota Cirebon ini bisa memberikan performa terbaik,” ujar Handarujati.
Untuk mengejar target tersebut, KONI Kota Cirebon telah memetakan sejumlah cabang olahraga yang berpotensi menyumbangkan medali. Beberapa di antaranya adalah bola basket, gateball, muay thai, gulat, dan taekwondo.
Kelima cabang olahraga tersebut menjadi salah satu tumpuan Kota Cirebon dalam persaingan memperebutkan medali. Meski demikian, KONI berharap seluruh cabang olahraga yang diikuti kontingen tetap mampu memberikan kontribusi maksimal.
Porprov Jadi Ajang Menyiapkan Atlet Menuju PON
Lebih dari sekadar mengejar posisi 10 besar, Porprov Jabar 2026 juga menjadi kesempatan bagi Kota Cirebon untuk mengukur perkembangan pembinaan olahraga daerah.
Melalui kompetisi ini, KONI dapat melihat potensi atlet yang memiliki kemampuan untuk dikembangkan ke jenjang lebih tinggi, termasuk menghadapi kompetisi nasional.
Handarujati menyebutkan, sejumlah atlet Kota Cirebon sudah memiliki pengalaman memperkuat tim nasional maupun menjadi bagian dari kontingen Jawa Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pengalaman tersebut antara lain berasal dari cabang bola basket dan muay thai. Hal ini menjadi modal penting bagi Kota Cirebon untuk terus mengembangkan pembinaan atlet berprestasi.
KONI berharap atlet-atlet potensial tersebut dapat mempertahankan performa, meningkatkan kemampuan, dan memperoleh kesempatan lebih besar untuk tampil pada PON mendatang.
Dengan keberangkatan 388 atlet, Kota Cirebon kini memiliki pekerjaan besar untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga yang telah dilakukan. Target menembus 10 besar Porprov Jabar 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ambisi, tetapi dapat diwujudkan melalui perjuangan, konsistensi, dan prestasi di lapangan. (its)















