Tak Lagi Bersaing, 10 Daerah Perbatasan Jabar-Jateng Bersatu Berburu Investor

10 daerah perbatasan Jabar-Jateng membentuk Kunci Bersama Investment Forum untuk menarik investor, memperkuat ekonomi, dan membuka lapangan kerja baru.

CIREBON – Sepuluh kabupaten dan kota di kawasan perbatasan Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) mulai memperkuat kolaborasi untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Melalui Kunci Bersama Investment Forum, daerah-daerah tersebut berupaya menyatukan potensi unggulan agar lebih menarik bagi investor nasional maupun mancanegara.

Pengukuhan pengurus Kunci Bersama Investment Forum berlangsung di Pendopo Bupati Kuningan, Rabu (21/10). Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis untuk memperluas kerja sama antardaerah, terutama dalam mengembangkan peluang usaha, memperkuat konektivitas ekonomi, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan kesiapan Kota Cirebon untuk mengambil peran penting dalam pengembangan ekonomi kawasan. Dengan kekuatan sektor perdagangan, jasa, dan akses transportasi, Kota Cirebon dinilai memiliki peluang menjadi pusat penghubung atau hub bagi aktivitas ekonomi daerah-daerah di sekitarnya.

Kolaborasi ini sekaligus mendorong perubahan pendekatan kerja sama antardaerah. Jika sebelumnya hubungan pemerintah daerah lebih banyak berfokus pada koordinasi dan kerja sama antarlembaga, Kunci Bersama Investment Forum diarahkan untuk menghadirkan peluang bisnis yang lebih konkret melalui keterlibatan pelaku usaha.

Kota Cirebon Siap Jadi Penghubung Investasi Kawasan

Sebagai kota pesisir yang memiliki sejarah panjang dalam aktivitas perdagangan, Kota Cirebon memiliki posisi strategis untuk mendukung distribusi barang dan jasa dari berbagai daerah di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kota Cirebon tidak hanya mengandalkan potensi ekonominya sendiri, tetapi juga berpeluang menjadi pintu masuk bagi produk-produk unggulan dari daerah hinterland atau kawasan penyangga di sekitarnya.

Daerah yang memiliki potensi pertanian, peternakan, perikanan, dan industri pengolahan dapat memanfaatkan jaringan perdagangan serta layanan distribusi yang tersedia di Kota Cirebon. Dengan konektivitas yang semakin kuat, produk lokal diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Siti Farida menyampaikan, Kunci Bersama Investment Forum menjadi ruang strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antardaerah melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Menurutnya, potensi Kota Cirebon dalam bidang perdagangan dan jasa dapat dikembangkan untuk menghubungkan produk, pelaku usaha, serta peluang investasi dari berbagai wilayah.

Karena itu, sinergi antardaerah perlu diarahkan pada program nyata yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak, bukan sebatas kesepakatan di atas kertas.

Pemerintah Kota Cirebon juga memandang investasi sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran investor diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai investasi daerah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperluas kesempatan berusaha, dan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.

Kunci Bersama Dorong Kolaborasi, Bukan Persaingan

Semangat kolaborasi tersebut sejalan dengan pandangan Bupati Kuningan sekaligus Ketua Sekretariat Kerja Sama (Setker) Kunci Bersama, Dian Rachmat.

Dian menilai, pemerintah daerah perlu mengubah cara pandang dalam mengembangkan ekonomi wilayah. Daerah tetangga seharusnya tidak selalu diposisikan sebagai pesaing dalam memperebutkan investasi, melainkan sebagai mitra yang dapat saling melengkapi.

Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik dan keunggulan berbeda. Kawasan pesisir mempunyai potensi kelautan dan perikanan, wilayah pegunungan menawarkan hasil pertanian, sedangkan kawasan perkotaan memiliki peluang lebih besar pada sektor perdagangan, jasa, dan industri pengolahan.

Apabila potensi tersebut dikembangkan secara terintegrasi, kawasan perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah dapat membentuk rantai pasok yang lebih kuat. Ketersediaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pemasaran dapat saling terhubung sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Dian berharap, keberadaan Kunci Bersama Investment Forum mampu memperkuat kemitraan antardaerah sekaligus mengidentifikasi potensi yang selama ini belum dikembangkan secara optimal.

Pemetaan potensi menjadi langkah penting agar setiap daerah memiliki penawaran investasi yang jelas, mulai dari komoditas unggulan, peluang industri, ketersediaan infrastruktur, hingga kebutuhan pengembangan usaha.

Dengan demikian, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai peluang bisnis di kawasan perbatasan Jabar-Jateng.

Forum Investasi Siapkan Peluang Bisnis Konkret

Ketua Kunci Bersama Investment Forum yang baru dikukuhkan, Agung Suryamal, menegaskan bahwa pembentukan forum tersebut merupakan awal dari pekerjaan yang lebih besar.

Menurutnya, upaya menarik investor tidak cukup hanya dengan menawarkan potensi daerah. Pemerintah daerah juga perlu memastikan kepastian hukum, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, serta ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan penting bagi investor sebelum memutuskan menanamkan modal di suatu wilayah.

Karena itu, forum investasi ini diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret yang dapat mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan potensi ekonomi masyarakat setempat.

Salah satu agenda awal yang dijajaki adalah mempertemukan petani, pedagang lokal, dan pengelola pasar modern. Langkah ini difokuskan pada sektor pangan dan perdagangan untuk memperkuat hubungan antara produsen dan pasar.

Melalui pola kemitraan tersebut, komoditas unggulan daerah diharapkan dapat terserap dengan lebih baik. Petani dan pelaku usaha lokal juga berpeluang memperoleh akses pemasaran yang lebih luas, sementara pedagang serta pengelola pasar dapat membangun jaringan pasokan yang lebih teratur.

Penguatan rantai pasok ini menjadi salah satu langkah untuk mengurangi hambatan distribusi dan memperpendek jalur pemasaran. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan kesepakatan bisnis yang jelas, sistem distribusi yang efisien, serta koordinasi antarpihak.

Jika berjalan optimal, kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat bagi produsen, pedagang, konsumen, dan perekonomian daerah secara keseluruhan.

Investasi Diharapkan Buka Lapangan Kerja Baru

Kehadiran Kunci Bersama Investment Forum membuka peluang bagi sepuluh kabupaten dan kota di kawasan perbatasan untuk menawarkan potensi ekonominya secara bersama-sama.

Pendekatan kolektif ini memungkinkan investor melihat kawasan tersebut sebagai satu kesatuan ekosistem ekonomi, bukan hanya sebagai wilayah administratif yang berdiri sendiri.

Bagi Kota Cirebon, peluang tersebut dapat memperkuat peran sektor perdagangan dan jasa sekaligus meningkatkan konektivitas dengan daerah-daerah penyangga. Sementara itu, daerah lain dapat mengoptimalkan potensi sumber daya dan komoditas unggulan yang dimiliki.

Ke depan, efektivitas forum ini akan ditentukan oleh kemampuan para anggotanya menerjemahkan kesepakatan menjadi proyek investasi, kemitraan usaha, serta program pengembangan ekonomi yang terukur.

Pemetaan potensi, promosi investasi, penyederhanaan proses perizinan, dan penguatan kualitas tenaga kerja menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan.

Melalui kolaborasi tersebut, batas administratif antara Jawa Barat dan Jawa Tengah diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi jaringan ekonomi yang saling terhubung, kompetitif, dan mampu menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (wan)