Siswa SMPN 7 Tanam 500 Mangrove di Pantai Kesenden Kota Cirebon

Siswa SMPN 7 Kota Cirebon menanam 500 pohoin mangrove di Pantai Kesenden

CIREBON – SMP Negeri 7 Kota Cirebon menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui kegiatan penanaman pohon mangrove di Pantai Kesenden, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan wawasan lingkungan tersebut melibatkan siswa kelas VII. Sebanyak 500 pohon mangrove ditanam sebagai bagian dari program sekolah berkelanjutan yang bertujuan membekali peserta didik dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan, khususnya kawasan pesisir.

Kepala SMPN 7 Kota Cirebon, Euis Sulastri MPd mengatakan, program penanaman mangrove menjadi salah satu kegiatan lingkungan yang dikhususkan bagi siswa kelas VII. Sementara itu, siswa di setiap jenjang kelas memiliki program lingkungan berbeda yang dijalankan secara berkelanjutan hingga kelas IX.

Menurut Euis, penanaman mangrove tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pihak sekolah juga berkomitmen melakukan perawatan dan pengembangan terhadap mangrove yang telah ditanam.

“Program ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan secara berkelanjutan, agar siswa memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini,” ujar Euis.

Ia menjelaskan, pemilihan mangrove dilatarbelakangi kondisi geografis Kota Cirebon yang berada di wilayah pesisir. Kawasan pantai memiliki kerentanan terhadap abrasi sehingga upaya menjaga ekosistem pesisir menjadi tanggung jawab bersama.

Selain penanaman mangrove, SMPN 7 Kota Cirebon juga memiliki berbagai program lingkungan lainnya. Setiap tingkat kelas mendapat kegiatan berbeda, mulai dari pembuatan eco-enzyme hingga program entrepreneur berbasis budidaya.

Program tersebut antara lain budidaya ayam petelur, burung puyuh, jamur, lele, dan sejumlah kegiatan produktif lainnya.

Euis menambahkan, berbagai program tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif terhadap pembentukan karakter siswa. Kesadaran dan kepedulian siswa dalam menjaga lingkungan serta kebersihan di sekitarnya terus mengalami peningkatan.

“Bagaimanapun juga yang harus peduli itu kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?” pungkasnya. (abd)