Pemkot Cirebon Manfaatkan Ruang Podcast untuk Dongkrak UMKM

Pemkot Cirebon siapkan fasilitas promosi UMKM lewat podcast dengan wakil wali kota sebagai host

CIREBON – Pelaku UMKM di Kota Cirebon tak lagi hanya didorong untuk meningkatkan kualitas produk. Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mulai menyiapkan cara baru agar produk lokal lebih mudah dikenal dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menggagas pemanfaatan ruang podcast yang berada di fasilitas IKM Digi Corner milik Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon.

Ruang tersebut nantinya tidak sekadar menjadi fasilitas digital, tetapi dimanfaatkan sebagai panggung promosi bagi pelaku UMKM.

Rida, sapaan akrab Siti Farida, bahkan berencana turun langsung menjadi host untuk memandu para pelaku UMKM memperkenalkan produk mereka melalui podcast.

Menurut Rida, promosi digital menjadi salah satu solusi untuk membantu UMKM memperluas pasar. Terlebih, selama ini pelaku UMKM sudah cukup sering mendapatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai pemasaran digital.

Namun, persoalan tidak berhenti pada pengetahuan. Keterbatasan fasilitas membuat sebagian pelaku UMKM belum mampu mengaplikasikan teori yang sudah mereka dapatkan.

“Dari ruang IKM Digi Corner ini, saya terinspirasi bagaimana UMKM memiliki daya saing, bisa mempromosikan produk dengan semua keterbatasan fasilitas, dan promosi secara digital ini sepertinya bisa menjadi solusi,” ujar Rida.

Ia menilai pelatihan digital marketing akan lebih efektif jika diikuti dengan ruang praktik yang memungkinkan pelaku UMKM langsung mempromosikan produknya.

“Sosialisasi digital marketing sudah sering, saya ingin agar UMKM bisa tampil mempromosikan produknya,” lanjutnya.

Karena itu, ruang podcast DKUKMPP akan diarahkan menjadi salah satu sarana promosi produk UMKM Kota Cirebon.

Dalam konsep awal, Rida akan menjadi host sekaligus mendampingi pelaku UMKM saat memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Pembahasan dalam podcast nantinya tidak hanya soal produk, tetapi juga dapat mengulas keunggulan, kekurangan hingga cerita di balik usaha yang dijalankan.

“Kelebihan dan kekurangannya apa. Kami membantu promosi,” jelasnya.

Rida menargetkan program tersebut dapat berjalan secara rutin satu hari dalam sepekan. Setiap pelaksanaan, sedikitnya tiga pelaku UMKM akan mendapat kesempatan menjadi bintang tamu.

Ia memperkirakan durasi sekitar satu jam cukup untuk menghadirkan tiga pelaku UMKM secara bergantian.

“Kita coba jadwalkan, setiap satu minggu, ada tiga pelaku UMKM. Nanti saya wawancara langsung di podcast, minimal satu jam itu ada tiga pelaku UMKM,” ujarnya.

Untuk teknis pelaksanaan, Rida menyerahkannya kepada DKUKMPP. Sebagai tahap awal, pelaku UMKM yang produknya sudah terpampang di Mall UKM akan diprioritaskan untuk tampil.

Langkah tersebut sekaligus menjadi percontohan sebelum program podcast UMKM dikembangkan lebih luas.

Rida berharap ruang digital yang sudah tersedia tidak berhenti sebagai fasilitas, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha.

“Mudah-mudahan minggu ini bisa dimulai, rencananya saya ingin setiap Rabu, cukup satu jam saja,” katanya.

Jika berjalan konsisten, program ini diharapkan menjadi salah satu kanal baru bagi UMKM Kota Cirebon untuk membangun branding, mengenalkan produk dan menjangkau konsumen melalui platform digital. (sep)