CIREBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon melihat potensi besar keberadaan Street Cafe di Jalan Bahagia sebagai ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi kreatif (ekraf), khususnya yang melibatkan kalangan anak muda.
Kawasan yang awalnya tumbuh dari aktivitas masyarakat secara mandiri tersebut kini menjadi salah satu tempat berkumpul, bersantai, sekaligus berinteraksi bagi warga dan anak muda di Kota Cirebon.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman, mengatakan perkembangan Street Cafe menunjukkan bahwa kreativitas masyarakat mampu menciptakan aktivitas ekonomi dari sesuatu yang sederhana.
Menurut Iing, para pelaku usaha di kawasan tersebut tidak harus memulai dengan konsep bisnis yang besar. Bermodalkan lapak sederhana, meja dan kursi, aktivitas kuliner justru berkembang karena mendapat respons positif dari masyarakat.
“Kami pemerintah Kota Cirebon sangat bangga ketika masyarakat, anak-anak muda berkreasi kreatif, inovatif, membuka usaha dengan sesuatu yang sangat sederhana,” kata Iing.
Ia menilai tingginya minat anak muda untuk nongkrong dan berdiskusi menjadi indikator bahwa kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh.
Tidak hanya menjadi lokasi kuliner, Street Cafe Jalan Bahagia juga mulai memperlihatkan sisi kreativitas anak muda. Beragam aktivitas dan penampilan dengan kostum unik turut menjadi daya tarik yang membuat kawasan tersebut memiliki karakter tersendiri.
Pemkot Cirebon pun membuka peluang agar Street Cafe berkembang menjadi salah satu titik aktivitas ekonomi kreatif, kuliner, hingga pariwisata di Kota Cirebon.
“Ini kami berharap menjadi spot-spot area untuk pengembangan ekonomi Kota Cirebon, termasuk juga pengembangan kreativitas anak-anak muda,” ujarnya.
Pemkot Cirebon Masih Pantau Perkembangan
Iing mengatakan Pemkot Cirebon belum akan terburu-buru menentukan bentuk pengembangan Street Cafe. Pemerintah daerah terlebih dahulu akan melihat perkembangan aktivitas di kawasan tersebut.
Menurutnya, sebagai kota yang bergerak di sektor perdagangan dan jasa, Cirebon membutuhkan ruang-ruang publik yang dapat mempertemukan aktivitas ekonomi, kreativitas dan interaksi masyarakat.
Ia bahkan menggambarkan konsep tersebut melalui slogan “Cirebon never sleep”, yang menurutnya mencerminkan semangat Kota Cirebon sebagai tempat masyarakat beraktivitas hingga malam hari.
“Artinya, Cirebon menjadi salah satu tempat untuk beraktivitas, untuk berkreasi, untuk berinovasi dan untuk berkumpul para anak-anak muda termasuk yang lainnya,” jelas Iing.
Parkir Jadi Perhatian
Di tengah berkembangnya Street Cafe Jalan Bahagia, persoalan parkir juga menjadi perhatian Pemkot Cirebon.
Iing mengatakan Pemkot bersama Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan parkir di kawasan tersebut.
Penataan parkir dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan pengunjung sekaligus potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami dengan Dinas Perhubungan terus coba mengevaluasi dan mudah-mudahan ke depan pengelolaan parkir pun bisa ditata sedemikian rupa sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor parkir,” ungkapnya.
Pemkot juga mengajak pelaku usaha dan masyarakat yang beraktivitas di Street Cafe untuk ikut menjaga kawasan tersebut. Ketertiban, kebersihan, keamanan dan kenyamanan dinilai menjadi faktor penting agar Street Cafe dapat berkembang secara berkelanjutan.
Iing menekankan, citra Cirebon sebagai kota yang ramah terhadap konsumen dan wisatawan harus terus dijaga. Kondisi kota yang aman dan kondusif juga menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kami mengajak kepada siapapun untuk bisa berperilaku tertib, yang kedua juga menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan,” pungkasnya. (Its)
















