
CIREBON — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cirebon menggelar Apel Besar Pramuka sebagai momentum memperkuat persatuan, kebersamaan, serta pembinaan karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan zaman dan digitalisasi.
Kegiatan tersebut digelar di Grage City Hub dan diikuti oleh anggota Pramuka dari lima kwartir ranting (kecamatan) se-Kota Cirebon.
Meski Hari Pramuka diperingati setiap 14 Agustus, pelaksanaan apel besar disesuaikan dengan waktu yang dinilai tepat oleh Kwarcab Kota Cirebon.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Cirebon, Kadini mengatakan, apel besar tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga bertujuan mempersatukan seluruh anggota Pramuka sekaligus menggalang kekuatan gerakan Pramuka di Kota Cirebon.
“Tujuan kami mengadakan apel besar ini salah satunya untuk mempersatukan Pramuka di Kota Cirebon, menggalang kekuatan Pramuka, serta membangun kebersamaan anak-anak dan adik-adik kita,” katanya.
Menurutnya, kegiatan kepramukaan harus mampu mendorong generasi muda untuk terus mengamalkan dan mempraktikkan nilai-nilai yang telah mereka dapatkan dalam pendidikan Pramuka.
Ia berharap anggota Pramuka dapat terus meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta karakter positif lainnya.
“Di era digitalisasi seperti sekarang, tantangan Pramuka semakin besar. Kami berharap kakak-kakak pembina terus mengingatkan adik-adik untuk memegang teguh nilai-nilai dan prinsip dasar Pramuka,” ujarnya.
Dalam Apel Besar Pramuka tersebut, berbagai kegiatan turut digelar. Selain apel, peserta dari masing-masing kwartir ranting mengikuti kegiatan bersama. Kwarcab Kota Cirebon juga menggelar lomba mewarnai bagi anggota Pramuka Siaga tingkat sekolah dasar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Gemas Simponi Pramuka yang melibatkan anggota Pramuka Penggalang dan Penegak.
Kadini mengungkapkan, Kwarcab Pramuka Kota Cirebon juga memberikan sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan yang berkaitan dengan kegiatan kepramukaan tingkat nasional. Salah satunya penyematan sertifikat dan PIN kepada anggota Pramuka Kota Cirebon yang telah mengikuti Jambore Nasional.
“Ini merupakan nilai tersendiri bagi anak-anak yang sudah mengikuti Jambore Nasional,” ungkapnya.
Kadini menegaskan pentingnya menjaga keberadaan Gerakan Pramuka di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pembinaan Pramuka dinilai menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Kwarcab juga terus mendorong agar kegiatan Pramuka tetap hidup di setiap gugus depan. Sekolah memiliki ruang untuk melaksanakan kegiatan kepramukaan sesuai dengan kondisi dan program masing-masing.
“Yang memiliki anggota Pramuka itu gugus depan, sehingga Kwarcab harus bekerja keras agar keberadaan Pramuka terus ditingkatkan,” tegasnya.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Pramuka juga dapat memberikan nilai tambah bagi generasi muda. Anggota yang berhasil mencapai tingkat Pramuka Garuda, misalnya, dapat memperoleh berbagai kesempatan dan jalur pengembangan pendidikan maupun prestasi.
Ia mengingatkan para anggota Pramuka agar tidak menganggap kegiatan kepramukaan sebagai aktivitas tambahan semata.
“Di Pramuka ada jalur-jalur khusus untuk menjadi mahasiswa, TNI, maupun polisi. Namun, mereka juga harus mengikuti proses kepramukaan sesuai ketentuan hingga mencapai Pramuka Garuda,” pungkasnya.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo dalam sambutannya mengatakan, Gerakan Pramuka harus tetap menjadi ruang yang merawat persatuan, gotong royong, dan kemandirian generasi muda di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, seragam Pramuka yang dikenakan para peserta hendaknya menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepramukaan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kota Cirebon tidak hanya membutuhkan tunas-tunas muda yang mampu menghafal Dasa Darma, tetapi juga generasi yang kritis dan kreatif serta mampu menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari laku hidup dan diwujudkan dalam empati sehari-hari,” katanya.
Ia juga membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026.
Dalam sambutan tersebut, Gerakan Pramuka disebut telah melalui perjalanan panjang selama 65 tahun dengan berbagai bentuk pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut menekankan bahwa swasembada pangan bukan hanya persoalan pertanian, tetapi juga berkaitan dengan pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, dan kesiapan generasi muda dalam menghadapi persoalan nyata di lingkungan sekitar.
Melalui pendidikan kepramukaan, generasi muda diharapkan memiliki kepedulian terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, serta kelestarian lingkungan.
Di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perubahan iklim, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, hingga perubahan dunia kerja, Gerakan Pramuka dituntut terus beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma.
Gerakan Pramuka juga diharapkan mampu membekali anggotanya dengan wawasan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian mencoba, serta kemampuan menciptakan gagasan dan inovasi yang dapat diterapkan di sekolah, keluarga, masyarakat, maupun lingkungan gugus depan.
Dengan demikian, Pramuka diharapkan turut mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, yakni generasi yang berkarakter, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, dan meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (its)















