
CIREBON – Dua siswa SMP Negeri 2 Kota Cirebon berhasil mengukir prestasi membanggakan di bidang olahraga. Keduanya berprestasi di cabang berbeda, yakni renang dan karate, dengan capaian mulai tingkat Jawa Barat hingga nasional.
Salah satunya adalah Mimosa Tanfidziyah Fahima, siswi kelas 9G yang telah menekuni olahraga renang sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).
Kecintaannya terhadap olahraga air terus dikembangkan melalui latihan rutin dan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Dalam salah satu ajang renang tingkat Jawa Barat, Mimosa berhasil meraih sejumlah prestasi.
Ia menjadi juara III nomor 100 meter gaya kupu-kupu. Selain itu, Mimosa juga meraih juara I dan II pada nomor finisher yang diikutinya.
Bagi Mimosa, prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia mengaku terus termotivasi untuk meraih medali sekaligus membanggakan kedua orang tuanya.
“Keinginan saya supaya bisa dapat medali, dapat apresiasi, dan bisa membahagiakan orang tua,” ujarnya.
Untuk mempertahankan performanya, Mimosa menjalani latihan secara rutin. Ia harus pandai membagi waktu antara latihan, sekolah, belajar, dan aktivitas lainnya.
Latihan renang dilakukan hampir setiap hari. Sepulang sekolah, ia langsung bersiap menjalani latihan hingga malam hari. Dalam latihan, Mimosa juga mendapatkan berbagai program dari pelatih, termasuk latihan pernapasan untuk meningkatkan daya tahan saat berenang.
“Ada latihan pernapasan, kayak intervalnya 3×1, tiga kali bergerak ke depan terus satu kali menghirup udara,” ungkapnya.
Kesibukan tersebut membuat Mimosa harus mengurangi waktu bermain. Ia memilih lebih fokus pada latihan dan pendidikan.
“Kalau main saya jarang. Latihan memang setiap hari. Jadi benar-benar tidak banyak waktu luang untuk bermain. Saya lebih fokus ke belajar dan latihan,” tambahnya.
Meski terkadang harus meninggalkan jam pelajaran karena mengikuti pertandingan maupun latihan, Mimosa tetap berusaha mengejar ketertinggalan. Ia biasanya meminta materi kepada teman atau bertanya langsung kepada guru, termasuk mengikuti ujian susulan dan kegiatan pengayaan.
“Biasanya kalau tertinggal pelajaran itu saya nanya ke teman satu meja atau ke guru. Termasuk ujian susulan,” ucapnya.
Prestasi di bidang renang juga menjadi modal bagi Mimosa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Setelah lulus SMP, ia berharap prestasinya dapat membuka peluang untuk melanjutkan sekolah di SMA negeri yang menjadi incarannya.
“Ya harapan saya dengan prestasi ini dapat masuk ke SMAN 1 dan SMAN 3, karena sekarang saya sudah kelas 9 SMP,” pungkasnya.
Azhar Jo Roofi Raih Emas KASAL Cup V
Selain Mimosa, prestasi juga ditorehkan Azhar Jo Roofi, siswa SMP Negeri 2 Kota Cirebon yang menekuni cabang olahraga karate dan telah berprestasi hingga tingkat nasional.
Salah satu prestasi terbarunya diraih dalam ajang KASAL Cup V pada April 2026. Dalam kejuaraan tersebut, Azhar berhasil meraih medali emas setelah mewakili Kota Cirebon dan Jawa Barat.
“Terakhir itu kemarin tepatnya pada bulan April 2026 event KASAL Cup V, mendapatkan emas. Event itu saya wakilin Kota Cirebon dan Jawa Barat,” kata Azhar saat ditemui di sekolahnya.
Azhar mulai menekuni karate sejak kelas 3 sekolah dasar. Minat tersebut tidak terlepas dari lingkungan keluarganya yang juga memiliki latar belakang olahraga bela diri.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan kemampuan Azhar. Orang tuanya selalu memberikan dukungan ketika mengikuti latihan maupun pertandingan.
“Dari kakek sampai orang tua mendukung dan mendorong agar mengikuti karate, karena mereka dulunya juga atlet karate. Jadi di luar latihan dengan perguruan, di rumah sering dilatih juga,” ujarnya.
Latihan karate dijalani secara rutin sepulang sekolah dan pada malam hari. Ketika menghadapi kejuaraan penting, intensitas latihan pun ditingkatkan.
Motivasi Azhar untuk terus berprestasi pun sederhana, yakni ingin membanggakan orang tua dan keluarga yang memiliki latar belakang karate.
“Pasti salah satunya adalah membanggakan orang tua, apalagi keluarga saya semuanya pernah mengikuti karate dan menjadi atlet,” tambahnya.
Azhar juga memiliki target untuk kembali meraih medali emas pada berbagai kejuaraan berikutnya. Salah satu agenda yang menjadi incarannya adalah Sirkuit Karate Jawa Barat.
Untuk menghadapi ajang tersebut, ia berencana meningkatkan intensitas latihan, termasuk menjalani latihan dua kali dalam sehari.
“Nanti sih ada event Sirkuit Karate Jabar ya, itu nanti wakilin wilayah Kota Cirebon di kategori kumite dengan kelas under 70 kilogram,” tuturnya.
Sekolah Dukung Regenerasi Atlet
Wakasek Humas SMPN 2 Kota Cirebon, Sofwan Syaefurrijal, mengungkapkan sekolah berkomitmen memberikan dukungan dan pendampingan kepada siswa yang memiliki prestasi di bidang olahraga.
“Pada dasarnya sekolah tetap mendukung, men-support, dan sebisa mungkin mengawal anak-anak yang benar-benar bisa berprestasi seperti Mimosa,” ungkapnya.
Menurut Sofwan, Mimosa dan Azhar telah menunjukkan prestasi sejak kelas 7. Capaian keduanya terus berkembang dari satu kejuaraan ke kejuaraan berikutnya.
Sekolah juga berupaya memastikan siswa berprestasi tetap mendapatkan hak pendidikan meski harus mengikuti latihan dan pertandingan di luar sekolah.
Ketika terdapat materi pelajaran yang tertinggal, siswa diarahkan mengikuti pembelajaran susulan, remedial, pengayaan, maupun mendapatkan pendampingan dari guru.
“Kita komunikasikan dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan. Anak-anak tetap mengikuti proses pembelajaran, meskipun terkadang jadwal latihan atau pertandingan membuat mereka harus meninggalkan kelas,” katanya.
Sofwan menambahkan, SMP Negeri 2 Kota Cirebon sebelumnya memiliki sejarah prestasi olahraga yang cukup kuat, termasuk di cabang renang. Karena itu, pihak sekolah berharap regenerasi atlet dapat terus berjalan.
Selain renang dan karate, saat ini sekolah juga memiliki siswa berprestasi di cabang olahraga lain, seperti futsal dan sepak bola. Sekolah terus mendorong agar prestasi tersebut dapat berkembang hingga tingkat yang lebih tinggi.
“Kita berharap regenerasi ini bisa terus terulang. Kalau ada siswa yang memiliki prestasi renang, kami berharap bisa kembali mendapatkan kesempatan untuk masuk ke SMP 2 dan olahraga ini bisa terus kita kawal,” tambahnya.
Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga berupaya memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi. Meski nilainya tidak besar, pemberian reward dinilai penting sebagai bentuk perhatian sekaligus penyemangat bagi siswa untuk terus berprestasi. (its)















