
CIREBON — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan yang diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Cirebon, Eko Kuswantoro, mengatakan wilayah Cirebon dan sekitarnya saat ini masih berada dalam periode musim kemarau dengan kondisi hidrometeorologi kering.
Menurut Eko, berdasarkan perkiraan yang ada, status hidrometeorologi kering akan berakhir pada 30 September 2026. Selanjutnya, mulai 1 Oktober 2026 akan dilakukan penetapan Surat Keputusan (SK) Siaga Hidrometeorologi Basah.
“Meskipun belum ada rilis resmi dari BMKG terkait kepastian tanggal turunnya hujan, prakiraan awal menunjukkan potensi hujan sudah mulai turun pada awal Oktober,” ujar Eko.
Menghadapi potensi perubahan cuaca tersebut, BPBD Kota Cirebon telah melakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Koordinasi dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Koordinasi tersebut difokuskan pada upaya pemeliharaan drainase dan revitalisasi sungai di sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian. Beberapa di antaranya berada di kawasan Kelurahan Kalijaga dan Sungai Sukalila.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir potensi terjadinya genangan maupun banjir ketika intensitas hujan mulai meningkat.
Selain pembenahan infrastruktur, BPBD juga memperkuat mitigasi bencana melalui edukasi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Materi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi mulai dimasukkan dalam kegiatan edukasi di sejumlah sekolah. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi potensi bencana akibat perubahan cuaca.
Di sisi lain, BPBD menyebut kondisi cuaca mendung yang terjadi dalam beberapa hari terakhir belum dapat dijadikan sebagai indikator pasti bahwa musim hujan telah dimulai.
Menurut Eko, kondisi tersebut masih merupakan bagian dari dinamika perubahan cuaca menjelang pergantian musim.
Sementara itu, meski persiapan menghadapi musim hujan mulai dilakukan, BPBD Kota Cirebon masih terus menangani dampak musim kemarau.
BPBD hingga kini masih mendistribusikan bantuan pasokan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Salah satu wilayah yang masih mendapat bantuan tersebut yakni kawasan Argasunya.
“Hingga saat ini, BPBD juga masih terus mendistribusikan bantuan pasokan air bersih kepada masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan, seperti di kawasan Argasunya,” pungkasnya. (abd)















