M Angga Mediharto Resmi Maju Jadi Calon Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon, Ini Gagasan yang Dibawanya

M Angga Mediharto resmi maju sebagai calon Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon 2026-2031. Ia usung organisasi tanpa sekat dan program pro anggota.

CIREBON – Persaingan menuju kursi Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kabupaten Cirebon periode 2026-2031 mulai menghangat. Sejumlah kandidat mulai bermunculan untuk memperebutkan posisi pimpinan organisasi yang menaungi para pelaku usaha jasa konstruksi tersebut.

Salah satu kandidat yang menyatakan siap maju adalah M Angga Mediharto. Ia resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon periode 2026-2031 pada Selasa (3/11).

Dalam pencalonannya, Angga membawa gagasan untuk membangun Gapensi sebagai organisasi yang lebih solid, terbuka, dan mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh anggotanya. Ia menilai, pergantian kepemimpinan tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai perubahan figur ketua, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali fondasi organisasi.

Kepada Radar Cirebon, Angga mengatakan, Gapensi Kabupaten Cirebon membutuhkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang, skala perusahaan, maupun senioritas.

Menurutnya, organisasi harus memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi setiap anggota. Tidak boleh ada pengelompokan yang justru berpotensi melemahkan kebersamaan di internal organisasi.

Misi tersebut menjadi salah satu alasan Angga memutuskan maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon.

Saat mendaftarkan diri di Sekretariat Gapensi, Angga didampingi Ketua Kadin Ary Prasetyo dan Ketua BPC HIPMI Cirebon Ahud Roelyana.

“Misi itulah yang saya bawa saat menyatakan diri maju dalam perebutan kursi Ketua Gapensi,” tegasnya.

M Angga Mediharto Ingin Gapensi Jadi Rumah Bersama

Angga menegaskan, salah satu hal mendasar yang ingin dibangun apabila dipercaya memimpin Gapensi adalah menciptakan organisasi yang inklusif. Baginya, seluruh anggota harus memiliki kedudukan yang setara dan mendapatkan perlakuan yang sama.

Ia tidak ingin ada perbedaan perlakuan antara perusahaan konstruksi berskala besar dan kecil. Begitu pula dengan anggota senior maupun junior yang seharusnya memiliki kesempatan setara untuk berkontribusi dalam membesarkan organisasi.

Angga berpandangan, kekuatan Gapensi tidak cukup hanya dibangun melalui struktur kepengurusan yang lengkap. Organisasi juga membutuhkan rasa memiliki, kepercayaan, serta keterlibatan aktif dari seluruh anggotanya.

“Gapensi harus menjadi rumah bersama. Semua anggota harus merasa nyaman, merasa memiliki dan dihargai. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara perusahaan besar dan kecil ataupun antara senior dan junior,” terangnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Angga ingin membangun pola komunikasi internal yang lebih terbuka. Setiap anggota harus memiliki kesempatan menyampaikan pendapat, aspirasi, maupun persoalan yang dihadapi.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian masalah melalui dialog dan musyawarah. Dengan demikian, perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang dapat mengganggu soliditas organisasi.

“Karena itu, jika dipercaya memimpin Gapensi, saya ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka. Setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan justru menjadi sumber perpecahan di internal organisasi,” paparnya.

Organisasi Harus Hadir Saat Anggota Membutuhkan

Selain memperkuat kebersamaan, Angga menilai Gapensi perlu meningkatkan peran dan manfaat nyata bagi para anggotanya.

Menurutnya, organisasi profesi dan dunia usaha tidak cukup hanya aktif ketika menyelenggarakan agenda rutin, rapat, maupun kegiatan seremonial. Gapensi harus mampu memberikan dukungan ketika anggota menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha jasa konstruksi.

Ada sejumlah kebutuhan yang menurutnya perlu menjadi perhatian organisasi. Di antaranya kemudahan memperoleh informasi, pemahaman terhadap regulasi konstruksi, peningkatan kompetensi, hingga pendampingan ketika anggota menghadapi persoalan usaha.

Hal tersebut dinilai penting karena sektor jasa konstruksi terus mengalami perkembangan. Pelaku usaha dituntut mampu mengikuti perubahan regulasi, memenuhi standar kompetensi, serta meningkatkan profesionalisme agar dapat bertahan di tengah persaingan.

Angga ingin Gapensi menjadi organisasi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anggota, bukan sekadar wadah formalitas.

“Organisasi jangan hanya hadir ketika ada agenda atau kegiatan seremonial. Gapensi harus hadir ketika anggota membutuhkan, baik menyangkut informasi, regulasi, peningkatan kompetensi maupun ketika anggota menghadapi persoalan dalam menjalankan usahanya,” tegasnya.

Baginya, keberadaan organisasi harus memberikan nilai tambah bagi perkembangan perusahaan anggota. Dengan dukungan yang tepat, para pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Cirebon diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dan peluang usaha.

Perkuat Komunikasi dengan Pemkab Cirebon dan Stakeholder

Di luar penguatan internal, Angga juga menyoroti pentingnya membangun hubungan yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menilai, komunikasi antara organisasi dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat. Terutama untuk menyampaikan aspirasi, membahas persoalan yang dihadapi pelaku usaha, serta mendorong terciptanya ekosistem jasa konstruksi yang lebih kondusif.

Namun, menurutnya, hubungan dengan pemerintah dan stakeholder harus tetap berada dalam koridor profesionalisme. Gapensi harus mampu menjaga independensi serta marwah organisasi dalam menjalankan perannya.

Dengan komunikasi yang sehat, berbagai kepentingan pelaku jasa konstruksi diharapkan dapat tersampaikan secara lebih baik. Organisasi juga bisa menjadi jembatan antara kebutuhan anggota dengan kebijakan maupun program pembangunan daerah.

“Kita perlu membangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder. Tetapi Gapensi tetap harus profesional, independen dan menjaga marwah organisasi,” ucapnya.

Angga juga ingin mendorong terciptanya iklim persaingan usaha yang sehat di antara perusahaan jasa konstruksi.

Ia berpandangan, sesama anggota Gapensi tidak semestinya hanya melihat satu sama lain sebagai pesaing dalam memperoleh pekerjaan. Lebih dari itu, mereka harus mampu membangun hubungan kemitraan dan kolaborasi untuk bersama-sama mengembangkan sektor konstruksi di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, persaingan yang sehat akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pekerjaan, profesionalisme perusahaan, sekaligus perkembangan dunia usaha konstruksi di daerah.

Tak Ingin Berikan Janji Muluk-Muluk

Terkait program kerja, Angga mengaku tidak ingin menawarkan terlalu banyak janji yang sulit direalisasikan. Ia lebih memilih menyusun program yang sederhana, realistis, dan bisa dijalankan sesuai kebutuhan anggota.

Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang tercantum dalam rencana kerja. Hal terpenting adalah sejauh mana program tersebut dapat memberikan manfaat langsung dan dirasakan oleh anggota.

Karena itu, ia ingin setiap kebijakan organisasi nantinya berangkat dari kebutuhan nyata para pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Cirebon.

“Saya tidak ingin banyak memberikan janji. Yang paling penting adalah anggota merasa memiliki organisasi ini, merasa dihargai, dan Gapensi benar-benar hadir ketika anggota membutuhkan,” jelasnya.

Angga berharap, pencalonannya dalam pemilihan Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon periode 2026-2031 dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali kebersamaan di lingkungan organisasi.

Ia meyakini, soliditas internal merupakan modal penting bagi Gapensi untuk menjalankan fungsi organisasi sekaligus memperjuangkan kepentingan seluruh anggotanya.

Lebih jauh, organisasi yang kuat juga diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia konstruksi dan pembangunan di Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, seluruh anggota pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yakni membesarkan Gapensi dan mendorong kemajuan sektor jasa konstruksi di daerah.

“Pada akhirnya kita semua punya tujuan yang sama, yaitu membesarkan Gapensi dan memajukan dunia jasa konstruksi Kabupaten Cirebon. Kalau organisasi solid dan anggotanya kompak, saya yakin Gapensi akan semakin kuat dan bermanfaat,” pungkasnya.

Dengan membawa gagasan organisasi tanpa sekat, komunikasi terbuka, serta program kerja yang berorientasi pada kebutuhan anggota, M Angga Mediharto kini menjadi salah satu figur yang ikut meramaikan bursa calon Ketua Gapensi Kabupaten Cirebon periode 2026-2031. (sam)