
CIREBON – Bupati Cirebon Drs H Imron MAg meminta mahasiswa berperan aktif dalam mengawal pembangunan daerah dengan menyampaikan kritik yang kritis, objektif, dan berbasis data. Mahasiswa juga diharapkan tidak hanya menyuarakan tuntutan, tetapi mampu menawarkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Imron saat menghadiri kegiatan Penerimaan dan Pembinaan Anggota (PPAB) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon di Kantor Bupati Cirebon, Jumat (9/10).
Menurut Imron, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah. Kalangan mahasiswa dinilai mempunyai kapasitas untuk mengkaji kebijakan pemerintah, mengidentifikasi persoalan sosial, serta menyampaikan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa, khususnya kader GMNI Cirebon, untuk memperkuat tradisi berpikir kritis dengan berlandaskan fakta dan pemahaman yang menyeluruh terhadap persoalan yang diangkat.
Bupati Imron Tekankan Kritik Mahasiswa Harus Berbasis Data
Imron menegaskan, kritik dan demonstrasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang perlu dihormati. Namun, penyampaian aspirasi sebaiknya tidak berhenti pada tuntutan atau penolakan terhadap kebijakan tertentu.
Mahasiswa perlu memahami akar persoalan, mengumpulkan informasi yang akurat, serta menyusun argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan pendekatan tersebut, aspirasi yang disampaikan diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif bagi pemerintah daerah.
“Mahasiswa harus mempunyai peran, konsep, dan solusi terhadap berbagai masalah di Kabupaten Cirebon. Ketika menggelar aksi demonstrasi, harus memiliki data yang akurat dan memahami persoalannya,” ujar Imron.
Ia menilai, kemampuan mengolah data dan memahami kondisi di lapangan menjadi modal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik yang disertai fakta dan kajian mendalam akan membantu mengidentifikasi persoalan secara lebih tepat sekaligus membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah.
Sebaliknya, penyampaian aspirasi tanpa pemahaman yang memadai berisiko membuat persoalan tidak terpetakan dengan baik. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan mampu menyusun gagasan yang tidak hanya menyoroti kekurangan, tetapi juga menawarkan alternatif penyelesaian.
Bagi Imron, sikap kritis dan kemampuan memberikan solusi perlu berjalan beriringan. Mahasiswa dapat tetap bersikap tegas dalam mengawasi pemerintah, tetapi juga perlu membangun komunikasi yang produktif agar berbagai persoalan daerah dapat dibahas secara objektif.
Mahasiswa Diminta Menjaga Karakter dan Independensi
Selain menekankan pentingnya kritik berbasis data, Imron mengingatkan mahasiswa agar memiliki karakter yang kuat dan menjaga independensi dalam berorganisasi maupun menyampaikan pendapat.
Menurutnya, mahasiswa perlu mempunyai prinsip dan pendirian yang jelas agar tidak mudah dipengaruhi atau diintervensi oleh kepentingan pihak tertentu. Independensi tersebut dinilai penting supaya mahasiswa dapat menjalankan perannya secara objektif ketika merespons kebijakan pemerintah maupun persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus punya karakter dan tidak mudah diintervensi oleh siapa pun,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa peran mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan keberanian menyampaikan kritik, tetapi juga integritas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Dengan karakter yang kuat, mahasiswa diharapkan mampu mempertahankan sikap kritis tanpa kehilangan objektivitas. Mereka juga perlu membangun kemampuan berdiskusi, melakukan kajian, dan menyampaikan pendapat berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.
Dalam konteks pembangunan Kabupaten Cirebon, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam melihat persoalan daerah. Masukan yang disampaikan melalui kajian maupun forum dialog dapat menjadi bagian dari upaya mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
PPAB GMNI Cirebon Diikuti 45 Anggota Baru
Sementara itu, Ketua DPC GMNI Cirebon Dika Agung Wahyudi mengatakan, kegiatan PPAB kali ini diikuti 45 anggota baru yang berasal dari lima kampus di wilayah Cirebon.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan organisasi untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan, memperkuat semangat berorganisasi, serta membangun kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial.
Menurut Dika, penambahan anggota baru diharapkan dapat memperkuat kapasitas organisasi dalam menjalankan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang turut mengawal perkembangan daerah.
Melalui proses penerimaan dan pembinaan, para anggota diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan analisis, berdiskusi, serta merumuskan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dika berharap, kader GMNI Cirebon dapat menerjemahkan sikap kritis dan gagasan yang berkembang di lingkungan kampus menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Cirebon.
“Kader mahasiswa juga diharapkan mampu menerjemahkan gagasan dan sikap kritis menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Cirebon,” ujar Dika.
Ia menilai, penguatan kualitas kader menjadi salah satu modal bagi GMNI untuk meningkatkan peran dalam mengawal isu-isu kemasyarakatan dan pembangunan daerah.
Dengan bekal pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian sosial, mahasiswa diharapkan dapat terlibat dalam mengidentifikasi persoalan sekaligus mendorong munculnya gagasan penyelesaian yang bermanfaat.
Pesan Bupati Imron dalam kegiatan PPAB tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah. Keberanian menyampaikan aspirasi perlu dibarengi pemahaman masalah, data yang akurat, karakter yang kuat, serta tawaran solusi agar kritik dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan Kabupaten Cirebon. (den)















